Jenni Sihombing

Pijar, Medan. Makanan daerah merupakan salah satu makanan yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia dan dikenal luas oleh masyarakat. Salah satu makanan daerah yang cukup terkenal di Sumatra Utara yaitu mi gomak.

Siapa yang tidak mengenal makanan daerah yang satu ini, hampir setiap kalangan dari berbagai umur tertarik untuk mencicipinya. Walaupun tergolong sebagai makanan daerah yang gampang kita temukan di setiap sudut wilayah Indonesia, makanan yang satu ini mungkin tidak akan kalah saing dengan makanan-makanan lainnya.

Apabila kita telusuri, makanan yang bertekstur kenyal ini berasal dari daerah tanah Batak Toba, meliputi semua daerah Batak Toba, dan juga merupakan salah satu makanan khas di Sibolga dan Tapanuli.

Mi gomak terbuat dari bahan baku mi lidi, kenapa dikatakan mi lidi karena bentuknya yang seperti lidi berwarna kuning ke jingga dengan ukuran yang lebih besar. Berdasarkan sejarahnya, mi gomak berawal dari banyaknya masyarakat Sumatra Utara yang berprofesi sebagai petani dan biasanya mereka akan mengadakan pesta setiap kali musim panen telah tiba. Salah satu hasil panennya yaitu ubi. Karena masyarakat mulai bosan untuk mengonsumsi ubi, salah satu dari penduduk setempat mengolahnya menjadi mi. Alasan lain kenapa dikatakan mi gomak, karena pada saat itu masyarakat belum memiliki sendok. Akhirnya, mereka mencampur bumbu dan mi dengan cara digomak dan membagikannya dengan cara yang sama. Sejak saat itulah makanan ini dikenal dengan nama mi gomak.

Kuliner yang satu ini biasanya disajikan dalam dua cara, ada yang berkuah dan ada pula yang digoreng. Biasanya mi gomak yang berkuah akan dimasak terpisah dengan kuahnya dan hal yang membuat mi tersebut istimewa, terdapat pada kuahnya yang terbuat dari santan dengan cita rasa pedas getir andaliman dan harumnya rempah-rempah seperti lengkuas, bunga rias atau yang lebih dikenal kecombrang, serta beragam bumbu lainnya seperti cabai, bawang merah, bawang putih, merica, lengkuas, sereh, kunyit, dan andaliman.

Disantap dalam keadaan hangat akan menambah nikmatnya cita rasa pada makanan ini. Selain itu, makanan yang satu ini cocok dinikmati dalam berbagai situasi dan acara. Mulai dari acara adat, arisan, dan acara lainnya. Bahkan bagi masyarakat Sumatra Utara, makanan yang satu ini sudah menjadi jajanan wajib mulai dari tingkat anak-anak sampai kalangan dewasa.

Untuk harganya sendiri, dibandrol dengan harga yang murah. Mulai dari tiga ribu rupiah sampai sepuluh ribu rupiah. Rasa yang nikmat dan pas dikantong cukup membuat makanan ini pantas untuk kamu nikmati.

(Editor: Muhammad Farhan)

Leave a comment