Hits: 15
Erizki Maulida Lubis
“Sebuah pepatah mengatakan, jika seorang perempuan cerdas maka akan melahirkan anak-anak yang cerdas pula.”
Pijar, Medan. Perempuan dan pendidikan, dua elemen yang berbeda namun tidak dapat dipisahkan. Tanpa disadari, perempuan sebenarnya memiliki peranan yang penting dalam pendidikan. Bahkan pendidikan pertama yang didapat seorang anak ialah dari seorang ibu. Hal tersebut dapat dimaknai, bahwa pendidikan akan berpengaruh pada pola pikir perempuan ketika ia sudah berkeluarga nantinya. Implementasinya akan terlihat saat ia mendidik anak, mengajari anak, dan menerapkan prinsip-prinsip keadilan di keluarga.
Perempuan kerap kali dianggap sebagai kaum yang lemah dan memiliki derajat di bawah laki-laki. Ketimpangan inilah yang harus kita hapuskan. Mengenai hal tersebut, Girl Up Jakarta, salah satu klub yang mendukung dan memaksimalkan potensi remaja perempuan dalam bidang pendidikan, kepemimpinan, keselamatam, dan kesehatan mengadakan Webinar dengan tema “Women in Higher Education” mengundang pembicara yang berpengalaman. Webinar ini dibagi menjadi tiga sesi, di mana pada Sabtu (17/10) merupakan sesi pertama yang mengangkat sub tema “Women in Communication” melalui platform Zoom.
Dipandu oleh Hinggista Carolin sebagai moderator, Women in Communcation menghadirkan pembicara yang sangat berpengalaman di bidang komunikasi. Putri Sa’ud yang merupakan voice over artist dan Shafinaz Nachar seorang news presenter RCTI memberikan pandangan mereka mengenai perempuan yang seharusnya boleh mengutamakan pendidikan. Dengan pendidikan, perempuan akan lebih dihargai serta dihormati.
Pendidikan merupakan aspek yang penting, karena dengan memiliki pendidikan kita dapat melihat dunia dari berbagai perspektif. Perspektif tersebut akan membantu kita dalam menjalani kehidupan. Lalu, mengapa masih saja ada desas-desus bahwa untuk apa perempuan memiliki pendidikan yang tinggi? “Ketika kita berpendidikan, kita tidak hanya membuat citra diri kita menjadi baik. Pastinya akan meninggikan nama keluarga kita juga. Berpendidikan tinggi tidaklah menjatuhkan harga diri perempuan, melainkan kita akan menaikkan harkat martabat kita,” tutur Shafinaz saat berpendapat.
Dengan sub tema Woman in Communication ini, Girl Up Jakarta ingin mendorong serta memotivasi para perempuan di Indonesia untuk terus menjalani pendidikannya. Ketika pendidikan itu penting bagi perempuan, maka ia dan keluarga juga akan mendapatkan efek positifnya. Pendidikan tinggi akan membantu perempuan untuk mewujudkan cita-citanya dalam mendapatkan karir yang cemerlang. Jika perempuan di Indonesia mampu membuktikan, maka stigma masyarakat mengenai ‘perempuan harus berada di rumah saja karena nantinya akan menikah dan hanya mengurus suami’, lambat laun akan memudar jika perempuan diberikan hak kebebasan untuk meraih pendidikan tinggi.
Saat ini, sudah ada yang mengatur hak para perempuan. Perempuan di Indonesia dan di seluruh dunia dijamin haknya untuk dapat mengakses pendidikan. Perlindungan mengenai hak perempuan dalam meraih pendidikan ini sudah ditegaskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
Memiliki pendidikan tinggi bukan hanya sekadar gelar dan status, melainkan juga akan menambah wawasan, pola pikir, dan dapat memperluas jaringan. “If you educate a woman, you can educate your generation too. Jika kamu perempuan yang masih kuliah, ayo lanjutkanlah! Jangan sampai putus, ayo mandiri gunakan pola pikirmu,” ujar Putri saat memberikan pesan agar kaum perempuan tergerak untuk memiliki pendidikan yang lebih tinggi.
Berdasarkan data dari Girl Up Jakarta, perempuan memiliki fungsi yang strategis dalam masyarakat. Keterampilan yang dimiliki oleh perempuan yang berpendidikan tidak hanya akan mengangkat derajat kehidupan keluarga secara ekonomi maupun sosial, namun juga akan mengangkat nama Indonesia agar lebih berdaya saing secara global.
“Menginginkan pendidikan yang tinggi, tidak selalu mendapat dukungan serta merta dari keluarga. Jika keluarga tak melihatmu, maka tanamkan dalam diri sendiri bahwa sebagai perempuan kita bisa meraih pendidikan tinggi. Jangan ragu untuk melangkah. Jangan juga takut kalau kamu nantinya akan ketinggalan, karena tidak ada kata terlambat. Semua akan meraih kesuksesan pada waktunya, hanya saja dengan cara yang berbeda,” pesan kedua pembicara.
(Editor: Widya Tri Utami)

