Hits: 51

Tamara Laisa Damanik / Kelly Kidman Salim

Pijar, Medan. Selalu mendapat pengkhianatan dari sahabat sendiri, kekecewaan besar, serta kehilangan sosok yang ia cintai, yaitu orang tua dan adik tirinya. Bukan berarti harus menyerah dan putus asa, melainkan memilih untuk bangkit dan melanjutkan hidup. Meninggal dunia dan meninggalkan hartanya yang cukup besar dengan hasil kerja kerasnya sendiri di Paris. Tetapi, mengapa ia tidak menyerah dan melanjutkan hidupnya sebatangkara? Apakah warisan terbesar manusia hanyalah harta, atau justru jejak kebaikan yang ditinggalkan?

Buku karya Tere Liye banyak mengajarkan kita tentang arti kesabaran, pentingnya integritas, makna pengorbanan, atau keberanian menghadapi hidup. Ada juga yang mengenai kekeluargaan, persahabatan, perjuangan hidup, dan kehilangan, tetapi novel Tentang Kamu menceritakan mengenai perjalanan hidup seorang wanita bernama Sri Ningsih yang penuh dengan tantangan, luka yang mendalam, dan perjuangan.

Novel ini mengisahkan seorang pria pengacara di Prancis bernama Zaman Zulkarnaen, yang ditugaskan oleh atasannya untuk memecahkan satu kasus dari Sri Ningsih, seorang klien yang meninggalkan warisannya sebesar 1% yang memiliki jumlah 19 triliun. Dengan latar belakang yang sangat sulit untuk didapat oleh Zaman, Sri meninggalkan sebuah catatan harian yang diberikannya kepada pengurus panti, Aimee, sebagai orang yang ia percayai. Isi dari catatan harian tersebut ialah pemecahan kasus harta waris yang disebut Sri sebagai juz.

Juz pertama ialah kesabaran (1946–1960). Di sini pembaca akan menyaksikan kisah di masa kecil Sri Ningsih yang sarat akan kesedihan. Orang tua Sri mengajarkan kesabaran dan keteguhan. Dari kecil, Sri sudah belajar arti perjuangan hidup.

Juz kedua ialah persahabatan (1961–1966). Pembaca akan menikmati persahabatan indah yang secara tiba-tiba berganti menjadi sebuah kedengkian yang amat mendalam. Kisah Sri Ningsih pada zaman ini akan mengajak para pembacanya merasakan guncangan politik Indonesia, yang pada zaman itu masih didominasi oleh Partai Komunis.

Juz ketiga ialah keteguhan hati (1967–1979). Menceritakan semangat yang dimiliki Sri Ningsih dan juga akan diperlihatkan mengenai sejarah di Jakarta pada zaman dulu. Keteguhan hati Sri diuji dan dilatih sampai ia bisa memiliki sebuah perusahaan. Pertanyaan atas  kepemilikan 1% yang dimiliki oleh Sri Ningsih.

Juz keempat ialah cinta (1980–1999). Bagian ini mengisahkan tentang perjalanan cinta Sri dengan pasangannya yang bernama Hakan. Di bagian inilah, para pembaca akan dibuat campur aduk perasaannya. Ada rasa haru, suka, duka, dan tawa bahagia yang akan menemani pembaca dalam membaca kisah ini.

Juz kelima ialah memeluk semua rasa sakit (2020). Pada bagian ini akan mengisahkan kemampuan Sri Ningsih mengikhlaskan semua kejadian dan persoalan yang terjadi dengan dirinya. Di mana Sri Ningsih berpindah-pindah, mulai dari London, kemudian Paris, dan akhirnya menetap di panti jompo.

Kisah ini menyadarkan kita bahwa hidup yang bermakna bukan diukur dari banyaknya harta, tetapi dari seberapa besar manfaat kita bagi orang lain. Kisah hidup Sri Ningsih juga mengajarkan bahwa kejujuran merupakan harta paling berharga yang tidak ternilai dengan uang. Sepanjang hidupnya, ia selalu berpegang pada nilai tersebut meskipun menghadapi banyak kesulitan. Pembaca juga diajak menyadari bahwa kekayaan sejati tidak terletak pada harta benda, melainkan pada amal, kebaikan, dan kesederhanaan yang kita tinggalkan.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment