Pemko Medan Imbau Lansia dan Pekerja Publik Ikut Vaksinasi Tahap Dua

Sumber Foto: statik.tempo.co

Frans Dicky Naibaho

Pijar, Medan. Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sudah memasuki tahap kedua sejak awal Maret 2021 lalu. Pada tahap ini, pemerintah menargetkan kelompok lanjut usia (usia 60 tahun keatas) dan pekerja publik sebagai prioritas dalam pemberian vaksin. Vaksinasi tahap dua diawali dari Jakarta yang kemudian dilanjutkan ke ibu kota provinsi untuk seluruh provinsi di Indonesia, termasuk salah satunya Kota Medan.

Kelompok lanjut usia (lansia) menjadi prioritas pada penyelenggaraan vaksinasi ini, lantaran mengingat bahwa 10 persen dari populasi di Indonesia berada dalam kelompok lansia. Tidak hanya itu, alasan penting berikutnya ialah menyadari bahwa berdasarkan data yang ada di Kementerian Kesehatan, 50 persen lebih kematian akibat Covid-19 terjadi pada kelompok usia 60 tahun ke atas.

Prioritas berikutnya pada tahap ini ialah pekerja publik yang meliputi tenaga pendidik, pedagang pasar, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat daerah, atlet, wartawan, petugas keamanan, pelayan transportasi publik, dan pelaku sektor pariwisata. Jelas, hal ini ditargetkan guna mengembalikan kondisi berbagai sektor yang sebelumnya terdampak Covid-19 agar dapat normal kembali seperti pada sektor pendidikan, perekonomian, dan pariwisata.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut, angka vaksinasi Covid hingga Rabu (24/3) berjalan sesuai rencana meski kenyataannya belum mencapai target 1 juta dosis perharinya. Ini membuat timbulnya kekhawatiran di kalangan pakar, mengingat bahwa vaksinasi yang berjalan lambat bisa berujung pada gagalnya terbentuk herd immunity. Hingga kini, belum ditemukan kepastian akan ketahanan imun pada orang yang sudah divaksinasi. Tapi, beberapa ahli memperkirakan imunitas ini dapat bertahan sekitar 6 bulan hingga satu tahun setelah penyuntikan dilakukan.

Dilansir dari Detikhealth, Windhu Purnomo, pakar epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) menyebutkan bahwa jika dalam satu tahun vaksinasi di Indonesia belum mencapai 70 persen, maka herd immunity akan gagal. “Andai 1 tahun, mudah-mudahan bisa lebih lama. Andai 1 tahun, kecepatan vaksinasi kita selama 1 tahun tidak mencapai 70 persen (181 juta orang), maka kita tidak pernah mencapai herd immunity. Dalam 1 tahun, (imunitas) orang yang diproteksi vaksin dulu sudah hilang. Dia seperti orang yang belum divaksin,” ujar Windhu, Selasa (23/3).

Berpedoman pada laporan yang dikeluarkan oleh Kemenkes, total sasaran vaksinasi agar mencapai keberhasilan Indonesia dalam herd immunity setidaknya dilakukan vaksinasi sebanyak 181.554.465 orang. Namun dilansir dari Kompas.com, per Rabu (24/3), jumlah masyarakat Indonesia yang sudah selesai divaksinasi (dosis pertama dan kedua) baru mencapai 2.709.545 orang. Ini tentu masih sangat jauh dari target herd immunity atau baru sekitar 0,14 persen.

Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, S. E., M. M. pun meminta masyarakat agar segera mendaftarkan diri dan ikut melakukan vaksinasi di puskesmas terdekat, khususnya pihak-pihak yang menjadi sasaran utama dalam vaksinasi tahap dua ini. Pendaftaran dapat dilakukan dengan mengisi formulir pada laman http://medan.kemkes.go.id atau melalui aplikasi PeduliLindungi yang dapat diunggah di App Store ataupun Google Play Store.

“Ya pastinya kita sama-sama masih dalam masa Pandemi Covid-19. Tentu itu yang pertama sekali akan kami tinjau dan kita kerjakan. Bagaimana program vaksinasi ini harus benar-benar bisa berjalan dengan baik terkhususnya di Kota Medan. Kita harus mencapai tingkat herd immunity masal kita di kota medan ini harus bisa di atas 70%,” ungkap Bobby optimis.

(Editor: Erizki Maulida Lubis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *