Hits: 61
Indra Rana Zafira Silaban
Pijar, Medan. Bagaimana perasaanmu ketika tim polisi tiba-tiba datang ke rumah dan membawamu paksa ke kantor polisi dengan dugaan sebagai pelaku kasus pembunuhan? Hal mengejutkan ini terjadi dalam serial Adolescence yang sukses mengguncang para penonton setia Netflix dengan tayangan perdananya pada Kamis (13/3/2025).
Adolescence merupakan seri mini dengan tema kriminal psikologis yang disutradarai oleh Philip Barantini dan ditulis oleh Jack Thome, serta Stephen Graham. Hadir dengan empat episode dalam satu serialnya, Adolescence berdurasi kurang lebih 50-60 menit tiap episodenya, menampilkan para pemain dengan kemampuan akting yang memukau.
Mengisahkan tentang seorang remaja laki-laki berusia 13 tahun bernama Jamie Miller—diperankan oleh Owen Cooper—yang ditangkap atas tuduhan sebagai pelaku kasus pembunuhan remaja perempuan yang merupakan teman sekolahnya. Penangkapan oleh dua detektif kepolisian, Luke Bascome dan mendatangkan seorang pengacara dan Misha Frank secara tiba-tiba menimbulkan keterkejutan, terutama bagi ayahnya, Eddie Miller—diperankan oleh Stephen Graham yang juga menjadi penulis Adolescence.
Pada episode satu, Jamie meminta sang ayah untuk menjadi pendampingnya, serta meminta untuk mendatangkan seorang pengacara selama proses penyelidikan berlangsung. Selama sesi interogasi dengan Luke dan Misha, Jamie menampilkan gelagat nonverbal yang tampak mencurigakan.
Penyangkalan terus dilakukan oleh Jamie dengan ayahnya yang masih percaya bahwa anaknya tidak bersalah. Namun, kepolisian memiliki bukti yang kuat. Rekaman CCTV di lokasi kejadian menampilkan Jamie dan korban yang tampak mengalami pertikaian beberapa jam sebelum pembunuhan terjadi. Dengan bukti-bukti pendukung lainnya, hal tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa Jamie merupakan pelaku pembunuhan tersebut.
Kekecewaan sang ayah tidak bisa ditampik. Raut wajahnya menyatakan rasa keterkejutan yang luar biasa terhadap bukti kuat yang menimpa anaknya. Dari interogasi tersebut, kedua detektif kepolisian tersebut semakin gencar mencari bukti yang kuat.
Dalam episode dua, Luke dan Misha mendatangi sekolah Jamie dan korban untuk mencari bukti dengan mendatangi kelas Jamie dan melakukan interogasi dengan Jade, teman korban. Penyelidikan berlangsung dramatis ketika Ryan, salah satu teman Jamie melompat keluar jendela kelas dan melarikan diri dari Luke. Aksi kejar-kejaran tersebut menjadikan Ryan sebagai salah satu tersangka yang terlibat.
Dalam sesi penyelidikan lapangan tersebut, Luke mendapatkan informasi dari Adam, anaknya yang juga bersekolah di sana tentang Jamie. Adam berkata bahwa dalam postingan Instagram korban, ia menganggap bahwa Jamie adalah bagian dari “Incel”, sebuah komunitas dimana laki-laki tidak mampu menjalin hubungan romantis dan sering kali memiliki pandangan misoginis.
Bukti-bukti yang ditemukan membuat Jamie harus menjalani pembinaan di tempat khusus anak. Beberapa psikolog pun didatangkan untuk menggali informasi yang dapat digunakan dalam kasus tersebut melalui pendekatan yang inklusif.
Adolescence bukan hanya serial kriminalitas biasa. Film ini sebenarnya sangat erat kaitannya dengan kehidupan bersosial. Bagaimana pengaruh media sosial sangat berperan dalam terjadinya kasus pembunuhan tersebut.
Hal tersebut terungkap dari penjelasan Jamie ketika sedang diinterogasi oleh salah satu psikolog di rumah pembinaan anak. Jamie mengungkapkan bagaimana ia sebagai seorang remaja memaknai sentuhan romansa dan perasaan ketika melihat foto korban yang tersebar di media sosial. Jamie juga mengungkapkan pandangannya terhadap komunitas Incel.
Penonton semakin dibuat tercengang dengan pengungkapan Jamie tentang efek yang timbul ketika ia melihat foto korban yang tersebar di salah satu media sosial, ungkapan yang tidak disangka keluar dari mulut seorang remaja 13 tahun terhadap foto korban yang tidak etis untuk disebarluaskan di media sosial.
Peran media sosial juga menjadi alasan dibalik terjadinya kasus tersebut. Berdasarkan unggahan korban sebelum kejadian, korban tampak mengunggah sesuatu di media sosial yang menyatakan bahwasannya Jamie adalah seorang Incel.
Hal tersebut menjadi praduga terjadinya pertikaian yang berujung pada pembunuhan.
Serial yang mengangkat tema kriminal psikologis ini menyampaikan pesan kepada penonton tentang pentingnya etika dalam bermedia sosial, terlebih lagi pada masa kini, tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial memiliki peran penting dalam kehidupan bersosial.
Media sosial memiliki jangkauan yang sangat luas, sehingga apapun aktivitas yang dilakukan hendaknya perlu diperhatikan dengan baik. Jangan sampai sesuatu yang dilakukan hanya sebagai hiburan, malah menjadi bom waktu bagi diri sendiri.
(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

