Dheandra Hanani Nalsalitha

Pijar, Medan. Aprilia Manganang, seorang mantan atlet voli putri yang namanya sudah melambung tinggi. Sebelum akhirnya sah mengganti nama menjadi Aprilio Perkasa, atlet voli yang kini menjadi prajurit TNI AD ini telah melalui banyak pasang surut di kehidupannya.

Aprilia Manganang lahir pada 27 Maret 1992 di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Lahir di tengah keluarga yang sederhana membuatnya harus mulai bekerja keras sejak kecil. Tuntutan kehidupan membuat Aprilia tumbuh menjadi sosok yang kuat dan tangguh. Ia mulai mencintai dunia olahraga sejak duduk di bangku SMP. Namun, karena melihat sang kakak mendapatkan penghasilan melalui voli, maka ia juga memilih untuk terjun ke olahraga ini.

Aprilia pun semakin menekuni olahraga voli ketika bergabung di klub Alko Bandung dan memutuskan untuk mengikuti kompetisi. Dilansir dari kompas.com, Aprilia Manganang mampu mencapai puncak kariernya pada tahun 2014 bersama Jakarta Elektrik PLN. Kemampuannya tidak perlu diragukan lagi. Ini dibuktikannya dengan menjadi salah satu spiker terbaik di Indonesia.

Selama menjadi atlet voli putri, prestasi Aprilia memang diakui dan patut diacungkan jempol. Ia bahkan merupakan salah satu pemain tim nasional voli putri Indonesia. Di level timnas putri Indonesia, Aprilia pernah menyabet medali perunggu pada SEA Games 2013 dan 2015 dan medali perak pada SEA Games 2017.

Pada akhir tahun 2020, Aprilia Manganang memutuskan untuk pensiun dari dunia voli. Cedera lutut yang dialaminya cukup lama membuat ia mengambil keputusan untuk mengundurkan diri.

Putri Aprilia Manganang diresmikan berganti nama menjadi Serda Aprilio Perkasa Manganang. (Sumber Foto: cnnindonesia.com)

Mantan atlet voli yang kini tengah mangabdi sebagai prajurit TNI ini ternyata telah direkrut oleh TNI AD sejak tahun 2016. Aprilia mengikuti program rekrutmen khusus Bintara Berprestasi, dan pada saat itu Aprilia masih menyandang status sebagai seorang perempuan.

Namun di tengah-tengah kesuksesannya, Aprilia Manganang beberapa kali diterpa isu perihal gendernya. Jika dilihat dari fisiknya, memang lebih condong kepada laki-laki. Kebimbangan mengenai gender ini telah dirasakan Aprilia sejak lama.

Nyatanya, memang ada kelainan yang dideritanya. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI AD, Jenderal Andika Perkasa. Andika menyatakan bahwa memang benar Serda Aprilia mengidap kelainan yang disebut hipospadia.

Hipospadia merupakan kelainan yang menyerang alat kelamin penderitanya. Secara medis dijelaskan bahwa hipospadia merupakan suatu kondisi ketika di mana lubang kencing (uretra) tidak pada lokasi yang normal. Kelainan inilah yang menjadi awal mula Aprilia disebut berjenis kelamin perempuan. Keterbatasan medis dan ketidakmampuan ekonomi keluarganya membuat mantan atlet voli ini harus hidup selama belasan tahun dengan menyandang status sebagai perempuan.

Aprilia Manganang kemudian menjalani beberapa tes kesehatan dan akan melakukan operasi kelamin. Disahkannya status baru Aprilia Manganang sebagai laki-laki ini diikuti dengan perubahan namanya menjadi Aprilio Perkasa Manganang. Perubahan kelamin ini diakuinya telah menjadi keinginannya sejak lama. Ia benar-benar bersyukur impiannya menjadi kenyataan.

(Editor: Rassya Priyandira)

Leave a comment