Hits: 13
Radix Publisher
Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di air payau, dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran yang menyebabkan kurangnya abrasi tanah, salinitas tanahnya yang tinggi, serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Di daerah Sumatera Utara sendiri, kita dapat menjumpai hutan mangrove di Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Batubara, Kota Tanjung Balai, Kota Sibolga, dan Kabupaten Nias.
Kondisi hutan mangrove di Sumatera Utara dapat dikatakan cukup kritis. Hanya tersisa 36.000 hektar hutan mangrove pada tahun 2014. Luas tersebut sangat berbeda jauh dibandingkan tahun 1989 yang luasnya mencapai 96.000 hektar. Penelitian Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumatera Utara menyebutkan bahwa 90% hutan mangrove di provinsi tersebut mengalami kerusakan cukup parah. Penyebabnya antara lain, alih fungsi hutan mangrove yang berubah menjadi perkebunan sawit, tambak ikan, udang dan lain-lain. Luas hutan mangrove yang dialih fungsikan menjadi perkebunan sawit mencapai lebih dari 12 ribu hektar, sedangkan yang menjadi tambak ikan sekitar lebih dari 10 ribu hektar. Perlu adanya upaya percepatan penyelamatan ekosistem tersebut.
Keberadaan hutan mangrove yang terancam ini menumbuhkan perhatian dari berbagai pihak yang peduli dengan kelestarian mangrove yang akan berdampak pada masa depan Indonesia, terutama dampak langsungnya pada wilayah pesisir. Salah satu dari orang yang peduli akan hal tersebut ialah Doni Latuparisa. Bersama dengan keenam temannya, Mahasiswa Antropologi USU ini membentuk suatu komunitas bernama KeMANGTEER yang merupakan singkatan dari Kesemat Mangrove Volunteer. Sebelumnya, KeMANGTEER sendiri telah terbentuk di beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta, Semarang, Malang, Yogyakarta, Tangerang, Serang, dan Langsa. Di Kota Medan, KeMANGTEER berdiri sejak 14 April 2014 dan di resmikan secara sah pada tanggal 25 Mei 2014.
KeMANGTEER adalah sebuah komunitas sukarelawan mangrove yang memiliki visi dan misi untuk mengkampanyekan mangrove ke seluruh lapisan masyarakat, sebagai sebuah gaya hidup, baik di dalam maupun di luar negeri. KeMANGTEER juga dapat menjadi wadah terbuka bagi jiwa-jiwa peduli mangrove dari masyarakat Indonesia, yang mungkin belum tersalurkan di daerahnya masing-masing. Sampai saat ini, KeMANGTEER MEDAN telah berhasil melahirkan puluhan volunteer yang peduli dan bergerak untuk menyelamatkan ekosistem mangrove. Dengan menjalin kerja sama dengan berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), KeMANGTEER MEDAN melakukan upaya-upaya terkait pelestarian mangrove. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh KeMANGTEER MEDAN antara lain, Kegiatan Tanam dan Pelihara (Ketapel) Mangrove, Kampanye Penyelamatan Mangrove, Mangrove Camp, dan Mangrove Goes To School.
Doni menjelaskan bahwa ekosistem hutan mangrove merupakan komunitas tumbuhan pesisir yang memiliki manfaat sangat besar, antara lain sebagai daerah pemijahan jenis biota tertentu, daerah asuhan ikan-ikan ekonomis penting, penyedia nutrien dan zat hara penting, serta fungsi fisik yang sangat besar seperti menjaga daerah pesisir dari abrasi. Hal ini belum dimengerti oleh masyarakat luas. Masih banyak masyarakat yang belum mengerti tentang dampak dan bahaya yang ditimbulkan dari kerusakan hutan mangrove. Rob dapat menyebabkan air laut menggenangi rumah warga yang berada di sekitar wilayah pantai. Ditambah lagi dengan kerusakan mangrove di wilayah pesisir Indonesia, maka akan memperluas dampak dari rob tersebut. Karena itu, dibutuhkan adanya rasa kepedulian dari masyarakat untuk bersama-sama menumbuhkan dan meningkatkan rasa cinta mangrove.
Doni berharap dengan hadirnya KeMANGTEER MEDAN, dapat menjadi motivasi bagi para generasi muda agar lebih peduli terhadap keberlangsungan hidup hutan mangrove yang ada di daerah Sumatera Utara sehingga semakin banyaknya pihak yang menaruh perhatian pada mangrove agar tidak terjadi lagi berbagai aktivitas yang merugikan dan dapat merusak hutan mangrove. Marilah kita bersama-sama menjaga titipan Tuhan yang bermanfaat bagi kehidupan kita ini.

