Hits: 100
Tasya Hapsari / Ariel Demetrius Nadeak
Pijar, Medan. Istilah capsule wardrobe pasti sudah tak asing di telinga. Fenomena penerapan gaya hidup yang satu ini mempermudah kita dalam memilih pakaian yang jumlahnya terbatas. Konsep dari capsule wardrobe bisa menjadi pilihan buat orang-orang yang selalu mengeluh “tak punya baju” padahal bukan tidak memiliki pakaian, hanya saja tidak bisa mengombinasikan antara satu dengan yang lain.
Capsule wardrobe adalah cara berpakaian yang berfokus pada pemilihan dengan cermat untuk kualitas dan keserbagunaan pakaian yang secara jumlah terbatas. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan semua pakaian tanpa perlu terlalu banyak pilihan, tetapi tetap bisa tampil keren kapan pun dan dimana pun.
Konsep capsule wardrobe sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Susie Faux yang merupakan seorang desainer mode asal Inggris, pada awal 1970-an. Capsule wardrobe kemudian dipopulerkan oleh desainer Amerika bernama Donna Karan pada tahun 1985. Capsule wardrobe atau yang bisa disebut juga sebagai lemari kapsul adalah kondisi di mana isi lemari dipenuhi jenis pakaian yang saling terhubung satu sama lain.
Selain memaksimalkan seluruh pakaian yang kita punya, capsule wardrobe juga membantu mengurangi stres dan kebingungan saat memilih pakaian, mengurangi konsumsi pakaian yang berlebihan, mendukung gaya hidup yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, menghemat waktu dan pengeluaran, serta menciptakan tampilan yang rapi dan berkualitas.
Capsule wardrobe biasanya terdiri dari pakaian yang klasik atau timeless, berisikan warna-warna netral dan berkualitas. Lemari kapsul dapat memberikan berbagai jenis outfit yang melengkapi satu sama lain, jadi kita tak akan merasa kekurangan pakaian atau outfit untuk dikenakan. Misalnya, dalam satu lemari kapsul terdiri dari 30 sampai 50 pakaian yang berisi atasan, bawahan, outerwear, dress, kemeja, sepatu, dan aksesoris yang mudah dipadupadankan satu sama lain.
Konsep ini kini semakin merambah ke berbagai lapisan masyarakat, walau awalnya lebih dikenal di kalangan penganut minimalisme dan sustainable fashion. Hal ini karena banyaknya keuntungan yang didapat ketika menerapkan capsule wardrobe. Dengan hanya memilih pakaian-pakaian yang ada di lemari dan dipadupadankan, seseorang dapat menciptakan berbagai gaya yang berbeda dengan mudah meskipun memiliki pilihan pakaian yang terbatas.
Capsule wardrobe ini pada dasarnya adalah untuk memiliki koleksi pakaian yang terdiri dari beberapa item inti yang dapat dipadupadankan dengan mudah, lalu menciptakan banyak pilihan gaya dengan jumlah pakaian yang minimal. Dengan menerapkan capsule wardrobe, kita dapat dengan mudah dan praktis dalam memilih pakaian, karena setiap item telah dipilih dengan hati-hati dan bisa dipadukan dengan item lain dalam koleksi pakaian yang kita miliki.
Hal ini juga menguntungkan kita untuk memanfaatkan setiap pakaian secara optimal, mengurangi pemborosan dan meningkatkan nilai dari setiap investasi fashion yang dibuat. Capsule wardrobe bisa bervariasi tergantung pada preferensi individual dan gaya hidup yang dimiliki dengan prinsip dasar yang sama, yaitu berfokus pada kualitas daripada kuantitas, serbaguna dalam gaya, dan memastikan setiap item digunakan secara maksimal.
Cara menerapkan capsule wardrobe ialah dengan memilih pakaian yang serbaguna dan sesuai dengan gaya, memilih pakaian dengan warna-warna netral agar mudah dipadupadankan, memilih pakaian yang tidak lekang oleh waktu, serta mempertimbangkan kemudahan potongan pakaian tersebut untuk dibersihkan dan dirawat dalam kurun waktu yang lama.
Capsule wardrobe sangat cocok untuk kamu yang disibukkan dengan berbagai kegiatan, serta cocok untuk kamu yang suka dengan gaya hidup minimalis karena akan memudahkan dalam mengorganisir pakaian dengan jauh lebih praktis.
(Redaktur Tulisan: Alya Amanda)

