Hits: 15

Nur Jamiah Nasution

Pijar, Medan. Indonesia kaya akan warisan budaya kuliner yang menggugah selera. Di antara beragam hidangan tradisional, ada salah satu minuman yang merangkul sejarah panjang dan keunikan cita rasa, yaitu bir pletok. Bir pletok terkenal sebagai minuman tradisional khasnya masyarakat Betawi.

Dilansir dari liputan6.com, ada beberapa asumsi dan pendapat mengenai nama ‘‘pletok’’ dalam sajian minuman tradisional ini. Pertama, karena bunyi pletok yang keluar saat membuka botol wine. Ada juga yang menyebut karena bunyi yang keluar dari tabung bambu disebabkan hasil pencampuran bahan-bahannya.

Kedua, karena bunyi pletok dari es batu dalam teko berisi bir tersebut. Yang terakhir, akibat bunyi pletok yang berasal dari kulit secang yang merupakan salah satu bahan minuman ini.

Bir pletok memiliki akar budaya yang dalam di kawasan Betawi, Jakarta. Sejak zaman kolonial Belanda, minuman ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Betawi. Namun, bir ini bukanlah bir dalam arti konvensional yang mengandung alkohol. Sebaliknya, minuman ini merupakan campuran dari rempah-rempah dengan air panas yang memberikan sensasi hangat dan kaya akan rasa.

Rahasia kelezatan bir pletok terletak pada campuran bahan-bahan yang digunakan. Bahan-bahan utamanya meliputi jahe, serai, secang, pala, lada hitam, bunga lawang, kayu manis, cengkeh, gula merah, daun pandan, dan kapulaga. Kombinasi unik ini memberikan rasa hangat, manis, dan sedikit pedas yang membuatnya begitu istimewa.

Pembuatan bir pletok melibatkan proses yang cukup sederhana, tetapi membutuhkan perhatian terhadap proporsi dan waktu. Pertama, rempah-rempah direbus bersama air hingga mendidih, lalu ditambahkan daun pandan untuk memberikan aroma yang harum. Kemudian, gula merah ditambahkan sedikit demi sedikit untuk memberikan rasa manis yang khas. Setelah itu, minuman disaring untuk memisahkan ampas rempah-rempah dan siap disajikan selagi hangat.

Saat menikmati bir pletok, seseorang akan dibawa dalam perjalanan rasa yang menggugah selera dan jiwa. Rasa hangat dari jahe dan rempah-rempah lainnya menyelimuti tenggorokan, sementara sentuhan manis dari gula merah memberikan keseimbangan yang sempurna.

Rasanya yang khas membuatnya cocok dinikmati kapan saja, baik sebagai minuman hangat di pagi hari atau sebagai penghangat di malam yang dingin. Selain itu, bir pletok  ini juga cocok dinikmati ketika cuaca sedang hujan, karena berguna untuk menghangatkan tubuh.

Selain rasanya yang unik, bir pletok  juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan. Rempah-rempah yang digunakan dalam minuman ini diyakini memiliki sifat-sifat penyembuhan dan dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, bir pletok  ini juga bisa melancarkan peredaran darah, melancarkan pencernaan, menambah stamina, dan menyembuhkan flu atau demam.

Meskipun keberadaannya telah lama, bir pletok masih dianggap sebagai harta karun kuliner yang harus dilestarikan. Untuk menjaga tradisi ini tetap hidup, keterampilan dalam pembuatan minuman ini harus disampaikan dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk terus menghargai dan mempromosikan minuman bir pletok .

Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas bir pletok  telah melampaui batas kawasan Betawi. Restoran dan kafe di seluruh Indonesia mulai banyak yang menyajikan minuman ini sebagai bagian dari menu mereka. Bahkan, beberapa varian modern dengan tambahan bahan-bahan baru juga telah muncul, hal tersebut bisa memperkaya pengalaman dalam menikmati bir pletok .

Dengan cita rasa yang khas dan manfaat kesehatannya, minuman ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga melambangkan warisan kuliner yang harus dijaga dan diapresiasi. Segera nikmati secangkir bir pletok  hangat, dan biarkan diri Anda tenggelam dalam kenikmatan cita rasa Indonesia yang autentik!

(Redaktur Tulisan: Hana Anggie)

Leave a comment