Cut Tasya Salsabila

“Aku Cruella. Terlahir brilian, jahat, dan sedikit gila.”

Pijar, Medan. Sebagian dari kita mungkin sudah mengenal film 101 Dalmatians, kisah para anjing bercorak bintik-bintik hitam putih yang lucu dan pintar. Di samping cerita utama tersebut, terdapat satu pemeran villain yang menarik perhatian penonton bernama Cruella De Vil. Tokoh berambut unik dengan warna berbeda di sisi kiri dan kanan ini kini telah hadir dengan kisahnya sendiri dalam bentuk live action yang diproduksi oleh Disney.

Berbeda dengan film-film lain yang penuh warna dan terkesan ceria, kali ini Disney cenderung menonjolkan suasana muram dan gelap. Berlatarkan tahun 1970-an, Cruella diperankan oleh aktris bernama Emma Stone. Diceritakan Cruella yang memiliki nama asli Estella adalah seorang anak perempuan yang sering terkena masalah karena sifat dan kelakuannya. Suka berkata kasar, sombong, dan senang menyindir siapapun merupakan kata-kata yang tepat untuk mendeskripsikan gadis tersebut.

Namun, ketika ia pindah ke London, Estella mulai mengubah tingkah lakunya karena teringat akan mendiang sang Ibu yang selalu menasihatinya untuk berbuat baik dan menahan sosok “Cruella” di dalam dirinya. Selama 10 tahun, Estella menjalani hidup dengan cukup baik walaupun harus mencari nafkah dengan cara mencuri bersama dua rekan sekaligus keluarga barunya, Jasper dan Horace. Meskipun begitu, di dalam lubuk hatinya, ia memiliki cita-cita untuk penjadi seorang penata busana.

Layaknya sebuah bintang jatuh, kesempatan menghampiri Estella untuk bekerja sama dengan seorang penata busana terkemuka bernama Baroness. Perempuan itu tertarik dengan bakat yang dimiliki Estella. Menurutnya, Estella memiliki ambisi dan selera berpakaian yang unik. Paham bahwa dirinya sudah selangkah lebih dekat menuju mimpi, tanpa ragu, ia langsung menerima tawaran itu. Dengan pekerjaan barunya ini, Estella dapat belajar, merancang, dan menuangkan bakatnya secara leluasa.

Lambat laun, semakin Estella berada di sisi Baroness, maka semakin banyak pula hal gelap yang ia ketahui tentang wanita itu. Hal ini memicunya untuk bertanding dengan Baroness bukan sebagai Estella, melainkan Cruella.

Tidak pernah gagal memukau penggemar melalui karya-karyanya, Disney mampu mengemas kisah menarik dengan detail mengagumkan yang membuat puas penikmatnya. Dalam film ini, selain difokuskan pada persaingan dan balas dendam, kita juga dimanjakan dengan fashion-fashion unik di setiap adegan. Dari sini kita juga dapat melihat perbedaan selera berpakaian yang dimiliki para pemain dalam setiap pertunjukan yang diadakan. Sederhana, menantang, elegan, berani, hingga nyentrik, semuanya dapat ditemui.

Dikutip dari m.winnetnews.com, perwakilan Disney menyatakan bahwa Cruella telah diterima dengan baik hingga memperoleh skor pemirsa sebanyak 97% di Rotten Tomatoes dan mendapat A di setiap demografis dari CinemaScore pada akhir pekan pembukaan yang mana menempatkannya di antara yang paling populer dari konsep ulang live action Disney lainnya. Film ini pun mendapat pujian karena estetika punk rock tahun 1970-an yang disajikannya.

Akan tetapi, di sisi lain film ini juga mendapat komentar karna kejahatan Cruella yang kurang tegas dan terlihat seadanya. Penggambaran karakter Cruella tidak menunjukkan adanya ciri-ciri seorang pembunuh anjing yang tak segan menguliti anjing demi fashion, padahal ini merupakan prekuel dari film sebelumnya di mana ia adalah seorang villain kejam.

Prekuel dari 101 Dalmatians ini cukup menghibur dan aman untuk ditonton oleh siapa saja. Walaupun Cruella merupakan tokoh penjahat dalam film sebelumnya, tak berarti kali ini ia memainkan peran dengan konflik yang memberatkan. Cruella sendiri memiliki genre komedi dan ringan sehingga menghibur siapapun yang menontonnya.

(Redaktur Tulisan: Tasya Azzahra)

Leave a comment