Hits: 25

Davva Abror Supriadi / Farrel Kresna Maruli Sibuea

Pijar, Medan. Kawasan Kota Medan di siang hari nyaris tidak memberi ruang jeda untuk masyarakat. Lalu lintas padat yang disertai ramainya suara klakson dan masyarakat bergegas berlalu-lalang, panas terik, hingga jalanan yang sesak ini menunjukkan betapa sibuknya Medan di siang hari dan bagaimana alis tiap warganya selalu berkerut dengan dahi. Meski begitu, wajah kota kian berubah ketika malam telah tiba. Suasana yang sebelumnya padat, berubah menjadi kenyamanan yang jarang didapatkan.

Ketika lampu-lampu jalan mulai menyala, deretan angkringan juga berdatangan satu per satu. Lampu remang-remang dengan asap tipis yang menyebar di udara, membawa aroma bakaran dan makanan yang mengundang selera. Suasana yang disajikan mulai dari kipasan asap pedagang kaki lima, hingga dihiasi dengan bangku-bangku kecil di sekitarnya menghadirkan nuansa yang jauh lebih bersahabat dan sederhana dibandingkan dengan kepadatan di siang hari.

Suasana angkringan di malam hari (Fotografer: Davva Abror Supriadi) - www.mediapijar.com
Suasana angkringan di malam hari
(Fotografer: Davva Abror Supriadi)

Bagi Jennifer, salah satu pengunjung angkringan malam, suasana malam memberi nuansa yang lebih menyenangkan.

“Nongkrong malam-malam di angkringan itu lebih nyaman. Suasananya lebih enak,” ujarnya.

Jennifer menambahkan kesan yang diberikan ketika duduk di angkringan yang membawakan gemerlap kota di malam hari atau city light. Nuansa ini dapat menghidupkan pemandangan langit malam, sembari menikmati secangkir kopi. Selain itu, alasan Jennifer nongkrong di malam hari juga karena penyesuaian waktu dengan pekerjaan yang kerap dilakukan di siang hari.

Elvira, pengunjung lainnya, juga menambahkan bahwa ia senang mengunjungi angkringan, terutama di daerah Jend Ahmad Yani VII, Kesawan, Kec. Medan Barat, Kota Medan.  Keunikan bersimpuh di angkringan tersebut adalah kondisi pengunjung yang belum terlalu ramai di jam malam, sehingga kesunyian dan hembusan angin segar yang menemani pengunjung angkringan masih dapat dirasakan.

Angkringan Malam Kota Medan, Rumah Kedua Saat Lampu Jalan Menyala - www.mediapijar.com
Pengunjung di angkringan malam hari
(Fotografer: Farrel Kresna Maruli Sibuea)

 

Suara dari balik lapak pedagang turut memperkuat gambaran suasana malam yang jauh lebih bersahabat dibandingkan dengan siang. Wajir, salah satu pedagang angkringan, menyatakan bahwa berdagang di malam hari memberikan suasana nyaman untuk mencari sumber penghasilan.

Selain kehadiran pengunjung yang ramai, berdagang di malam hari juga memberikan keuntungan bagi pedagang untuk menghemat waktu dan tenaga, serta menghasilkan nominal rezeki yang sama dengan berdagang dari pagi hingga sore.

“Saya lebih suka berdagang ketika malam, karena berdagang mulai pagi hingga sore itu terasa panas. Dari  pengunjungnya juga lebih ramai [di malam hari], dan mereka ikut merasakan kenyamanan juga. Kalau rezeki, jika dari pagi kita beraktivitas, penghasilannya sama saja dengan hanya malam,” jelasnya.

Wajir mulai membuka dagangan dari pukul delapan malam hingga menjelang tengah malam, serta waktu paling ramai pengunjung dimulai pukul 20.30 atau 21.30 WIB. Semakin malam, maka akan semakin ramai pula pembelinya.

Pengunjung yang datang juga beragam, Wajir menyatakan ada yang berkunjung sendiri, ada yang dengan pasangan, hingga kelompok atau keluarga yang meramaikan keadaan malam di angkringan.

Wajir menambahkan bahwa berdagang di malam hari juga perlu penyesuaian hidangan. Sebagai pedagang bakso, Wajir kerap menghidangkan olahan sup sebagai makanan utama. Terkadang, ia juga memberikan variasi pugas kacang atau sambal, dengan menyesuaikan selera pengunjung.

Pada akhirnya, angkringan malam di Kota Medan menawarkan sesuatu yang tidak pernah bisa diberikan di siang hari, di balik hiruk-pikuk yang sama dengan siang hari, suasana malam tetap memberikan ruang untuk berhenti, bernapas, dan rasa nyaman. Saat kota menggelap, angkringan justru menyala, menjadi titik temu antara hangatnya makanan, sejuknya malam, dan cerita-cerita manusia yang mencari jeda dari padatnya siang hari.

(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

Leave a comment