Meutia  Rachmi

Pijar, Medan. Kebangkitan musik Nasional telah digaungkan anak bangsa belakangan ini, salah satu pelopornya adalah band Mocca. Seperti dilansir di majalah musik terkemuka The Rolling Stone Indonesia, nama Mocca tercantum dalam 150 Greatest Indonesian Songs All Of Time, dan Album My Diary termaktub dalam  150 Greatest Indonesian Album All Of Time. Lagu – lagu seperti Secret Admirer dan Me And My Boyfriend menyabet gelar best video of the year di MTV Penghargaan Musik Indonesia 2003. Album Colours juga pernah masuk ke dalam nominasi ‘Desain Cover’ terbaik pada penghargaan Anugerah Musik Indonesia tahun 2008, dan memenangkan penghargaan Karya Produksi Alternative Terbaik AMI Awards 2008. Di Jepang, Mocca telah menandatangani kontrak dengan salah satu Indie Records yaitu Excellent Records untuk mengisi album Pop Renaisance dengan lagu Twist Me Around. Kemudian Album Friends juga pernah mengantarkan Mocca sebagai nominasi Most Favourite Artist Indonesia di MTV Asia Awards.

Segudang prestasi yang didapatkan Mocca di dalam negeri masih belum dapat menyaingi prestasinya di luar negeri. Berada di naungan Agensi FFWD, Mocca menjadi lebih sibuk mengepakkan sayapnya lebih lebar di kancah musik Internasional. Pada tahun 2005, album Mocca telah beredar di Singapura, Malaysia, Thailand, dan Jepang serta sempat menggelar konser outdoor di Singapura seraya menghadirkan The Rock Angels Band. Mocca juga sempat menggaet Bob Tutupoli dalam lagu This Conversation dan Swing It Bob, serta dengan musisi asal Swedia (Club 8) yaitu Johan and Karolina Komstedt dengan lagu I Would Never.  Di tahun 2007, pada album Colours, Mocca berkolaborasi dengan Pelle Carlberg (Edson) dalam lagu Let Me Go dan melakukan cover apik lagu Hyperballad milik Bjork serta lagu Sing milik The Carpenters. Mocca juga sempat diundang ke beberapa festival musik Internasional.

Band Indie yang baru dirangkul Agensi FFWD setelah dua thun debut tanpa nama ini terdiri dari Arina Ephipania Simangunsong (Vokalis & Flute), Riko Prayitno (Gitar), Ahmad Pratama (bass), dan Indra Massad (Drum). | Sumber : http://mymocca.com/official/wp-content/uploads/2013/05/swingingfriday.jpg

Tidak hanya berjaya dalam melahirkan album–album yang selalu laris di pasaran, baik lokal maupun Internasional. Musik Mocca juga sering digunakan dalam pengisian soundtrack-soundtrack film, seperti dalam film Catatan Akhir Sekolah, Untuk Rena, dan sinetron TV Fairish the Series. Di Korea, lagu–lagu Mocca dijadikan soundtrack drama, reality show, dan iklan di seperti Personal Taste, Bandhobi, dan Flower Boy Ramen ShopWe Got Married produksi MBC, Star Blind Date, Three Color Women , She’s O’live, dan masih banyak lagi.

Band Indie yang baru dirangkul Agensi FFWD setelah dua tahun debut tanpa nama ini terdiri dari Arina Ephipania Simangunsong (Vokalis & Flute), Riko Prayitno (Gitar), Ahmad Pratama (bass), dan Indra Massad (Drum). Memulai debut pada tahun 1999, musik yang dialunkan Mocca ini kental akan Jazz, twee pop, dan ala 60-an meskipun pada dasarnya mereka beraliran Pop Indie. Pembawaan Lagu–lagu Mocca yang ringan dan identik dengan instrumen trompet, saksofon, dan flute ini menjadi rekomendasi bagi para penikmat musik untuk sejenak menikmati relaksasi swingtime.

Mocca bukanlah pemusik Indonesia pertama dan satu – satunya yang mampu menembus pasar musik mancanegara.  Namun mereka telah membuktikan kepada anak bangsa lainnya bahwa band Indie tidak hanya mampu dinikmati dan berkembang di daerah asalnya saja, melainkan masih memiliki ruang yang lebih luas untuk lebih mampu mengembangkan jiwa bermusiknya. Mocca, patut menjadi inspirator bagi anak bangsa. Mereka menunjukkan bahwa anak bangsa berpotensi menciptakan prestasi yang tidak main – main. Berusaha maksimal dalam bidang masing – masing dapat menjadi acuan utama anak bangsa untuk berpartisipasi mengharumkan nama Indonesia dalam kancah Internasional.

1 Comment

  • LPM Untan
    Posted 25 April 2014 22:17 0Likes

    Salam Presma

    Mantap.

Leave a comment