Bungee Jumping, Olahraga Ekstrim nan Menantang Adrenalin

Sumber Foto: Kesekolah.com

Shofiyana Fadhiilah / Samuel Sinurat

Pijar, Medan. Ingin mencoba melompat dari ketinggian yang sangat jauh, Bungee Jumping bisa menjadi alternatif dalam memacu adrenalin. Kegiatan ini masuk dalam salah satu olahraga yang ekstrim, menghibur, dan menantang. Meskipun menyeramkan untuk dilihat, namun olahraga ini banyak diminati oleh kalangan pecinta olahraga ekstrim sebab dapat memicu adrenalin. Tetapi belakangan ini Bungee Jumping juga tengah diminati oleh hampir seluruh kalangan usia masyarakat dimulai dari remaja diatas 17 tahun hingga orang dewasa.

Bungee Jumping ditemukan pada awal tahun 1950-an ketika Chris Baker dari Bristol terinspirasi dari sebuah film yang memuat potongan saat seseorang melompat dari platform kayu yang cukup tinggi dengan vine yang terikat pada ujung kakinya. Hal ini membuatnya tertantang untuk menggunakan tali elastis. Dikutip dari laman Kompas.com, Bungee Jumping atau yang disebut Terjun Lenting, pertama kali dipopulerkan oleh AJ Hackett Bungy pada tahun 1998 di Queenstown, Serbia Baru. Hal ini menjadi awal penyebaran Bungee Jumping secara komersil ke dunia.

Jika baru pertama kali melakukan olahraga ini, hendaknya pilihlah yang tidak menyentuh air. Pertama-tama kita akan ditimbang, dan dijelaskan bagaimana intruksinya serta akan diminta mengisi form asuransi. Setelah itu, badan akan diberi harness dan kita akan diantar menuju plafon. Dari sinilah kemudian kita akan dipasangkan tali untuk mendukung tubuh ketika sedang jatuh serta menunggu aba-aba untuk melompat. Ketika sudah terjun, tali tersebut akan melar setelah mengambil energi dari lompatan, dan pelompat akan terlontar kembali saat talinya sudah memendek. Pelompat juga akan naik dan turun seiring dengan habisnya energi dari lompatannya.

Dilansir dari laman Minews.com, Terjun Lenting modern sendiri pertama kali sudah dilakukan pada 1 April 1979 dari Jembatan Suspensi Clifton yang tingginya 250 kaki dan dilakukan oleh 4 anggota Dangerous Sports Club yang dipimpin oleh David Kirke. Pada awalnya mereka di tahan, sebab mereka menjabarkan konsep yang meniru “ritual melompat” ala penduduk asli Vanuatu. Namun, mereka membantah dan tetap melakukannya hingga menyebarkan konsep Bungee Jumping ini ke seluruh belahan dunia.

Dilansir dari Penjelajah.com olahraga ini termasuk populer di mancanegara, seperti Selandia Baru dan Australia. Namun tidak usah khawatir apabila kamu ingin terjun dengan menikmati pemandangan alam. Bungee Jumping juga ada banyak di Indonesia. Contohnya saja, Seminyak (Bali), Citarum (Jawa Barat), Kulon Progo (Yogyakarta), dan juga Deli Serdang (Sumatra Utara).

Bungee Jumping sendiri, berguna untuk menghilangkan stress, melatih kelenturan tubuh, melancarkan peredaran darah ke otak, membakar kalori, serta memperkuat otot-otot di area perut dan juga pinggang. Pastinya sangat cocok untuk kalian yang sedang menjalani program diet. Olahraga ini juga tentu aman untuk dilakukan oleh kalian yang sedang mengalami cedera pada lutut dan kaki, penderita obesitas, maupun orang lanjut usia.

Untuk sobat Pijar yang menyukai tantangan dan memiliki keberanian yang tinggi, Bungee Jumping sangat cocok untuk dicoba. Selain untuk bersenang-senang, tentunya juga memiliki beragam manfaat yang tentunya baik untuk tubuh kalian. Selamat Mencoba!

(Editor: Muhammad Farhan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *