Sandy Arief, Mengobarkan Semangat Untuk Medan

Hits: 51

Sandy Arief Aritonang (19). Pyrotechnician dari USU.
Foto oleh : Dhana Anjani

“Segala sesuatu akan terlihat lebih menarik apabila ia terbakar” – Sandy Arief Aritonang (Sandy Marabahaya)

 Pijar, Medan. Itulah kalimat yang diungkapkannya ketika ditanya mengapa ia begitu tertarik dengan api. Mungkin terdengar sederhana, namun kalimat itu menyiratkan suatu semangat yang berkobar tiada henti dari seorang Sandy. Suatu semangat penuh gelora, menular layaknya api yang meranggaskan hutan. Mengapa kalimat ini istimewa? Siapa sebenarnya Sandy Marabahaya?

Sandy Arief Aritonang adalah seorang pemuda asal Tanjung Balai, Sumatera Utara yang makin dikenal oleh masyarakat luas setelah lolos menjadi finalis ajang Indonesia Mencari Bakat (IMB) 2012 di Trans TV. Sandy yang saat ini masih berstatus mahasiswa jurusan Arsitektur di Universitas Sumatera Utara menyebutkan bahwa keahlian yang dimilikinya ini bernama pyrotechnic. Yaitu ilmu yang menggunakan bahan kimia untuk memproduksi api, asap, cahaya dan/atau suara. Sandy yang ditemui saat acara promo saHIVa Drama Musikal baru-baru ini. begitu ramah dan antusias ketika diajak wawancara.

“Untuk penampilan saya di saHIVa Drama Musikal, saya menggunakan fire spinning / fire technic. Sedangkan untuk IMB saya menggunakan pyrotechnic. Bedanya adalah fire technic hanya berupa seni seperti  tari-tarian atau atraksi dengan menggunakan api.” Jelas Sandy. Fire technic bertujuan untuk entertain (menghibur) saja, sedangkan Pyrotechnic merupakan gabungan dari semua trik/teknik api kontemporer serta magic trick. “Jadi, pyrotechnic lebih berbahaya dalam eksekusinya dibanding fire technic”, tambah Sandy.

Sandy mengaku mempelajari keahlian ini baru sekitar enam bulan. Hebatnya lagi, Sandy belajar secara otodidak, yakni dengan menonton video pyrotechnic di situs Youtube dan membaca di internet. Mengagumkan bukan ? Ya, tentu saja. Apalagi pyrotechnic ini bukan sekedar keahlian biasa. Jika tidak teliti dan hati-hati dalam melakukannya, bahaya siap menerkam. Sandy sendiri mengaku sering mengalami cedera ringan seperti luka bakar dan rambut rontok karena terkena api.

Selain berbahaya, pyrotechnic ternyata juga memerlukan biaya yang tidak sedikit. Hal ini disebabkan karena alat yang digunakan tidaklah murah. Bahkan ada yang harus membeli dari luar negeri (impor). Namun, semua kendala dan rintangan tidak membuatnya kapok untuk terus mendalami “ilmu api” yang awalnya dari Suku Mauri di New Zealand ini.

Salah satu kepiawaian Sandy ketika beratraksi.
Foto oleh : Dhana Anjani

Sandy juga bercerita mengenai awal mulanya ia bisa mengikuti audisi di Indonesia Mencari Bakat. Sebenarnya tidak ada sedikit pun niat Sandy untuk mengikuti ajang IMB, walaupun ia sudah tahu ada acara pencarian bakat seperti itu. Namun teman-teman kuliah dan lingkungan tempat tinggalnya terus menganjurkan Sandy untuk ikut audisi tersebut. Setelah mengikuti beberapa audisi, akhirnya Sandy berhasil mencapai babak final.

Keberhasilan Sandy menuju babak final IMB ternyata tidak serta merta disambut baik oleh semua orang. Beberapa ada yang berpendapat keahlian yang ia tampilkan mirip dengan Belda pada ajang IMB yang pertama. Sandy jelas menolak disamakan dengan Belda. Menurutnya ia berbeda aliran dengan Belda, dimana keahlian yang ditampilkannya adalah pyrotechnic, sedangkan Belda adalah fire dance.

Di lingkungan kampus, Sandy juga dikenal ramah dan tidak pelit ilmu. Saat ini Sandy tergabung dalam Marabahaya Fireshow. Sebuah manajemen profesionalis yang dibentuk bersama dua temannya. Marabahaya Fireshow membuka kesempatan bagi yang ingin mempelajari keahlian fire technic maupun pyrotechnic secara gratis, tanpa dipungut biaya apapun. “Marabahaya Fireshow ini anggotanya masih tiga orang saja. Kami akan sangat senang  jika ada yang mau belajar dengan kami. Gratis kok”, ujar Sandy.

Sandy mengaku motivasinya mengikuti audisi IMB adalah agar  masyarakat Indonesia tertarik dan mengetahui lebih banyak lagi tentang pyrotechnic. Sandy juga bercita-cita untuk mencapai impiannya selama ini, yaitu mengikuti Kiev Fire Festival, salah satu festival terbesar di dunia yang menampilkan pertunjukan para talent berbakat dari genre api dan sirkus. Ya, mari kita dukung dan doakan impian Sandy tersebut dapat terwujud. Jika anda ingin Sandy mengharumkan nama kota Medan di ajang Indonesia Mencari Bakat 2012, caranya dengan mengetik IMB (spasi) SANDY kirim ke 3845.[hdn]

Leave a comment