Hits: 14Medan, Pijar. Adalah Ikrami Muhammad Habibi Angkat, penggelut dunia film dokumenter ini menganggap bahwa kepuasaan dalam hidupnya ialah ketika…
Kalimat di atas adalah kalimat penuh energi dari seorang ayah bermental terbelakang kepada anaknya saat berada di TKP suatu kasus pembunuhan. A bittersweet heartfelt comedy.
Ada kejadian menarik yang terjadi di Grand Paladium pada hariRabu (1/5). Pengunjung yang datang dikejutkan oleh sosok superhero Iron Man yang merupakan salah satu ikon Marvel Comics.
Awal Tahun 2013 anak Medan kembali melahirkan sebuah karya yang layak untuk diapresiasi oleh para pecinta film indie di Kota Medan. Para insan muda ini tergabung dalam komunitas yang bernama OnEto Films dan berhasil menelurkan sebuah karya audio visual yang berjudul The Deepest.
Dalam membicarakan antara sejarah dan film, ada sebuah film yang bernama Full Metal Jacket (1987). Film ini, menceritakan tentang pengalaman para tentara Amerika yang dikirim ke Vietnam, namun di film ini tidak hanya terus menggambarkan kekejaman perang. Ada beberapa adegan yang memperlihatkan kekonyolan para tentara dalam menyikapi perang itu sendiri.
Siapa pun kita, Pasti punya seseorang yang kita suka secara diam-diam. Saat kita memikirkan dia, kita merasa seperti, hmmmm.. ada sedikit rasa sakit di dada. Tapi kita tetap ingin menyimpan dia di dalam hati.
Februari ini, bertambah lagi satu titel film Indonesia hasil adaptasi. Setelah “5 cm” dan “Habibie dan Ainun”, kini hadir film Rectoverso. Film ini diangkat dari kumpulan cerpen dengan judul yang sama karya novelis papan atas Indonesia, Dewi Lestari.
Awal tahun 2013 sepertinya dimanfaatkan dengan baik oleh Marcella Zalianty untuk turut meramaikan industri perfilman tanah air. Dengan mengusung nuansa romansa, Marcella Zalianty mengadaptasi lima cerpen yang berbeda karya Dewi Lestari (Dee). Kelima cerpen ini bercerita tentang perasaan yang tak terucap yang dikemas dalam sebuah film menyentuh hati yang berjudul Rectoverso. Film ini berhasil menciptakan gravitasi tersendiri bagi para penikmatnya.
“Was that as good for you as it was for me?”
– Mr. Blonde –
Sebuah film dari kisah nyata selalu menarik untuk kita tonton. Pertanyaan besar sebelum menontonya adalah apa yang membuatnya bagitu istimewa hingga hal tersebut di difilmkan.
