Tasya Nandita

Pijar, Medan. Kajian tentang dunia jurnalistik dapat kita nikmati melalui berbagai medium, salah satunya dengan film. Film yang mengangkat tema jurnalistik tak hanya mengapresiasi kinerja para jurnalis tetapi juga menunjukkan bagaimana proses pencarian dan peliputan berita secara baik dan benar agar dapat dilaporkan kepada khalayak.

State of Play merupakan salah satu film yang cerdas dalam menggabungkan dua hal yang saling bersinggungan setiap harinya yaitu politik dan jurnalisme. Dibumbui pula dengan unsur ketegangan thriller. Adegan-adegan film ini mengimplementasikan Sembilan Elemen Jurnalisme oleh Bill Kovach dan Tom Rosenstirl, yang mengalir di dalam kisahnya.

Film ini menceritakan seorang jurnalis Cal MacAffrey (Russel Crowe) yang sudah menekuni profesinya selama 15 tahun, dan masih mengagungkan unsur 5W+1H dalam sebuah berita. Cal yakin bahwa selalu ada sebuah cerita di balik berita. Cal McAffrey merupakan pemeran utama sekaligus sebagai jurnalis dari perusahaan surat kabar Washington Globe dan rekan kerjanya Della Frye (Rachel McAdam) sebagai jurnalis dan blogger secara online yang cekatan.

Pada suatu malam, seorang perempuan muda dan cantik bernama Sonia Backer tewas. Perempuan itu adalah salah satu staf riset seorang senator bernama Stephen Collins (Ben Afflect). Collins kemudian mengumumkan berita duka itu dengan emosional, sehingga hanya dalam hitungan detik, kecepatan media online justru memviralkan tragedi tersebut menjadi gosip atau hoaks. Beragam kabar simpang siur terus bermunculan, seperti “Senator yang sudah menikah selingkuh” atau “Pacar sang senator bunuh diri”, dan lainnya.

Kasus di atas adalah awal dari kisah panjang bagaimana seorang jurnalis berperan untuk mengungkap sebuah kebenaran. Sepanjang film ini digambarkan pula kendala-kendala yang dialami oleh seorang jurnalis dalam mencari, meliput, dan menerbitkan berita.

Cal McAffrey menggali, mengendus, dan melakukan verifikasi: mewawancarai segala arah, juga mengumpulkan data-data dan dikaitkan dengan kasus sehingga fiktifisasi narasumber tidak akan terjadi. Apa yang dilakukan Cal dalam film ini sejalan dengan konsep verifikasi oleh Kovach yaitu; Jangan menambah atau mengarang apa pun; Jangan menipu atau menyesatkan pembaca, pemirsa, maupun pendengar; Bersikaplah setransparan dan sejujur mungkin tentang metode dan motivasi dalam melakukan reportase; Bersandarlah terutama pada reportase sendiri; dan Bersikaplah rendah hati.

State of Play merepresentasikan peran Cal dan Della sebagai jurnalis yang baik. Dengan segala keingintahuannya, Cal dan Della bekerja sama dalam mencari kebenaran mengenai kasus yang diduga bunuh diri dan pembunuhan terencana tersebut dari segala penjuru. Sebagaimana jurnalisme digambarkan sebagai forum publik untuk mengumpulkan informasi. Mereka berusaha menyajikan kebenaran, bukan gosip. Demi kepentingan orang banyak dengan memegang teguh kode etik jurnalistik, loyalitas kepada warga negara, dan tidak memihak siapapun meskipun mereka berurusan dengan orang-orang yang miliki pengaruh kuat di dalam pemerintahan. Karena sejatinya, wartawan juga turut serta dalam menegakkan demokrasi.

Kebenaran dalam jurnalisme sangat sakral maknanya. Maka dari itu wartawan bertanggung jawab pada publik atas kebenaran yang disampaikannya. Seperti halnya Kovach menerangkan bahwa masyarakat butuh prosedur dan proses guna mendapatkan apa yang disebut kebenaran fungsional.

Jalan Cal dalam mengungkapkan kebenaran di State of Play pun semakin dilema. Di saat bersamaan, kita juga bertanya, siapakah pembunuhnya? Apa motifnya? Dan siapakah perempuan tersebut? Sampai pada penghujung kisah, konflik dan fakta kian terungkap di mana kasus pembunuhan mulai menemukan titik terang.  Film yang memiliki latar belakang dunia jurnalis dan politik ini dikemas dalam durasi 128 menit dengan alur konflik yang berjalan cukup mulus tanpa eksekusi bertele-tele.

State of Play sudah dirilis cukup lama yaitu tahun 2009, tapi film ini masih tetap relevan dengan keadaan dunia politik dan jurnalis saat ini. Tak hanya mengangkat kasus pembunuhan, film ini juga mengangkat isu independensi kerja jurnalis dan Kementrian Dalam Negeri Amerika yang sering menjadi subjek bagi film tahun 70-an.

Selain dibintang oleh aktor dan aktris papan atas, State of Play juga mendapat ulasan yang bagus dari kritikus yaitu 84% (rottentomatoes). Selain Cal, Della, Collins dan Sonia, deretan tokoh lainnya adalah Cameron Lynne (Hellen Mirren) sebagai pemimpin redaksi, dan Robin Wright istri sang Senator.

State of Play merupakan salah satu film yang sangat membantu untuk para jurnalis maupun calon jurnalis dalam proses pencarian dan peliputan berita secara baik dan benar, serta dapat memberikan wawasan secara detail mengenai tugas seorang jurnalis. Para jurnalis dituntut untuk paham akan implementasi dari 9 elemen jurnalistik dan teguh pendirian akan kode etiknya profesinya. Karena berdasarkan model itulah para jurnalis membangun karirnya dan menjadi teladan bagi jurnalis lainnya.

Menjalankan prinsip jurnalis seperti di film State of Play memanglah tak mudah. Tak selalu sama dengan apa yang kita lihat di film. Tetapi, ketika sudah terjun dalam dunia jurnalistik, profesi ini telah diamanahkan menjadi gerbang kebenaran informasi. Maka dari itu, film ini bisa dijadikan sebagai pengingat bagi seorang jurnalis yang bertanggung jawab bagi orang banyak. Karena ada kepercayaan mereka (publik) di setiap informasi yang disampaikan.

(Editor: Widya Tri Utami)

Leave a comment