Hits: 43

Cintya Novi Yanti

Pijar, Medan. Apa sebenarnya arti kebahagiaan dalam hidup kita? Apakah kebahagiaan berarti mimpi yang tercapai setelah perjuangan panjang? Apakah saat kita memiliki lingkaran persahabatan yang selalu mendukung? Ataukah ketika sosok yang kita cintai hadir di sisi kita setiap waktu?

Setiap orang tentu memiliki definisinya sendiri. Ada yang merasa bahagia saat berhasil meraih impiannya, ada yang menemukan kebahagiaan lewat kehadiran orang-orang tersayang, bahkan ada pula yang makna bahagianya sederhana saja, cukup dengan melihat unggahan baru dari idola favorit di media sosial. Namun, pertanyaan pentingnya adalah, sudahkah kita benar-benar memahami makna kebahagiaan yang kita cari selama ini?

Pertanyaan inilah yang coba dijawab melalui buku Untuk Kamu yang Berhak Bahagia, karya Tissa Biani. Terbit pada tahun 2020 oleh penerbit Bukune, buku ini menghadirkan kumpulan tulisan refleksi yang mengajak pembaca untuk berhenti sejenak dan meresapi setiap momen untuk belajar bersyukur dan bahagia. Tissa menyajikan tulisannya dengan gaya bahasa yang tulus dan hangat, seakan ia adalah sahabat lama yang berbincang dengan kita sambil memberikan nasihat kecil tentang bagaimana menemukan arti bahagia.

Pada bab pertama, Tissa banyak menyampaikan tentang impian, perjuangan, serta pentingnya untuk bersyukur atas hal-hal sederhana. Melalui bab ini, ia menekankan bahwa kita patut bahagia merayakan sekecil apa pun kebaikan yang mampir dalam hidup kita. Selain itu, dalam bab ini, kita diingatkan untuk menjadi diri sendiri tanpa harus goyah oleh omongan orang lain. Dalam buku ini, terdapat pesan sederhana yang jarang kita terapkan dalam kehidupan, yaitu bersyukur merupakan kunci dari kebahagiaan.

Pada bab kedua hingga bab kelima, makna kebahagiaan diarahkan pada orang-orang di sekitar kita. Seiring bertambahnya usia, kita sering menyadari bahwa lingkup pertemanan kita semakin mengecil dengan orang yang silih berganti. Buku ini menyoroti bagaimana persahabatan yang tulus dapat membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik. Persahabatan bukan hanya tentang seberapa banyaknya orang yang hadir dalam lingkup tersebut, melainkan tentang siapa yang selalu ada di sisi kita, baik dalam suka maupun duka.

Pada bab ini, Tissa juga mengingatkan kita untuk berhati-hati dalam bermedia sosial melalui setiap kata yang kita sampaikan. Tanpa kita sadari, apa yang kita ketikkan di media sosial dapat memberikan dampak besar bagi diri sendiri dan orang lain.

Selain arti kebahagiaan yang ingin disampaikan, hal menarik dari buku ini adalah ilustrasi dengan beragam warna yang mendampingi tulisan. Dalam beberapa halaman, ilustrasi bahkan menampilkan Tissa Biani sebagai bagian dari visual.

Keunggulan buku ini terletak pada ilustrasi visual yang dihadirkan, sehingga membantu pembaca dalam memahami lebih dalam mengenai pesan yang ingin disampaikan serta membuat setiap halaman terasa lebih hidup. Tissa juga memilih penggunaan bahasa yang lembut tanpa menggurui. Ia tidak langsung menjelaskan makna kebahagiaan itu secara mutlak, melainkan mengajak pembaca untuk menemukan arti kebahagiaan mereka sendiri melalui rasa syukur, perjuangan, dan persahabatan.

Buku Untuk Kamu yang Berhak Bahagia ini dapat menjadi buku pengingat bagi pembaca bahwa setiap orang berhak untuk mendapatkan kebahagiaan, meski banyak rintangan yang harus dilalui. Arti kebahagiaan tidak hanya datang melalui hal-hal besar dan harus menunggu momen yang sempurna untuk merasakannya. Namun, kebahagiaan sering muncul dalam hal-hal kecil yang tanpa kita sadari terlewatkan. Buku ini menegaskan bahwa kita layak untuk tersenyum, bersyukur, dan menemukan kebahagiaan dengan cara kita sendiri.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment