Tag: buku

Recehan Bahasa: Baku Tak Mesti Kaku

 Kata baku dalam bahasa sehari-hari tampaknya jarang ditemui dan terdengar aneh. Belum lagi, berbahasa Indonesia di era sekarang ini sering dicampurkan dengan bahasa asing. Sebut saja kata yang sering kita dengar, kata offline dan online. Dua kata ini sering muncul di era pandemi, padahal kata tersebut bisa digantikan dengan daring (dalam jaringan) atau luring (luar jaringan).

Ivan Lanin, seseorang yang dijuluki sebagai ‘kamus berjalan’ melahirkan anak barunya  yang berjudul “Recehan Bahasa”. Buku keduanya ini membahas mengenai kata-kata atau bahasa Indonesia yang sering ia bagikan di media sosial kemudian dikumpulkan menjadi satu dalam sebuah buku. 

Istirahat, Kamu Perlu Menikmati Hidup

Manusia memang terlahir dengan sifat yang tidak pernah puas. Ketika satu hal tercapai, kemudian ia berusaha menggapai hal-hal lainnya. Tetapi, apa yang sebenarnya kita cari? Apakah kepuasan, jati diri, atau sebenarnya kita hanya tenggelam di tengah sibuknya dunia dan berusaha mengikuti arus?

Setidaknya, itu yang Haenim Sunim coba kupas dalam bukunya The Things You Can See Only When You Slow Down yang terbit pada tahun 2012 di Korea. Melihat antusias masyarakat yang luar biasa, buku ini kemudian diterjemahkan ke dalam 5 bahasa seperti Cina, Jepang, Thailand, Perancis, dan Inggris.

Lepas Topengmu, Kamu Gak Sendiri

Untuk menjadi manusia yang seutuhnya, perlu luka untuk sedikit membuat kita merasakan arti pulih. Perlu gesekan takdir untuk tahu berharganya waktu. Juga perlu menjadi pecundang untuk tahu siapa diri kita yang sebenarnya. Ya, terkadang manusia belum sadar akan hal itu. Memasang topeng pemenang untuk diakui kekuatannya, berpura-pura bahagia sedang pikiran terus berkecamuk, dan berkeras teguh sedang hati meronta meminta pertolongan.

Mungkin hidup memang bisa dibuat sebercanda itu, akibatnya takdir juga licik dalam memperhitungkan waktu. Bersamaan dengan dunia ini yang begitu kejam, ternyata tak sedikit manusia hidup dalam banyak kebohongan besar. Hal ini kiranya yang menjadi gambaran isi buku Kamu Gak Sendiri karya Syahid Muhammad.

Kota Kejam Kesayangan

Denting dan deru ban mobil, hiruk pikuk kemacetan di pagi hari membuat mentari yang baru saja bersinar dengan terang akan menertawakan penghuni dari seisi kota ini. Jakarta, si kota kejam kesayangan.

Ketika mendengar nama Jakarta, tempat-tempat apa yang sangat ingin disambangi selain Monas? Ziggy Zezsyazeoviennazabriskie akan mengajakmu berkeliling Jakarta dengan mendengar nama-nama tempat yang barangkali belum pernah didengar sebelumnya, lewat buku Jakarta Sebelum Pagi.

Nillmij atau Nederlandsch-Indische Levensverzekerings en Lijfrente Maatschappij yang merupakan cikal bakal dari Jiwasraya, Kanal Molenvliet yang merupakan saksi bisu sejarah pintu air di Batavia, Planetarium, hingga Museum Taman Prasasti. Ziggy mengajak kita berjalan-jalan di sepanjang kota yang kalau siang hari dikenal begitu kejam, namun ketika malam, deru kendaraan akan disulap menjadi suara jangkrik yang saling bersahut-sahutan.

The Geography Of Faith, Pencarian Tuhan di Tempat-tempat Paling Religius di Dunia  dari Tibet sampai Yerusalem

Dimulai dari sebuah pertanyaan singkat dan sederhana, namun bermuatan teologis yang tinggi. Pertanyaan yang dikeluarkan oleh seorang perawat sebuah rumah sakit di tempat Weiner dirawat. Diawali ketika seorang perawat rumah sakit membisikkan sebuah kalimat di telinga Weiner, meski hanya bisikan namun itu sudah cukup baginya.