Belajar dari Pamungkas, Definisi Mencintai Sampai ke Tulang-Tulangnya

Sumber Foto: Youtube Pamungkas

Agnes Priscilla

Pijar, Medan. Rizky Pamungkas atau yang akrab disapa Pam adalah soloist yang mengusung genre modern folk pop. Pam memulai karir menjadi seorang kru grup musik Tangga dan pernah menjadi gitaris pengiring lagu di sebuah program televisi swasta Islam Itu Indah pada tahun 2015. Kini, nama Pamungkas sudah tidak asing lagi karena lagu-lagu hits karyanya yang sudah mengudara.

Pam sukses dikenal oleh banyak orang melalui lagunya “I Love You But I’m Letting Go” dalam album Walk The Talk pada tahun 2018 silam. Kemudian pada pertengahan 2019 kemarin, Pamungkas kembali merilis album keduanya yang bertajuk Flying Solo.

Serupa seperti album pertamanya yang berjudul Walk The Talk, mulai dari penulisan lirik, mixing, aransemen, mastering, bahkan desain artwork album Flying Solo, pengerjaannya dilakukan oleh Pamungkas di bawah naungan labelnya sendiri yaitu Pam Records.

Jika kita melihat secara keseluruhan, Flying Solo adalah album yang sangat memperlihatkan keahlian seorang Pamungkas dalam meramu musik. Ditambah lagi karena Pamungkas menjadi  produser semua track di album ini.  Salah satu lagu hits dalam album ini ialah “To The Bone”.

“Kalau makan ga bisa sampai ke tulang, tapi kalau sama kamu, aku mau ke tulang-tulangnya”.

Sobat Pijar, belakangan ini sering mendengar kalimat tersebut? Itu adalah kalimat yang diucapkan oleh Pamungkas ketika mengibaratkan makna di balik lagu “To the Bone” saat tampil menjadi bintang tamu di salah satu acara televisi.

Berselang 2 tahun setelah dirilis, “To the Bone” langsung mencuri hati para pendengar musik Indonesia. Lagu dengan genre pop yang dibawakan oleh Pamungkas, sukses menjadi sorotan belakangan ini khususnya bagi pengguna Tik Tok. Bukan tanpa alasan, lagu “To The Bone” dianggap memiliki arti yang mendalam.

I want you to take me home, I’m fallin’ (Aku ingin kau bawa aku pulang, aku jatuh cinta)

Love me long, I’m rollin’ (Cintai aku lama, aku berguling)

Losing control, body and soul (Kehilangan kendali, tubuh dan jiwa)

Mind too for sure, I’m already yours (Pikiran juga pasti, aku sudah menjadi milikmu)

Lirik yang tersirat dalam lagu dianggap sangat dekat dengan targetnya yaitu para milenial. Bercerita tentang percintaan dan harapan, Pamungkas mengemas lagunya dengan sentuhan musik elektronik dan folk pop.

Jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, “To the Bone” memiliki arti sampai ke tulang. “To The Bone” membawa pendengarnya untuk merasakan kehidupan seseorang yang sangat mencintai kekasihnya sedalam-dalamnya dan rela melakukan apa saja jika ditemani oleh kekasihnya.

Kemudian munculah istilah “When Pamungkas said: kalo makan mungkin ga bisa sampe ke tulang, tapi kalau sama kamu, aku mau sampe ke tulang-tulangnya.” Artinya, ketika Pamungkas bilang I want you to the bone yang merujuk di lirik lagu “To The Bone”, memiliki maksud sebagai pengungkapan rasa sayang kepada sang kekasih.

Penampilan Pamungkas di Bandung pada tahun 2020 lalu. (Sumber Foto: Instagram @pamunqkas)

Sepertinya tak salah bila “To The Bone” dinobatkan menjadi lagu terfavorit dalam album Flying Solo. Terbukti, video klip “To the Bone” yang ditayangkan di kanal YouTube Pamungkas pada tanggal 2 Maret 2020, sudah diputar sebanyak 23,856,571 kali hingga Selasa (16/03) pukul 23.11.

“To the Bone” sangat cocok bagi sobat Pijar yang ingin mengungkapkan rasa sayangnya kepada sang kekasih, lho. Semoga sobat Pijar dapat mencintai dan dicintai sampai ke tulang-tulangnya ya.

(Editor: Widya Tri Utami)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *