Kisah Pilu “Gadis Berwajah Berlian”

Hits: 12

Atika Putri

 

Judul               : Tragedi Gadis Parijs Van Java

Pengarang       : Ganu van Dort

Penerbit           : Edelweiss

Tebal               : 398 Halaman

ISBN               : 987-602-8672-14-6

Terbit               : Januari 2012

Kategori          : Novel

Pijar, Medan. “Bandoengde mooiste stad van java, Bandoeng kota terindah di Pulau Jawa”. Namun tidak bagi Laura Hessels. Baginya, Bandung adalah neraka. Laura Hessels Getrude Kloosmayer, lahir di Bandung 17 Februari 1920. Dijuluki “Gadis Berwajah Berlian” karena kecantikannya. Ia mewarisi kecantikan paduan dari dua gen, ayahnya yang tampan berdarah campuran Belanda-Prancis dan ibunya yang cantik keturunan Belanda-Jerman.

Ayah Laura, Profesor Jansens Kloosmayer, menciptakan formula rahasia yang sangat diincar oleh tentara Jepang dan intelijen militer dari negara fasis lainnya pada masa Perang Dunia II. Formula tersebut diketik dengan kertas kecil dan dimasukkan ke dalam batu berlian imitasi. Kemudian batu tersebut direkatkan pada sebuah kerangka dari emas yang juga imitasi. Dijadikan kalung dan diberikan kepada anak semata wayangnya, Laura. Karena formula rahasia itulah tragedi demi tragedi terjadi. Kedamaian seolah tak pernah singgah dalam kehidupan Laura.

Saat itu Laura sedang menduduki jenjang akhir di HBS. HBS merupakan Sekolah Menengah Atas untuk anak-anak Belanda dan pribumi keturunan ningrat. Pada suatu malam, seorang agen Belanda yang mengetahui keberadaan formula rahasia itu menyuruh salah seorang bangsa pribumi untuk membunuh kedua orangtua Laura. Malam menjadi saksi atas kejadian mengerikan itu. Setelah kematian kedua orangtuanya, Laura selalu mendapat teror dan beberapa kali hendak diculik dan hampir mati.

Pada 23 Januari 1941, Laura dinyatakan lulus dari perguruan tinggi di Batavia dan mendapatkan gelar Dokter. Ia kembali ke Bandung dan disana bahaya kembali mengintainya. Kembalinya ke Bandung, Laura akhirnya memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Fatimah. Semua orang memanggilnya Dokter Fatimah.Pada Juli 1941 ia menikah dengan Djaja Soeriadiredja, pria pribumi yang selama ini selalu melindunginya dari segala marabahaya. Djaja merupakan teman sekelasnya selama di HBS. Dan telah menjadi seorang wartawan surat kabar De Vrije Pers.Fatimah sangat mencintai Djaja dan begitupun sebaliknya.

Ganu van Dort sebagi pengarang berhasil melukiskan suasana Bandung pada masa penjajahan Belanda dan Jepang dengan sangat baik. Penggambaran kota Bandung sangat detail sehingga dapat menambah pengetahuan bagi mereka yang belum mengenal Bandung. Bahasa yang digunakan pun sangat mudah untuk dipahami. Dalam perbincangan antar tokoh, diselipkan beberapa bahasa Belanda, Jepang dan Sunda yang membantu menambah hidup suasana.

Saat membaca buku ini, kita seperti diajak untuk mencicipi sejarah. Walaupun ada sedikit bagian yang membosankan, namun itu tidak menjadi masalah besar. Karena alur yang sangat menarik mampu membuat pembaca penasaran dan ingin terus untuk membacanya. Gambaran kisah hidup Laura yang mengharukan dari awal saat orangtuanya meninggal hingga ia merasakan kejamnya penguasa Jepang. Pengarang berhasil menjadikan dan mempertahankan Laura sebagai sosok wanita yang tegar atas segala hal yang menimpanya.

Jalan cerita yang sulit ditebak menambah daya tarik buku ini. Pengarang mampu mempermainkan emosi pembaca apalagi saat ending yang sama sekali tidak disangka-sangka dan jauh dari tebakan pembaca.

Leave a comment