Naomi Adisty

Pijar, Medan. Makanan yang tampilannya kurang menarik namun harganya cukup menguras kantong, mungkin itulah perumpamaan yang cocok untuk jamur truffle. Makanan ini berasal dari salah satu spesies jamur yaitu genus tuber. Jamur ini biasanya ditemukan menempel ke akar pohon sehingga truffle ini sendiri disebut juga jamur ectomycorrhizal.

Jamur truffle ini ternyata banyak jenisnya loh, namun hanya jenis truffle hitam dan putih saja yang dapat dimakan. Perbedaan dari truffle hitam dan putih sendiri terletak pada warna dan aroma, bila truffle hitam beraroma seperti tanah sedangkan truffle putih beraroma seperti bawang putih dan merah. Banyak orang yang mengira bahwa jamur truffle berasal dari Italia, namun hal itu tidaklah tepat, sebab penemuan awalnya berasal dari Istria, Kroasia.

Tak hanya itu, makanan yang identik berkelas dan mahal ini hampir serupa dengan caviar dan saffron yang hanya bisa dimakan oleh kalangan tertentu saja sebab truffle hitam dibanderol sekitar 30 juta rupiah per kilo sementara truffle putih dibanderol lebih mahal dengan harga sekitar 120 juta rupiah per kilo. Harga yang fantastis ini cukup sebanding dengan penemuannya yang dapat dikatakan langka dan melewati proses yang panjang sebab jamur ini tidak mudah dibudidayakan dan memerlukan waktu 4-7 tahun sebelum akhirnya secara perdana tumbuh.

Santapan yang satu ini, hanya cukup digunakan sedikit saja karena hanya bertujuan sekedar pembangkit aroma dan rasa. Cara penyajian yang makanan yang menggunakan jamur ini juga terbilang unik, dengan memarut jamur ini menjadi potongan sangat tipis dan meletakkan lembaran tipis tersebut di atas makanan atau dengan menaburkan bubuk kasar hasil parutan jamur ini terbilang sudah cukup.

Jamur truffle juga dikenal sebagai santapan “anak sultan”. Ternyata di balik ungkapan itu, jamur ini juga memiliki banyak manfaat sebab ada kandungan senyawa afrodisiak unik yang dimiliki pada jamur ini. Jamur truffle juga mengandung anti-oksidan yang berfungsi melindungi diri dari radikal bebas serta mencegah kanker. Selain itu, di jamur ini juga terkandung senyawa kolin yang berfungsi untuk menjaga kesehatan sistem saraf.

Namun, di balik kandungan dan manfaat baiknya yang tidak dimiliki jamur lain, makanan berharga fantastis ini ternyata juga memiliki efek samping juga loh, seperti rematik bila jamur ini dikonsumsi terlalu banyak. Tak hanya itu jika proses pengolahannya menggunakan suhu panas yang terlalu tinggi, maka hal itu dapat memicu kanker yang bersumber dari senyawa agaritin di dalamnya.

Penasaran dengan rasanya? Untuk di Indonesia sendiri, sudah ada beberapa restoran yang menjadikan jamur truffle sebagai bahan sajian seperti truffle spaghetti carbonara, truffle mushroom pasta, dan lain sebagainya. Tak hanya di restoran saja, truffle dalam bentuk mentahannya pun sudah ada dijual di online shop. Tapi jangan lupa, tetap perhatikan seberapa banyak truffle yang boleh dikonsumsi dan bagaimana cara pengolahannya yang benar agar manfaatnya dapat dirasakan dengan baik.

(Editor: Muhammad Farhan)

Leave a comment