Rosmalinda merupakan seorang dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Sumatera Utara (USU) yang telah berdedikasi sejak tahun 2008. Sosok akademis ini menyandang gelar S-1 dan S-3 di lingkungan FH USU serta mendapatkan S-2 dari Groningen University, Belanda. Tidak hanya cemerlang secara akademik, beliau juga aktif sebagai pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) terlebih pada kelompok marginal.
Yayasan Rumah Ceria Medan (YRCM) hadir sebagai wadah bagi anak-anak disabilitas di kota Medan, dengan bentuk sekolah inklusif. Didirikan oleh Yuli Yanika yang biasanya disapa sebagai Uye, beserta temannya Risa Riskayanti sebagai wakil pendiri (co-founder) dan sekretaris di YRCM.
Tidak setiap orang mengartikan suatu keterbatasan sebagai tanda untuk berhenti melangkah. Ada yang justru menjadikan keterbatasan tersebut menjadi alasan untuk membuka jalan bagi orang lain agar bisa berjalan bersama.
Peran penerjemah sangat penting di era globalisasi ini, terutama dengan canggihnya perkembangan teknologi. Profesi penerjemah tidak hanya soal mengalihkan kata dari satu bahasa ke bahasa lain, tetapi juga menjaga makna, budaya, dan nilai di baliknya.
Siapa yang tidak kenal dengan olahraga sepak bola? Olahraga populer ini biasanya identik dengan kecepatan, tendangan, dan stamina yang tinggi untuk berlari di lapangan. Tapi, pernah nggak kamu membayangkan bermain sepak bola hanya dengan menggunakan satu kaki? Yuk, kenalan dengan Sepak Bola Amputasi!
Sebagai lulusan Program Studi Ilmu Komputer Universitas Sumatera Utara (USU), Muhammad Farhan Siagian menjadi sosok yang menginspirasi lewat karya-karyanya. Farhan bersama sekelompok temannya menciptakan sebuah aplikasi yang memberikan dampak positif bagi penyandang disabilitas. Aplikasi ini bernama Literaku USU, yang ditujukan untuk meningkatkan literasi di kalangan penyandang tunanetra.
Tersalur Medan adalah komunitas lokal yang hadir untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada pihak yang membutuhkan di Medan. Kali ini, Tersalur Medan mengadakan penggalangan dana bersama We All Able. Kegiatan dilaksanakan dengan melakukan kunjungan ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Al-Azhar Medan untuk memberikan hasil donasi kepada teman-teman disabilitas di sekolah tersebut. Difasilitasi oleh Tersalur Medan, kunjungan yang disertai dengan serangkaian acara menarik ini diselenggarakan di SLB Al-Azhar Medan pukul 09.00 WIB pada Kamis (18/10/23).
Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kota Medan melaksanakan kembali Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk membahas dan menyepakati program prioritas yang tercantum dalam daftar usulan rencana kegiatan pembangunan desa/kelurahan pada tahun 2024.
Bipolar adalah salah satu gangguan kesehatan mental, yang berdasarkan data WHO pada tahun 2016, terdapat sekitar 60 juta orang yang mengidap gangguan kesehatan mental jenis ini di seluruh dunia. Selain itu, bipolar juga menjadi penyebab disabilitas keenam di dunia. Setiap tahunnya, di Indonesia mengalami peningkatan jumlah pengidap bipolar. Berdasarkan riset kesehatan daerah (Riskesda) 2018 terdapat 9,8% pengidap bipolar dari jumlah penduduk Indonesia.
Siasat membunuh tanpa menyentuh, sepenggal kalimat yang dapat tergambar dalam film The Witches. Film bergenre komedi dan fantasi ini diangkat dari sebuah kisah novel klasik dengan judul sama. Film ini merupakan hasil besutan dari sutradara Robert Zemeckis yang kolaborasi dengan Guillermo del Toro dan Kenya Barris. Rilis pada tanggal 22 Oktober lalu, The Witches dibintangi oleh para aktor ternama seperti Anne Hathaway, Octavia Spencer, Stanley Tucci dan aktor muda Jahzir Kadeem.
