Hits: 76

Lowla Santa Claudia Manurung

Pijar, Medan. Ayah adalah sosok yang menjadi garda terdepan di saat apapun situasi kehidupan melanda diri kita. Tiada satupun di dunia ini yang dapat membayar rasa sayang ayah kepada anaknya. Segala perjuangan dan bentuk kasih sayang oleh ayah dapat kita saksikan dari sebuah film asal Malaysia, karya Mohd Shah Faizul dalam sebuah film yang berjudul Babah.

Babah menceritakan tentang seorang ayah bernama Isyak yang diperankan oleh Qi Razali, digambarkan memiliki kekurangan dalam pendengaran sehingga diharuskan memakai alat bantu dengar. Hari-harinya dipenuhi dengan kerjaannya sebagai arsitek dan mengurus Maya yang diperankan oleh Sweet Qismina, si putri kecil kebanggaannya. Tidak sendirian, Isyak ditemani oleh istrinya, yakni Hayati yang diperankan oleh Cristina Suzanne Stockstill dalam membesarkan dan mendidik putri kecil mereka.

Membesarkan Maya tentu tidak mudah karena permasalahan di dalam cerita, dimulai sejak Isyak dipecat dari pekerjaannya, sehingga ia rela melakukan apa saja untuk keluarga kecilnya. Menjadi badut penghibur, bekerja di toko jam, menyebarkan selebaran, hingga menggadaikan jam tangan kesayangannya untuk keluarganya.

Maya yang sedari kecil dekat dengan Babahnya merasa terkekang saat dirinya beranjak remaja. Babah yang selalu antar-jemput dirinya di setiap saat, membuat Maya tidak punya waktu bermain dengan teman-temannya. Hingga puncak permasalahan terjadi ketika Maya berbohong tidak pergi les piano kepada Babah agar dapat menonton konser dengan teman-temannya. Pertengkaran hebat terjadi di antara keduanya yang mengakibatkan Babah kehilangan pendengarannya untuk selamanya.

Suatu hari, Ikmal yang diperankan oleh Adam Lee, diceritakan sebagai teman masa sekolah Maya yang baru kembali ke Malaysia setelah bekerja di Inggris. Keduanya menjadi dekat dan menjalin hubungan yang lebih serius. Tentu saja, izin dari Babah tidaklah mudah untuk mereka dapatkan. Segala usaha dilakukan demi memikat hati dan mendapatkan restu dari Isyak, sang babah.

Cobaan hidup kembali dirasakan oleh keluarga kecil ini, ketika Maya melahirkan dan didiagnosa Sindrom Guillain-Barré, sebuah gangguan neurologis langka di mana sistem kekebalan tubuh menyerang saraf perifer, sehingga menyebabkan mati rasa, kesemutan, dan kelemahan otot yang dapat berkembang menjadi kelumpuhan dan berpotensi mengancam jiwa. Setelah mendapatkan diagnosa Sindrom Guillain-Barré, apa yang terjadi kepada Maya? Apa yang babah rasakan dan lakukan untuk putri kecilnya tersebut?

Film ­Babah ini cocok untuk ditonton bersama keluarga. Di saat kita sering menganggap ayah merupakan sosok yang menjengkelkan dan selalu mengatur setiap aspek kehidupan, nyatanya menjadi seorang ayah tidaklah semudah itu. Mereka juga pertama kali menjadi orang tua bagi kita. Kalau kamu ingin melihat bagaimana kacamata menjadi seorang ayah, maka film ini sangat cocok untuk kamu tonton.

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment