Hits: 54

Meutia Rachmi Yulanda | Chikita Putri Liani

Pijar, Medan. Sabtu (20/12) lalu telah diluncurkan sebuah program sarana transportasi baru USU, yakni Sepeda Kampus. Program ini merupakan hasil kerjasama antara Universitas Sumatera Utara dengan USAID ICED (Indonesia Clean Energy Development) yang dibantu oleh Konsultan PT Djawa Baru dan PT Anagata Dhia Karya Mandiri (Adhikari). Acara peluncuran ini dimulai dengan diadakannya seminar “Penerapan Sepeda Kampus Sebagai Alternatif Transportasi Dalam Lingkungan Kampus”, kemudian dilanjutkan dengan peresmian Sepeda Kampus oleh Rektor USU, Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, mengayuh sepeda bersama seluruh peserta yang hadir, serta serangkaian lomba yang diadakan panitia.

Noviana, perwakilan Tim Studi USAID-ICED mengungkapkan bahwa Program Sepeda Kampus di USU ini telah direncanakan sejak 2013, sedangkan studi mengenainya dimulai dari Agustus 2014. Dilatarbelakangi oleh hasil survei yang menunjukkan total kendaraan bermotor yang masuk ke USU mencapai 62.000 unit per hari, angka tersebut tergolong sangat tinggi. Beresiko mencemari udara serta tidak efektif dalam pemanfaatan ruang untuk lahan parkir. Oleh karena itu, program Sepeda Kampus dapat menjadi alternatif untuk mengatasi lingkungan di USU dan juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pemanasan global.

Peluncuran program sarana sepada kampus sebagai alternatif transportasi baru USU (20/12)

Peluncuran Sepeda Kampus ini disambut dengan positif oleh mahasiswa. “Ini acaranya bagus. Kalau untuk programnya juga sudah bagus. Dan karena saya sendiri memang suka naik sepeda, jadi kalau ada sepeda saya lebih memilih sepeda daripada yang lainnya. Selain itu, statistik kehilangan motor di USU juga tinggi. Jadi kalau ada sepeda, mungkin banyak yang bisa dikurangi, polusi, kecelakaan, dan angka kehilangan motor,” ungkap Ilmi Harahap, mahasiswi Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi 2012 menyatakan antusiasnya.

Program Sepeda Kampus pada dasarnya mengusung konsep Bicycle Sharing, yaitu berbagi. “Konsep dari Bike Sharing yang kami tawarkan merupakan sistem sepeda kampus dengan penggunaan bersama. Fokusnya kami adalah bagaimana satu sepeda itu dapat digunakan untuk banyak orang,” ujar Stefanus Ayal, tim studi USAID.

Model sepeda yang digunakan adalah city bike, sebagai model sepeda yang dianggap paling efisien dan dapat digunakan oleh semua kalangan. Sebagai permulaan, sebanyak 100 sepeda telah disediakan untuk memenuhi 8 stasiun yang tersebar di wilayah kampus, tidak berbeda jauh dengan lokasi halte Bus Lintas USU.  Sistem yang digunakan nantinya adalah pengguna sepeda melakukan registrasi untuk pemakaian maksimal selama 30 menit, kemudian sepeda dikembalikan pada stasiun terdekat di mana peminjam berada.

Pengoperasian Sepeda Kampus akan dimulai pada bulan Januari 2015. Pihak USU  mengharapkan program ini dapat berjalan dengan baik dan terus berkembang, fasilitas ini dapat dijaga baik oleh seluruh pihak sehingga dapat menjadi transportasi yang digunakan untuk jangka panjang. “Harapan kita agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, karna tujuannya untuk mendukung go green. Kemudian juga menghemat BBM, kemudian untuk kesehatan. Dengan bersepeda kita akan sehat. Selain itu, mudah-mudahan mahasiswa-mahasiswi USU yang menggunakan sepeda ini dapat merawat dengan baik,” ucap Dra. Hindun Pasaribu selaku Kepala Biro Kemahasiswaan dan Kealumnian USU. USAID dan PT ADHIKARI juga memiliki harapan yang sama. “Kami berharap semakin banyak orang yang mau berpindah dari kendaraan bermotor ke kendaraan non-transport, intinya agar menciptakan hidup yang lebih sehat dan lingkungan yang lebih sehat juga,” tutur Noviana.

 

Leave a comment