Hits: 16

Rais Sihombing

Pijar, Medan Duka akan selalu menjadi masa yang berat untuk semua orang. Kehilangan seseorang yang penting dalam hidup kita adalah pukulan terberat yang tidak dapat dicegah. Mereka yang masih hidup tidak memiliki pilihan selain menjalani hari-hari seperti biasa. Beberapa memang menemukan cara untuk berurusan dengan duka dan mengatasi perihnya luka untuk dapat bertahan melaluinya. Contohnya seperti bekerja lebih keras, pergi liburan, istirahat dari keperluan duniawi…atau bahkan sekadar mencuci piring.

Jarang kita melihat orang mengaitkan duka dengan kata “mencuci piring”. Analogi dan penggambaran terkait korelasi duka dengan mencuci piring tergambar dengan apik dalam buku Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring yang ditulis oleh seorang Psikiater bernama Andreas Kurniawan.

Buku Seorang Pria yang melalui Duka dengan Mencuci Piring: Duka dan Duniawi yang Menggambarkannya - www.mediapijar.com
Dr. Andreas Kurniawan, penulis buku Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring
Sumber Foto: ayojakarta.com

Andreas Kurniawan tergabung sebagai anggota dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia. Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini tertarik dalam bidang Behavioral Sciences.

Sebagai seorang Psikiater, beliau telah banyak menangani pasien yang mengalami berbagai gangguan mental, termasuk gangguan mood, depresi, bipolar, fobia, kecemasan, gangguan tidur, hiperaktivitas pada anak-anak, serta memberikan konseling terkait masalah seks, perkawinan, juga masalah emosi dan perilaku lainnya. Andreas juga aktif dalam memproduksi konten edukatif mengenai mental dalam media sosialnya, seperti di akun TikToknya @dr.ndreamon.

Atas statusnya tersebut, Andreas akan berpatokan pada ilmu telah  dia geluti dalam membantu pasien yang ditangani, kemudian melakukan analisis yang didukung oleh pengalaman dan teori-teori terkait. Setelah itu, dihasilkan suatu sintesis atau kesimpulan sebagai jalan keluar ataupun pembantu dalam memahami keadaan yang dilalui pasien, terutama dalam situasi berduka.

Namun, bagaimana jika yang berduka adalah seorang psikiater? Andreas membuang jauh semua teori-teori tersebut dan melakukan hal yang berbeda. Memutuskan untuk menemukan alasan dari semua yang terjadi, Andreas menemukan bahwa melewati duka dapat dilakukan dengan mencuci piring yang menumpuk di wastafel rumah.

“Jadi, bukunya menceritakan bagaimana saya melewati duka dan bercerita bahwa tiap orang memiliki cara yang berbeda-beda untuk melalui dukanya, dan kebetulan menulis adalah cara saya,” sebut Andreas dalam video singkat pada akun resmi TikToknya.

Telah mengalami dua kali pahitnya duka ketika ayah dan anak meninggal dunia, Andreas menganalogikan mencuci piring sebagai kegiatan yang tepat dalam membayangkan betapa tidak nyamannya situasi duka tersebut.

“Saya menjelaskan bagaimana cara saya mencoba memproses dan menerima kepergian seorang anak, walaupun menerima itu istilah yang tidak pas karena sulit, kan, untuk kita menerima sesuatu yang demikian beratnya,” ucap Andreas.

Ketika melihat tumpukan piring yang belum dibersihkan, kita harus sadar bahwa itu adalah hal yang harus dibereskan. Sama seperti mencuci piring, duka adalah hal pasti yang sulit untuk dilalui. Namun, siapa lagi yang harus mengatasinya selain diri kita sendiri? Perasaan duka yang ada tidak boleh ditumpuk-tumpuk dan dipendam sendiri, hal ini berakibat akan susahnya luka hati untuk diselesaikan nanti.

Buku yang terdiri dari 16 bab ini merupakan perjalanan Andreas dalam mencari makna dari kehilangan yang signifikan dalam hidupnya. Melalui gaya santai dan humor gelap yang ditambahkan, buku ini menjadi lebih menarik untuk dibaca ketika menghadapi masa-masa sulit. Di dalamnya, terdapat panduan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti “Panduan Mencuci Piring”, “Panduan Menyusun Puzzle”, dan “Panduan Menghadapi Kehilangan Seorang Anak”.

Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring banyak diminati dan viral di media sosial TikTok. Banyak masyarakat yang memberikan review dan komentar mengenai buku ini. Tak sedikit pula yang merasa terenyuh dan sedih ketika membaca buku ini. Bagi teman-teman yang ingin membeli buku Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring, dapat ditemukan di online shop dan juga melalui tautan pembelian di bio media sosial resmi Andreas.

(Redaktur Tulisan: Alya Amanda)

Leave a comment