Seminar dalam Drama

Promo Drama Musikal diadakan di depan Warung saHIVa pada Rabu sore (10/10).

Pijar, Medan. Dalam rangka memperingati hari HIV/AIDS sedunia yang jatuh pada tanggal satu Desember mendatang Sadar Hidup Ini Vital adanya atau yang lebih dikenal dengan warung saHIVa menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan 10 komunitas Urban yang ada di Kota Medan. Acara ini juga akan menyuguhkan sebuah seminar dengan kemasan yang tidak biasa dan hanya satu-satunya di kota Medan.

Seminar yang berisi penyuluhan mengenai bahaya HIV/AIDS dan Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) itu dikemas dalam bentuk sebuah drama musikal sehingga  diharapkan dapat menyampaikan pesan sekaligus menghibur para pengunjung yang datang untuk melihat acara ini. Ide ini tercetus untuk menarik minat belajar remaja namun dengan cara yang tidak membosankan.

“ Acara ini untuk mensosialisasikan HIV/AIDS, kesehatan reproduksi  dan NAPZA namun karena remaja cenderung senang dengan acara hiburan maka warung saHIVa memilih kegiatan seperti ini ” ujar Dzikra yang merupakan Sekretaris Panitia dalam acara tersebut yang ditemui tim redaksi Pijar di sekretariat saHIVa pada Rabu sore (10/10).

Berbagai rangkaian acara telah disiapkan oleh panitia untuk menyemarakkan acara ini diantaranya dengan target 1800 peserta yang berasal dari kalangan pelajar hingga mahasiswa untuk ikut terlibat dalam acara ini. Tidak hanya itu, berbagai penampilan dari kesenian tradisional hingga modern turut juga meramaikan kegiatan ini. Sebut saja Tari Saman (Aceh) Tortor (Sumatera Utara) , shuffle dan modern dance.

 

Shuffle Dance turut meramaikan promo saHIVa Drama Musikal kali ini.

 

Dzikra juga mengatakan bahwa acara ini tidak hanya menyampaikan konseling mengenai HIV/AIDS dan NAPZA dalam bentuk pelatihan dan seminar saja namun juga diharapkan dapat mengembalikan semangat positif para remaja lewat penyaluran bakat pada kegiatan yang tersedia di  warung saHIVa.

Sementara itu, Haris,seorang mahasiswa yang berkunjung pada acara itu mengatakan bahwa konsep yang ditawarkan dalam acara ini sangat bagus dan layak untuk dihadiri karena terdapat banyak acara hiburan dan informasi seputar kesehatan. Haris mengaku lewat acara ini dirinya menemukan satu komunitas yang menarik perhatiannya.

“Warung saHIVa” dikembangkan dengan bantuan UNDP (United Nation for Development Programs) melalui Proyek Penanggulangan HIV/AIDS UNDP di Propinsi Sumatera Utara. Secara struktural warung saHIVa berada pada Biro Konsultasi dan Bimbingan Mahasiswa (BKBM) USU [Nadya Vristissya]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *