Berbicara tentang dunia serial pertelevisian, serial asal Korea tentu saja tidak bisa dilewatkan. Dewasa ini, serial televisi asal negeri ginseng tersebut banyak mendapat perhatian dari seluruh penikmat serial televisi di dunia. Tentu saja, Indonesia tidak pernah menjadi pengecualian untuk hal-hal seperti ini. Bahkan negara Indonesia kerap kali menjadi salah satu penyumbang penayangan terbanyak dari luar Korea.
Begitulah salah satu kutipan terbaik yang ada di My Sister’s Keeper. Pernahkah kita bertanya pada diri sendiri, apa alasan sebenarnya kita dilahirkan ke bumi ini? Harapan orangtua, kecelakaan, atau ada alasan tertentu? Seperti Anna Fitzgerald yang dilahirkan sebagai pendonor organ tubuh kepada kakaknya, Kate Firzgerald.
Keluarga Firzgerald telah hidup sempurna dengan dua anak, Jesse and Kate Fitzgerald. Sampai suatu ketika Kate didiagnosa menderita penyakit leukemia dan membutuhkan donor sumsum tulang belakang. Sayangnya tak satupun anggota keluarga Firzgerald memiliki organ Human Leukocyte Antigen (HLA) yang cocok dengannya.
Hari ini tepat pada tanggal 30 Maret 1950 adalah hari pertama pengambilan gambar film Darah & Doa atau Long March of Siliwangi yang disutradarai oleh Usmar Ismail. Konon, ini adalah film asli Indonesia yang disutradarai oleh orang asli Indonesia, dan diproduksi oleh perusahaan film milik orang Indonesia, yakni Perfini (Perusahaan Film Nasional Indonesia).
Gambaran wabah dan kepanikan warga saat ini ternyata pernah digambarkan dalam sebuah film bernama The Flu pada tahun 2013. Film yang ditulis dan disutradarai oleh Kim Sung Su asal Korea Selatan ini memiliki kesamaan antara virus Covid-19 yang telah memunculkan ketakutan di dunia.
Bagi kamu pengggemar film Thailand pastilah sudah tidak meragukan kepiawaian negara gajah putih ini dalam memproduksi sebuah film. Selepas menyuguhkan penikmat film dengan sebuah tontonan high-concept yang mengusung genre heist thriller dalam Bad Genius, rumah produksi terkemuka perfilman Thailand, GDH 559, mencoba kembali membuat peruntungan dalam dunia perfilman dengan judul “Brother of the Year” disutradarai oleh Witthaya Thongyooyong dan dibintangi oleh Sunny Suwanmethanont, Urassaya Sperbund, dan Nichkhun 2PM.
Pernikahan merupakan hal yang sangat bahagia bagi kehidupan semua orang. Di mana di hari tersebut bersatunya dua insan yang akan menjadi keluarga bahagia, berkumpulnya keluarga, dan perayaan bersama para kerabat. Tetapi bagaimana bila di hari pernikahanmu, kejadian terburuk terjadi, bahkan sampai mengancam nyawamu sendiri?
Pijar, Medan. StarVision merilis film drama komedi keluarga berjudul Susah Sinyal pada 21 Desember 2017. Susah Sinyal adalah Film ketiga dari Ernest Prakasa yang juga menyutradarai film, Ngenest (2015), Cek Toko Sebelah (2016), Milly & Mamet (2018).
Dewasa ini fotografi menjadi suatu hal yang melekat pada aktivitas sehari-hari. Kamera digital seperti DSLR dan mirrorless sudah menjadi hal yang familiar. Di tengah-tengah kehadiran teknologi digital yang lebih memudahkan, tak lantas membuat kamera analog begitu saja diabaikan dan tidak lagi dilirik karena, nyatanya masih banyak yang tertarik pada kamera analog bahkan pecinta kamera analog.
Pijar, Medan. Di tengah ramainya film komedi dengan konsep reborn hingga film yang dibintangi oleh komika di Indonesia, duo VinDest (Vincent dan Desta) menyuguhkan sesuatu yang berbeda. Lewat production house milik dua sahabat ini, The PRETTY BOYS Pictures bekerjasama dengan Anami Films, mereka menyajikan film ‘Pretty Boys’ untuk penikmat film Indonesia.
Apa yang menarik dari sebuah film selain nilai estetika filmografi yang terkandung di dalamnya? Tentunya adalah storytelling mengenai sebuah film tersebut. Mengapa penonton harus menonton film tersebut? Apa yang bisa membuat penonton tertarik dengan film tersebut? Semua ini terkandung di dalam film Green Book (2018).
