Hits: 85

Sinta Wulandari/Nurul Sukma Asghar

Pijar, Medan. Sobat Pijar mungkin sudah pernah mendengar apa itu audiobook. Pada dasarnya, audiobook merupakan gabungan kata audio yang berarti suara dan book yang berarti buku. Secara sederhana, istilah ini dapat diartikan sebagai buku yang memiliki suara.

Audiobook pertama kali diperkenalkan oleh Yayasan Orang Buta Amerika pada tahun 1932, lalu diterbitkan secara massal setahun setelahnya. Sejak saat itu, hal ini terus populer, hingga tahun 1996, muncul Audie Award yang diselenggarakan oleh Audio Publisher Association sebagai ajang apresiasi untuk audiobook yang terbaik dan berprestasi. Ajang penghargaan ini digadang-gadang setara dengan Piala Oscar yang sangat bergengsi.

Pada awalnya, hal ini hanyalah sebuah fitur yang dimanfaatkan oleh para penyandang tuna netra saja, guna mempermudah mereka membaca buku. Seiring dengan perkembangan zaman, kini audiobook telah menjadi suatu teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh siapa pun.

Popularitas audiobook yang kian meroket ternyata dipengaruhi dengan perubahan kebiasaan masyarakat. Kebiasaan membaca saat ini cenderung berubah menjadi mendengar, karena dengan teknologi yang muncul ini membuat manusia dapat melakukan aktivitas lain sembari menikmati isi sebuah buku. Oleh karena itu, audiobook dianggap lebih praktis dan efisien, bahkan sampai dianggap sebagai tren baru dalam menikmati buku.

Bayangkan saja buku yang begitu tebal tidak perlu lagi kita baca sampai kepala kita pusing. Keberadaan fitur ini, membuat kita dapat mendengarkan buku yang tebal dan tetap mendapatkan inti sari dari bacaan tersebut. Selain itu, audiobook juga praktis, karena bisa kita simpan di dalam gawai kita sehingga dapat kita bawa ke mana pun.

Audiobook sendiri sangat mudah kita temukan. Terkadang penerbit buku fisik juga menerbitkan buku dalam fitur ini juga. Saat ini, banyak juga website yang menyediakan audiobook secara gratis, seperti Librophile, Ejunto, Free Audio Books, Book Box, Audiobooks Treasury, dan lain-lain, yang dapat dengan mudah kita akses melalui gawai saja. Pilihan buku yang disajikan juga beragam mulai dari buku fiksi seperti novel ataupun cerpen sampai buku non-fiksi.

Namun, audiobook tidak menyajikan bacaan dalam buku secara mentah-mentah. Dalam fitur ini terdapat proses panjang untuk mengolah buku tersebut menjadi audiobook. Biasanya fitur ini hanya menyajikan inti dari buku tersebut, sehingga dalam proses pembuatannya diperlukan penulisan naskah kembali agar audiobook yang akan disajikan tidak membosankan pendengar.

Jika Sobat Pijar ingin membaca buku, tetapi hanya ingin mengetahui isi pokok buku tersebut, fitur ini bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif membaca Sobat Pijar. Selain praktis, audiobook juga dapat didengar kapan saja dan di mana saja sembari beraktivitas.

(Redaktur Tulisan: Muhammad Farhan)

Leave a comment