Hits: 43
Indra Rana Zafira Silaban
Pijar, Medan. “Tapi karena saya tidak punya, jadi saya ganti dengan Kimpul”. Kalimat ini tentu sudah tidak asing lagi belakangan ini. Kimpul kini seolah menjadi sebuah tren yang menguasai media sosial. Hal ini disebabkan oleh kehadiran salah satu kreator konten yang mempopulerkannya. Ketenaran ini membuat banyak orang bertanya-tanya bagaimana wujud Kimpul. Jadi, sebenarnya Kimpul itu seperti apa, sih?
Kimpul atau dikenal juga dengan Xanthosoma sagittifolium merupakan bagian dari keluarga talas-talasan (Araceae) dari jenis umbi-umbian lokal. Walaupun berasal dari keluarga yang sama, faktanya Kimpul dan talas merupakan dua jenis umbi yang berbeda.
Melansir dari food.detik.com, secara umum, Kimpul berbentuk lonjong dengan kulit bertekstur kecoklatan. Memiliki daging berwarna putih, serta tekstur lembut yang cenderung gurih dan tidak terlalu manis setelah dimasak. Sementara itu, talas secara umum berbentuk bulat atau lonjong dengan kulit berwarna coklat. Memiliki perpaduan warna putih dan semburat ungu pada dagingnya, serta bertekstur lebih pulen, lembut, dan sedikit lengket setelah dimasak.
Melihat dari sisi karakteristik umbinya, melansir dari detik.com, Kimpul terdiri dari satu umbi utama dengan banyak umbi anak. Dalam hal ini, bagian Kimpul yang diolah dan dikonsumsi adalah umbi anak. Sementara itu, talas memiliki umbi utama yang besar dengan umbi anakan yang tidak sebanyak Kimpul. Dalam talas, bagian yang diolah dan dikonsumsi justru umbi utama.
Tidak hanya dengan talas, Kimpul dengan singkong dan ubi jalar juga sekilas tampak mirip, padahal ketiganya berbeda. Singkong umumnya memiliki daging berwarna putih atau kekuningan dengan tekstur yang lebih padat serta berserat. Sementara itu, ubi jalar memiliki warna daging yang beragam, yaitu putih, kuning, jingga, dan ungu. Dengan rasa yang manis secara alami membuat ubi jalar sesuai untuk olahan makanan gurih dan manis.
Selain dari bentuk umbi dan tekstur dagingnya, Kimpul juga memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan jenis umbi-umbian lainnya. Berdasarkan penjelasan dari dapurumami.com, si putih nan lembut ini tumbuh tinggi dengan batang semu yang terbentuk dari pelepah daun. Selain itu, tubuhnya juga mengandung getah dan kristal kalsium oksalat yang dapat menyebabkan gatal apabila tidak diolah dengan benar.
Walaupun memiliki tubuh umbi yang kecil, si kecil dengan daging putih bersih nan lembut ini ternyata memiliki banyak nama lain di daerah yang berbeda. Melansir dari hipwee.com, di beberapa wilayah di Pulau Jawa, Kimpul dikenal dengan sebutan Mbote atau Talas Belitung. Selain itu, melansir dari detik.com, ia juga disebut dengan Linyik, Genjlong, Bothe, dan Bentul. Juga, disebut dengan Talas Kimpul berdasarkan viva.co.id.
Tidak hanya memiliki julukan daerah, Kimpul juga memiliki julukan di negara lain. Mengutip dari detik.com, di Malaysia, ia dikenal dengan Birah Hitam atau Keladi Kelamino. Sementara itu, mengutip dari viva.co.id, dalam bahasa Inggris, Kimpul disebut dengan Blue Taro, Cocoyam, dan Tannia.
Jenis umbi yang satu ini kini kembali populer di dalam dunia kuliner. Bahkan banyak orang di media sosial penasaran terhadap umbi yang satu ini. Popularitasnya bermula dari kreativitas salah satu kreator konten dengan nama pengguna @black.sheep8208 di media sosial Instagram dan TikTok. Dalam unggahannya, ia kerap membagikan berbagai olahan makanan yang dengan uniknya, bahan makanan tersebut diganti menggunakan Kimpul.
Melalui kreativitas tersebut, ia menggunakan Kimpul untuk mengolah makanan-makanan kekinian, mulai dari Mashed Potato, Mango Sticky Rice, Sushi, hingga Dubai Chewy Cookie yang dalam unggahannya ia namai Kimpul Chewy Cookie, serta berbagai olahan makanan lainnya. Dengan keunikan idenya, ia sukses menarik perhatian publik untuk mengenal Kimpul.
Di balik ketenarannya, Kimpul memiliki beragam manfaat yang baik untuk tubuh. Melansir dari alodokter.com, Kimpul dapat berperan sebagai sumber energi bagi tubuh karena mengandung karbohidrat kompleks yang cukup tinggi. Kandungan tersebut menjadikan Kimpul salah satu alternatif dari bahan pokok. Sehingga, umbi ini tidak hanya bisa diolah menjadi kukusan atau gorengan saja, melainkan juga dapat menghasilkan berbagai olahan, termasuk makanan kekinian.
Tidak hanya itu, Kimpul juga berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan. Dengan kandungan serat pangannya yang cukup tinggi, Kimpul dapat mendukung metabolisme tubuh, menjaga kesehatan tulang dan gigi, mendukung kesehatan jantung, serta mendukung diet rendah gula.
Melalui fenomena kuliner Kimpul ini, membuktikan bahwa di balik kesederhanaannya, umbi ini mampu berkembang menjadi sesuatu yang baru dan berbeda tanpa harus menghilangkan cita rasa lokal. Jadi, tertarik untuk mencoba Kimpul?
(Redaktur Tulisan: Yudika Phareta Simorangkir)

