Kota Medan kembali menghadirkan tempat nongkrong baru yang mencuri perhatian para pencinta suasana unik dan estetik. Namanya Gatto Cat & Antique Doll Cafe, berlokasi di Jalan Gunung Seulawah No. 22, Glugur Darat I, Medan Timur.
Bagi sebagian orang, keong sawah mungkin terdengar aneh untuk dimakan. Namun, bagi masyarakat Sunda dan beberapa daerah di Jawa Barat, keong sawah atau Tutut justru menjadi kuliner legendaris yang menggoda selera.
Kehidupan di Kota Medan berjalan cepat dan berisik, bukan? Mulai dari kesibukan kampus, hingga rutinitas kerja yang terkadang membuat kita penat. Di tengah hiruk-pikuk tersebut, banyak orang yang mencari tempat untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan menenangkan diri. Clapping Hands yang terletak di Jalan Kenangan Raya, Tanjung Sari, menjadi salah satu tempat yang bisa memberikan rasa tenang itu. Bukan sekadar tempat ngopi, tetapi juga menjadi ruang aman bagi siapa saja yang butuh waktu untuk sekadar menyendiri sambil menikmati sore.
Di balik aroma gurih dan warna kuning keemasan yang menggugah selera, terselip kuliner khas Banyumas bernama Mendoan. Gorengan ini bisa diolah dengan tahu atau tempe, meski umumnya masyarakat lebih sering mengolah tempe mendoan
Tempat nongkrong yang nyaman, harga terjangkau, dan suasana santai menjadi kebutuhan yang semakin dicari masyarakat, terutama di kota-kota besar seperti Medan. Setelah sukses membuka cabang pertama di Lubuk Pakam dan merambah ke Tebing Tinggi, Me & You Cafe kembali hadir dengan cabang ketiga yang berlokasi di Jalan Alfalah Nomor 23, Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara.
Di sudut Jalan Sei Mencirim, Babura, sebuah plakat sederhana bertuliskan “Not your ordinary kedai” mengundang rasa penasaran. Slogan yang menjadi ciri khas Kedai Ama 27 ini seakan menegaskan, bahwa kedai ini bukan sekadar tempat nongkrong biasa. Lebih dari itu, Kedai Ama 27 menghadirkan kehangatan dan cita rasa khas nusantara yang dikemas secara modern.
Cimpa merupakan kue yang disajikan masyarakat Karo di perayaan acara adat, seperti Merdang Merdem, pesta panen khas adat Karo, pernikahan, dan acara adat kematian. Selain itu, Cimpa biasanya menjadi buah tangan dalam pergaulan sebaya yang memiliki arti mempererat persahabatan dan kekeluargaan.
“Jangan menilai buku dari sampulnya” mungkin adalah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan Spring Garden sebagai salah satu kafe yang sempat viral di daerah Kanal, Medan. Dari luar, Spring Garden mungkin terlihat seperti kafe biasa yang tak banyak menarik perhatian. Namun begitu kaki melangkah masuk, indra penglihatan kita akan dimanjakan dengan konsep taman (graden) yang menjadi daya tarik utama.
Dimsum merupakan salah satu camilan yang saat ini banyak digemari oleh sejumlah kalangan masyarakat di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya gerai dan restoran yang menjual dimsum dengan berbagai jenis.
Di tengah menjamurnya kafe di Kota Medan, Titik Koma hadir dengan keunikan yang membuatnya berbeda. Berada di Jalan Mojopahit No.12, tepat di seberang Sekolah St. Thomas, kafe ini tidak hanya menawarkan ragam menu kopi dan non-kopi yang lezat, tetapi juga memberi keleluasaan pada pengunjung untuk membawa makanan dari luar. Sebuah hal yang jarang ditemui di kafe kekinian.
