Hits: 26

Desy Setiawati / Diva Meilisa

Pijar, Medan. Kehidupan di Kota Medan berjalan cepat dan berisik, bukan? Mulai dari kesibukan kampus, hingga rutinitas kerja yang terkadang membuat kita penat. Di tengah hiruk-pikuk tersebut, banyak orang yang mencari tempat untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan menenangkan diri. Clapping Hands yang terletak di Jalan Kenangan Raya, Tanjung Sari, menjadi salah satu tempat yang bisa memberikan rasa tenang itu. Bukan sekadar tempat ngopi, tetapi juga menjadi ruang aman bagi siapa saja yang butuh waktu untuk sekadar menyendiri sambil menikmati sore.

Begitu masuk ke dalam kafe, suasananya langsung membuat setiap orang menjadi rileks. Musik pelan terdengar lembut di antara suara mesin kopi yang sesekali berbunyi. Barista menyapa dengan senyuman ramah, memberi kesan hangat dan bersahabat sejak langkah pertama.

Pengunjungnya kebanyakan anak muda, tetapi tidak jarang orang tua datang bersama anaknya untuk bersantai. Tidak hanya itu, ada juga yang datang berdua, bahkan sendirian di pojok kafe sambil membuka laptop, membaca buku, atau menatap ke arah luar jendela sambil menikmati kopi. Semua larut dalam suasana damai yang terkadang tidak dapat ditemukan di tengah hiruk-pikuk kota.

Desain interior kafe ini cukup sederhana, tetapi masih memiliki daya tarik tersendiri. Dindingnya berwarna dan bertekstur semen polos, dipadukan dengan kayu dan tanaman hijau kecil yang membuat ruangan terasa hidup. Meja besi berukuran standar disusun rapi, menciptakan jarak nyaman antarpengunjung.

Clapping Hands, Ruang Aman bagi Pikiran yang Penat - www.mediapijar.com
Bagian indoor dengan interior sederhananya
(Fotografer: Desy Setiawati)

 

Persis di salah satu sudut ruangan, kulkas yang berisi gelato dengan aneka warna dan rasa langsung menarik perhatian. Menu makanannya juga beragam, mulai dari makanan manis seperti Croissant, Cookies, Brownies, Pistachio Tart, hingga Chicken Truffle Noodle dan Matah Chicken yang menjadi kegemaran banyak orang ketika berkunjung ke Clapping Hands.

Kafe ini menawarkan suasana yang unik dan menarik. Pengunjung tidak akan disuguhkan dengan dentuman musik keras atau cahaya lampu yang membuat silau. Hanya ada ketenangan, tawa pelan, dan aroma kopi yang terasa hangat di hidung.

Banyak pengunjung yang datang bukan untuk beramai-ramai, tetapi untuk sejenak berdiam, mengerjakan tugas, menulis, atau sekadar menenangkan pikiran. Clapping Hands seolah menjadi ruang kecil untuk beristirahat dari dunia luar yang terkadang terlalu bising. Di tempat ini, diam rasanya bukan kesepian, tetapi ketenangan yang dirayakan.

Waktu yang paling tepat untuk datang ke Clapping Hands adalah ketika siang menjelang sore hari. Cahaya matahari masuk melalui jendela besar, berpadu dengan lampu kuning redup yang membuat suasananya semakin hangat dan lembut. Jika dilihat dari luar mungkin terlihat biasa saja, tetapi di dalamnya tersimpan rasa nyaman yang sulit dijelaskan. Di tengah ramainya Kota Medan, Clapping Hands menjadi ruang kecil yang mampu membuat banyak orang merasa nyaman.

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment