Jalan-Jalan

Ragam Sambal Nusantara Yang Menggugah Selera

Sambal memang berbahan utamakan cabai yang dapat memberikan sensasi dan cita rasa pedas. Tetapi, terdapat fakta unik yang harus kalian ketahui. Sambal pertama di Indonesia bukanlah dibuat dari cabai, melainkan dari jahe. Hal ini dapat terjadi karena jahe dan cabai sama-sama memiliki kesamaan dalam segi rasa, yaitu rasa pedas. Seiring berkembangnya budaya kuliner di Indonesia, maka sambal kini berevolusi menjadi sajian yang berbahan utamakan cabai.

Read more

Jalangkote, Jajanan Khas Makassar Yang Istimewa

Sobat Pijar masih ingat tidak dengan kasus yang merundung seorang anak bernama Rizal yang menjual jalangkote di Sulawesi? Hal ini menarik perhatian serta simpati banyak orang. Selain bersimpati terhadap hal yang menimpanya, banyak orang penasaran dengan gorengan yang dijual oleh Rizal. Lantas, seperti apa panganan jalangkote itu?

Jalangkote merupakan kuliner khas Makassar yang bisa disebut sebagai jajanan “legend”. Namanya sendiri berasal dari kata “jalang” yang berarti jalan dan “kote” yang berarti berkotek-kotek atau berteriak. Dinamakan jalangkote karena sejarahnya jajanan ini dijual oleh anak-anak yang berkeliling sembari berteriak. Dilansir dari berbagai sumber, jajanan ini sudah ditetapkan sebagai top 10 kuliner khas kota Makassar oleh pemerintah setempat.

Read more

Rasa Getir dalam Mi Tradisional Batak Toba

Makanan daerah merupakan salah satu makanan yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia dan dikenal luas oleh masyarakat. Salah satu makanan daerah yang cukup terkenal di Sumatra Utara yaitu mi gomak.

Siapa yang tidak mengenal makanan daerah yang satu ini, hampir setiap kalangan dari berbagai umur tertarik untuk mencicipinya. Walaupun tergolong sebagai makanan daerah yang gampang kita temukan di setiap sudut wilayah Indonesia, makanan yang satu ini mungkin tidak akan kalah saing dengan makanan-makanan lainnya.

Read more

Indomie vs Mie Sedaap, Kamu Tim Yang Mana?

Musim penghujan telah tiba. Selain kenangan bersama mantan yang kembali menguap ke permukaan, ingatan tentang si keriting kuning lezat yang disajikan dengan kuah hangat, irisan sayuran, dan cabe rawit yang dijual di warkop persimpangan jalan pun juga bikin merindu. Masih dengan si keriting, namun dengan varian yang berbeda. Varian yang disajikan dengan lebih kering dan berminyak, serta kecap yang banyak dan telur ceplok di atasnya. Mmm… siapa yang berani menolak?

Read more