Awal Tahun 2013 anak Medan kembali melahirkan sebuah karya yang layak untuk diapresiasi oleh para pecinta film indie di Kota Medan. Para insan muda ini tergabung dalam komunitas yang bernama OnEto Films dan berhasil menelurkan sebuah karya audio visual yang berjudul The Deepest.
Dalam membicarakan antara sejarah dan film, ada sebuah film yang bernama Full Metal Jacket (1987). Film ini, menceritakan tentang pengalaman para tentara Amerika yang dikirim ke Vietnam, namun di film ini tidak hanya terus menggambarkan kekejaman perang. Ada beberapa adegan yang memperlihatkan kekonyolan para tentara dalam menyikapi perang itu sendiri.
Siapa pun kita, Pasti punya seseorang yang kita suka secara diam-diam. Saat kita memikirkan dia, kita merasa seperti, hmmmm.. ada sedikit rasa sakit di dada. Tapi kita tetap ingin menyimpan dia di dalam hati.
Februari ini, bertambah lagi satu titel film Indonesia hasil adaptasi. Setelah “5 cm” dan “Habibie dan Ainun”, kini hadir film Rectoverso. Film ini diangkat dari kumpulan cerpen dengan judul yang sama karya novelis papan atas Indonesia, Dewi Lestari.
“Was that as good for you as it was for me?”
– Mr. Blonde –
Sebuah film dari kisah nyata selalu menarik untuk kita tonton. Pertanyaan besar sebelum menontonya adalah apa yang membuatnya bagitu istimewa hingga hal tersebut di difilmkan.
Rurouni Kenshin Meiji Kenkaku R?mantan alias RuRoKen atau dikenal sebagai Samurai X di Indonesia merupakan salah satu manga/anime berpengaruh bagi saya waktu kecil sampai sekarang.
Perfilman Indonesia mulai menampakkan tajinya di tahun 2012 ini. Beberapa diantaranya merupakan hasil adaptasi dari novel. Sebut saja film Test Pack, 5cm dan Perahu Kertas. Film yang diadaptasi dari novel lainnya dan juga mendapat sambutan hangat adalah ‘Habibi dan Ainun’.
5cm merupakan sebuah film yang diadaptasi dari novel karya Donny Dirgantoro dengan judul yang sama. Pada saat pembuatan filmnya, novel ini telah memasuki cetakan ke dua puluh lima. Sebuah pencapaian yang luar biasa.
Bagi setiap orang, cinta memiliki makna yang berbeda-beda. Beberapa orang berkata bahwa memaknai cinta itu harus begini, cinta itu harus begitu, klasik. Cinta pun sudah menjadi pembahasan yang tidak selesai-selesai sejak zaman Adam dan Hawa.
