Di tengah teriknya cuaca kota Medan dan padatnya aktivitas sehari-hari, tempat bersantai yang menawarkan varian menu segar dan manis tentu menjadi pelarian yang dicari banyak orang. Pada situasi ini, Cooler City Ice Cream hadir untuk memanjakan lidah siapa saja yang datang.
Baru-baru ini, dunia kuliner kembali diramaikan oleh sebuah tren manis yang menarik perhatian banyak orang, yaitu Mochi Donut. Siapa yang tidak kenal mochi dan donat? Dua camilan ini telah lama menjadi favorit banyak orang.
Hujan rintik-rintik seolah menari membasahi jalanan malam itu, menyisakan aroma tanah basah dan aspal dingin. Sepasang mata tertuju pada kedai dengan suasana remang, hangat, dan mengundang. Pencahayaan yang malu-malu mendukung cuaca dingin malam itu, Soember Redjeki, demikian namanya, berdiri di Jalan Gunung Pusuk Buhit No. 5, Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara
Tau Kua Heci adalah perwujudan bagaimana kuliner mampu menjadi penanda percampuran budaya. Hidangan ini lahir dari akulturasi masyarakat Tionghoa dengan cita rasa lokal yang sudah akrab di lidah orang Indonesia. Walau sederhana, perpaduan bahan dan bumbu di dalamnya menyimpan kisah panjang tentang bagaimana makanan bisa menjembatani perbedaan.
Kota Medan kembali menghadirkan tempat nongkrong baru yang mencuri perhatian para pencinta suasana unik dan estetik. Namanya Gatto Cat & Antique Doll Cafe, berlokasi di Jalan Gunung Seulawah No. 22, Glugur Darat I, Medan Timur.
Bagi sebagian orang, keong sawah mungkin terdengar aneh untuk dimakan. Namun, bagi masyarakat Sunda dan beberapa daerah di Jawa Barat, keong sawah atau Tutut justru menjadi kuliner legendaris yang menggoda selera.
Kehidupan di Kota Medan berjalan cepat dan berisik, bukan? Mulai dari kesibukan kampus, hingga rutinitas kerja yang terkadang membuat kita penat. Di tengah hiruk-pikuk tersebut, banyak orang yang mencari tempat untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan menenangkan diri. Clapping Hands yang terletak di Jalan Kenangan Raya, Tanjung Sari, menjadi salah satu tempat yang bisa memberikan rasa tenang itu. Bukan sekadar tempat ngopi, tetapi juga menjadi ruang aman bagi siapa saja yang butuh waktu untuk sekadar menyendiri sambil menikmati sore.
Di balik aroma gurih dan warna kuning keemasan yang menggugah selera, terselip kuliner khas Banyumas bernama Mendoan. Gorengan ini bisa diolah dengan tahu atau tempe, meski umumnya masyarakat lebih sering mengolah tempe mendoan
Tempat nongkrong yang nyaman, harga terjangkau, dan suasana santai menjadi kebutuhan yang semakin dicari masyarakat, terutama di kota-kota besar seperti Medan. Setelah sukses membuka cabang pertama di Lubuk Pakam dan merambah ke Tebing Tinggi, Me & You Cafe kembali hadir dengan cabang ketiga yang berlokasi di Jalan Alfalah Nomor 23, Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara.
Di sudut Jalan Sei Mencirim, Babura, sebuah plakat sederhana bertuliskan “Not your ordinary kedai” mengundang rasa penasaran. Slogan yang menjadi ciri khas Kedai Ama 27 ini seakan menegaskan, bahwa kedai ini bukan sekadar tempat nongkrong biasa. Lebih dari itu, Kedai Ama 27 menghadirkan kehangatan dan cita rasa khas nusantara yang dikemas secara modern.
