Hits: 8
Putri Theresia
Pijar, Medan. Siapa yang tidak kenal dengan makanan kenyal mengenyangkan ini? Di tengah berbagai kuliner modern yang viral, Aci tetap ada sebagai pangan sederhana yang tidak pernah kehilangan penggemarnya. Berbagai makanan olahan Aci mudah kita temukan di berbagai tempat. Mulai dari kuliner pinggir jalan, hingga di gerai kuliner modern.
Meski begitu, di balik popularitasnya di masa sekarang, Aci dulunya merupakan makanan yang dikonsumsi rakyat jelata. Aci yang berasal dari singkong ini merupakan bahan makanan yang murah meriah dibandingkan gandum dan beras. Meski murah, Aci tetap mampu memberikan rasa kenyang yang setara.
Dilansir dari food.detik.com, singkong yang menjadi bahan dasar Aci bukanlah tanaman asal Indonesia. Singkong berasal dari Amerika Selatan yang dibawa oleh bangsa Portugis ke Maluku. Di wilayah Jawa Barat, singkong kemudian diolah menjadi tepung Aci. Pengetahuan ini diwariskan turun-temurun, misalnya melalui pengrajin tradisional di daerah Cirendeu, yang sejak lama memproduksi Aci sebagai bagian dari budaya kuliner lokal.
Mengutip dari goodnewsfromindonesia.id, jajanan Aci merupakan representasi budaya Jawa Barat yang dikenal dengan berbagai kreativitas olahan jajanan. Tidak hanya kreatif dalam mengolahnya, masyarakat Jawa Barat juga kreatif dalam memberikan nama-nama untuk makanan berbahan Aci. Misalnya, “cireng” yang berarti Aci digoreng, sedangkan “cilok” yang berarti Aci dicolok.
Ragam jajanan Aci terus berkembang, mulai dari yang klasik hingga modern. Beberapa makanan olahan Aci, yaitu:
- Cilok (Aci Dicolok): Aci dibentuk menjadi bola-bola kecil, kemudian direbus. Bentuknya mirip bakso, tetapi lebih kenyal. Biasanya disajikan dengan bumbu kacang atau saus sambal.
- Cireng (Aci Digoreng): Aci yang dibumbui lalu digoreng pipih. Teksturnya garing di luar, tetapi tekstur di dalamnya lunak.
- Cimol (Aci Digemol): Bola Aci kecil yang digoreng, seringkali ditaburi bumbu bubuk perasa.
- Cilor (Aci Telor): Potongan Aci yang digoreng bersama kocokan telur.
- Cipuk (Aci Kerupuk): Kerupuk mentah yang dihancurkan dan dicampur adonan Aci.
Tidak berhenti di situ, inovasi terus bergulir. Kini kita juga mengenal bakso Aci, sajian berkuah pedas dengan topping pilus dan cuanki yang menjadi jajanan paling digemari di kalangan anak muda. Bahkan, cireng kini tidak lagi polosan, ada cireng isi ayam suwir mercon, keju mozzarella, hingga cireng bumbu rujak yang masuk ke pasar frozen food modern.
Dari bahan sederhana, Aci telah berkembang menjadi simbol kreativitas kuliner lokal. Aci menjadi bukti bahwa masyarakat mampu mengolah komoditas murah menjadi jajanan yang tidak hanya lezat, tetapi juga punya daya jual tinggi. Sejarah panjang singkong dan inovasi kuliner modern menjadikan Aci sebagai ikon jajanan yang bertahan dari masa ke masa.
Aci bukan hanya tentang rasa dan tekstur kenyal yang membuat ketagihan. Ia merupakan cerita tentang perjalanan, kreativitas, dan identitas kuliner Indonesia yang tumbuh dari hal-hal sederhana.
(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

