Hits: 158
Rizka Aulia Maghfira
Judul Buku : Mereka Bilang, Saya Monyet!
Penulis : Djenar Maesa Ayu
Penerbit : Gramedia Pustaka Media
Jumlah Halaman : 135 halaman
Cetakan : Cetakan kesebelas (cover baru)
ISBN : 978-602-03-2246-9
Pijar, Medan. “Sepanjang hidup, saya melihat manusia berkaki empat. Berekor anjing, babi, atau kerbau. Berbulu serigala, landak, atau harimau. Dan berkepala ular, banteng, atau keledai. Namun tetap saja mereka bukan binatang. Cara mereka menyantap hidangan di depan meja sangat benar. Cara mereka berbicara selalu menggunakan bahasa dan sikap yang sopan. Dan mereka membaca buku-buku bermutu. Mereka menulis catatan-catatan penting. Mereka bergaun indah dan berdasi. Bahkan konon mereka mempunyai hati.” (Mereka Bilang, Saya Monyet!)
Penuh sindiran dan vulgar. Itulah ciri khas karya Djenar Maesa Ayu, penulis Indonesia yang cukup terkenal dan mampu melahirkan karya-karya hebat, terbukti dari buku-bukunya yang mendapat banyak penghargaan, begitu juga film yang disutradarai olehnya. Karya-karyanya selalu mengangkat tentang seksualitas dan kaum metropolitan. Djenar cukup berani dalam menggunakan kata-kata untuk mengisahkan ceritanya.
Mereka Bilang, Saya Monyet! merupakan salah satu karya Djenar yang terkenal. Terbukti dengan jumlah cetakan buku yang hingga kini sudah mencapai cetakan kesebelas. Mereka Bilang, Saya Monyet! berisikan kumpulan cerpen Djenar yang sudah lebih dahulu diterbitkan di surat kabar dan majalah. Terdapat 11 cerpen dalam buku ini, keseluruhan dari isi cerpen kebanyakan berlatar belakang tentang anak-anak masih sangat remaja yang tidak berbahagia dalam keluarga, karena kurang perhatian dan kasih sayang dari orangtua, atau kehilangan orangtua di masa yang sangat muda, berikut pelecehan seksual terhadap sang anak oleh orang dekat dalam keluarga atau oleh lingkungannya.
Djenar memiliki cara yang berbeda dalam mengemas setiap cerpennya. Salah satu cerpen yang berjudul “SMS” dikemas oleh Djenar dengan cukup unik. Djenar mengemas cerita dalam bentuk SMS. Pembaca diajak berpikir cukup rumit saat membaca yang satu ini karena tidak ada narasi yang menjelaskan. Hanya isi SMS dengan nama pengirim dan penerima, sehingga pembaca diharuskan menyimpulkan sendiri isi dari cerita tersebut. Tak hanya SMS, cerpen yang berjudul “Wong Asu” juga dikemas cukup unik oleh Djenar. Ia menuliskan cerpennya tersebut dalam bentuk dialog, seperti script sebuah film.
Sebuah buku yang layak dibaca oleh penggemar segala macam jenis sastra. Djenar mampu menuliskan karya-karyanya dengan apik sehingga membuat pembacanya berpikir saat membaca, namun juga turut larut dalam cerita.
“Si Kepala Serigala memanggil pelayan dan meminta bon untuk segera dibayar. Si Kepala Serigala selalu mengeluarkan uang untuk kesenangan kami dan mungkin karena itulah Si Kepala Anjing mengendus-endus kemaluannya. Saya tahu pesta mereka sebentar lagi usai. Tapi saya juga tahu, pesta kemerdekaan saya baru akan dimulai….” (Mereka Bilang, Saya Monyet!).

