Hits: 246
Rahmat Harun Harahap
Pijar, Medan. Bagi anda yang telah duduk dibangku perkuliahan, akan banyak kegiatan yang dilakukan ketika menempuh masa pendidikan tersebut. Salah satu kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa yaitu ikut berpartisipasi pada kegiatan magang.
Magang merupakan suatu wadah bagi mahasiswa untuk belajar dan mendapatkan pengalaman tentang dunia kerja di luar kampus. Setiap kampus memiliki kebijakan dan peraturan tersendiri tentang waktu pelaksanaan magang. Biasanya kegiatan magang dilakukan ketika memasuki semester tingkat akhir, sebagai pemenuhan mata kuliah Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan menjadi salah satu syarat akademik bagi setiap mahasiswa yang akan menyusunan skripsi.
Pada era Nadiem Makariem menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia, beliau mengusungkan Program MBKM atau Merdeka Belajar Kampus Merdeka, sehingga kini mahasiswa yang dimulai dari semester 5 telah diberikan kebebasan untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan, yaitu dengan mengikuti kegiatan magang di instansi atau perusahaan yang menjadi mitra pada program ini.
Program magang MBKM ini banyak diminati. Selain untuk melatih softskill dan hardskill bagi peserta magang, mahasiwa yang mengikuti kegiatan ini juga mendapatkan uang saku dan memperoleh konversi sebesar 20 SKS mata perkuliahan.
Dengan adanya konversi mata kuliah tersebut diharapkan mahasiswa yang mengikuti program tersebut untuk fokus dalam mengikuti kegiatan magang karena tetap diakui sebagai bagian dari perkuliahan.
Namun, kenyataan yang dialami oleh mahasiswa yaitu tetap mengikuti perkuliahan dan juga magang. Hal ini terjadi karena terdapat mata kuliah yang tidak dapat dikonversi pada semester tersebut.
Dalam pelaksanaan antara kuliah dan magang sering terjadi bentrokan waktu, sehingga mahasiswa perlu untuk mengatur waktu dan prioritas sebaik mungkin. Time management yang bagus akan membantu mahasiswa mudah membagi waktu pekerjaan dengan baik.
Ada sebuah pepatah yang mengatakan sambil menyelam minum air. Begitu juga yang dirasakan oleh pemagang. Tak jarang mereka juga melakukan multitasking dengan mengikuti kuliah dan magang secara bersamaan. Hal ini dapat dilakukan pada situasi pandemi seperti sekarang ini, karena perkuliahan dilakukan secara online sehingga tidak diharuskan untuk mengikuti kelas secara langsung di kampus.
Namun, kehilangan fokus bisa saja terjadi. Pada saat menjalani kegiatan tersebut secara bersamaan disebabkan kelelahan tenaga dan pikiran. Untuk mengatasi tersebut perlu memanfaatkan waktu luang untuk beristirahat sejenak dan melepas stres.
Terlepas dari hiruk pikuk itu semua, perlu ditanamkan pada pola pikir untuk tidak mengganggap kegiatan yang dilakukan sebagai beban. Sehingga tidak terasa memberatkan dan mahasiswa dapat menikmati kegiatan kuliah sambil magang tersebut dengan hasil yang memuaskan.
(Redaktur Tulisan: Laura Nadapdap)

