Hits: 44

Kiki Nabila Tusu

Pijar, Medan. Pernahkah kamu berpikir bahwa tren berjalan 10.000 langkah ternyata adalah salah satu jenis olahraga? Atau pernahkah kamu mengetahui bahwa tren ini mampu menjadi salah satu solusi diet yang paling efektif? Nyatanya tren olahraga ini sempat viral di salah satu platform media sosial dan banyak digemari oleh masyarakat.

Tren 10.000 langkah awalnya dikenal melalui merek pedometer yang dijual pada tahun 1965 oleh Yamasa Clock di Jepang. Pedometer tersebut diberi nama “Manpo-kei” yang berarti “10.000 meter langkah”. Meskipun cukup terkenal, tren ini viral kembali dan memicu sekelompok masyarakat untuk melakukannya.

Olahraga adalah kegiatan yang sangat baik untuk tubuh, namun sayangnya masih banyak orang yang menyepelekan hal tersebut dengan alasan malas dan merasa bahwa olahraga membutuhkan banyak usaha. Nyatanya olahraga ini merupakan olahraga paling minim risiko dan termasuk dalam olahraga paling ringan. Tren 10.000 langkah ini menjadi salah satu jenis olahraga yang tidak membutuhkan usaha lebih.

Kamu dapat melakukannya di mana pun dan kapan pun, terlebih lagi olahraga 10.000 langkah dilakukan seperti berjalan pada umumnya. Dalam olahraga ini juga tidak perlu menggerakkan seluruh anggota tubuh dengan intens serta dapat dilakukan di pagi maupun sore hari. Banyak manfaat yang diberikan, seperti membantu menurunkan berat badan, menjaga sistem pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi risiko strok, dan masih banyak lagi.

Sering kali beberapa orang menganggap bahwa berlari adalah salah satu jenis olahraga penurun berat badan. Nyatanya, jika dibandingkan dengan tren berjalan 10.000 langkah, olahraga ini jauh lebih efektif untuk menurunkan berat badan. Tidak hanya untuk kesehatan fisik, olahraga ini juga memberi dampak baik bagi kesehatan mental. Seperti dapat mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, serta mengurangi depresi dan kecemasan.

Melansir dari kanal YouTube dr. Henry Suhendra SpOT, memaparkan bahwa ketika sedang berlari, glukosa sebagai energi akan terbakar. Sedangkan ketika kita berjalan, dapat bermanfaat dalam membakar lemak tubuh. Ia juga menyarankan pola hidup dengan berjalan 5.000 langkah pada pagi hari, 5.000 langkah pada siang hari, dan 5.000 langkah pada sore hari.

Bahkan di luar negeri, sangat jarang ditemukan orang-orang dengan berat badan yang masuk ke dalam kategori obesitas. Hal ini dapat terlihat melalui budaya berjalan yang telah ditanamkan. Contohnya negara Korea, hampir seluruh warganya membudayakan tren berjalan kaki. Tren ini dapat membantu mereka memiliki berat badan yang stabil. Berdasarkan contoh tersebut, dapat menjadi bukti nyata bahwa berjalan dapat menurunkan berat badan.

Alat yang digunakan dalam tren 10.000 langkah ini juga tidak sulit, cukup menyediakan pedometer atau alat penghitung pintar yang tersedia di jam tangan pintar maupun gawai. Ada beberapa aplikasi yang dapat digunakan untuk menghitung langkah, seperti Google Fit, Fitbit, Strava, dan berbagai pedometer lainnya yang tersedia di Google Play Store dan App Store. Hal ini tentunya dapat mempermudah kita dalam berolahraga.

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment