Hits: 55
Muhammad Fikri Haikal Saragih
Pijar, Medan. Ada cara lain yang tak kalah lantang dalam menyuarakan hak dan harapan rakyat selain turun ke jalanan, yaitu dengan musik. Instrumen menjadi senjata, panggung menjadi ruang berbicara, dan lagu menjadi wadah menyampaikan asa yang tak lekas terbalas. Melalui lagu “Padi Milik Rakyat”, kritik terhadap ketimpangan hak rakyat dapat diucap dengan nada dan irama.
Siapa yang tidak kenal Feast? Grup musik yang berani menyuarakan pendapat melalui lagu-lagunya. “Padi Milik Rakyat” menjadi salah satu lagu pada album Beberapa Orang Memaafkan yang menggambarkan keresahan dan kemarahan masyarakat, seperti kaum buruh dan tani.
Lagu ini merupakan karya seni yang mengandung unsur kritis. Menyuarakan penderitaan yang dialami rakyat kecil, mengkritisi keculasan yang dilakukan oleh pemegang kekuasaan, dan ketimpangan kesejahteraan menjadi hal-hal yang ditampilkan di tiap lirik dan cuplikan musik ini.
Melalui liriknya, tiap bait berbunyi pesan-pesan menohok yang ditujukan ke segelintir kaum. Lagu ini mengajak pendengar untuk terus mengingat bahwa semuanya merupakan hak milik rakyat.
Padi milik rakyat
Padi milik rakyat
Siapa berani merampas lumbung padi milik rakyat?
Penggalan lirik ini mengisyaratkan setiap yang dihasilkan oleh rakyat akan kembali menjadi hak rakyat. Tidak ada yang boleh merampas hasil jeri payah yang telah didapat untuk kepentingan sekelompok orang. Reff ini menyerukan perlawanan jika ada yang berani merugikan rakyat.
Bagian menarik lainnya dari lagu ini adalah “Siapa hidup mewah hingga lupa badan jadi mayat?” yang mengandung unsur kritik tajam terhadap para penguasa yang hidup mewah dan bergelimang harta tanpa memedulikan jeritan suara rakyat.
Badan jadi mayat
Badan jadi mayat
Siapa hidup mewah hingga lupa badan jadi mayat?
Seluruh bait dalam liriknya berbunyi irama yang lantang dan berani. Hal ini menunjukkan bahwa lagu “Padi Milik Rakyat” bukan sekadar karya yang dibuat oleh sekelompok musisi, melainkan sebuah aksi untuk menyuarakan penderitaan dan perlawanan dari rakyat.
Pajak dari rakyat
Pajak dari rakyat
Siapa yang berani memakai uang pajak dari rakyat?
Tidak kalah menarik, bait-bait ini semakin memperjelas bahwa pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang berada di atas bangku jabatan, menikmati penghasilan dari rakyat kecil. Pajak yang seharusnya kembali digunakan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, malah digunakan oleh mereka yang punya kuasa.
Dalam lagu ini, Feast sukses menggabungkan melodi yang berani dengan kritik sosial yang kuat. Dengan energi musik yang intens, petikan gitar yang bahadur, serta vokal yang lantang, lagu ini berhasil menyuarakan kegelisahan kolektif terhadap kondisi sosial yang masih relevan hingga saat ini.
Secara garis besar, lagu ini menyoroti ketimpangan sosial dan perilaku korupsi yang sangat merajalela di Indonesia pada tahun 2017 hingga 2018. Namun, lagu sekaligus kritik ini, kembali mencuat karena relate dengan situasi pada tahun 2025 yang mencekam dan penuh kekacauan atas ketidakadilan beberapa pihak.
Hal menarik yang mampu menciptakan kesan berani di benak pendengar adalah bagian terakhir video klip lagu “Padi Milik Rakyat” ini di kanal YouTube Feast. Lagu ini menampilkan cuplikan puluhan nama tersangka Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2017-2018 yang disensor.
Atas nama rakyat
Atas nama rakyat
Siapa berani kerap berbohong atas nama rakyat?
(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

