Hits: 38
Jennifer Francesca
Pijar, Medan. Siapa yang tidak kenal dengan olahraga sepak bola? Olahraga populer ini biasanya identik dengan kecepatan, tendangan, dan stamina yang tinggi untuk berlari di lapangan. Tapi, pernah nggak kamu membayangkan bermain sepak bola hanya dengan menggunakan satu kaki? Yuk, kenalan dengan Sepak Bola Amputasi!
Sepak Bola Amputasi adalah olahraga yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas, khususnya yang mengalami amputasi anggota tubuhnya. Olahraga ini diciptakan oleh Don Bennett, seorang penduduk asli Seattle, Amerika Serikat, yang aktif melakukan berbagai kegiatan olahraga.
Sayangnya, pada suatu waktu, Bennett yang gemar berolahraga itu harus kehilangan satu kakinya dalam kecelakaan berperahu. Sejak saat itu, Bennett harus beradaptasi untuk tetap berkegiatan dengan satu kaki. Penemuan Sepak Bola Amputasi berawal pada tahun 1982, ketika Bennett melihat anaknya bermain bola basket di belakang rumahnya. Ketika bola bergelinding ke arahnya, Bennett menendang kembali bola tersebut ke arah putranya dengan menggunakan kruknya, sehingga muncul ide cemerlang Sepak Bola Amputasi ini.
Secara internasional, permainan Sepak Bola Amputasi berada di bawah naungan World Amputee Football Federation (WAFF). Ajang paling bergengsinya adalah Amputee Football World Cup yang digelar setiap empat tahun sekali sejak 1984, dan telah diselenggarakan di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Turki, Argentina, dan Meksiko.
Di Indonesia sendiri, tim nasional (timnas) Sepak Bola Amputasi diorganisir oleh Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Indonesia (PSAI) atau Indonesia Amputee Football Association (INAF) sejak 2018. Federasi ini dibentuk untuk mengorganisir latihan, turnamen, dan upaya membawa tim nasional ke kompetisi internasional. Meski dukungan dari pemerintah masih terbatas dan belum cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia, timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia sudah berkali-kali meraih prestasi di berbagai ajang kejuaraan.
Salah satunya adalah kemenangan yang diraih tahun 2022 lalu, pada laga kedua di babak kualifikasi ke Piala Dunia melawan Bangladesh dan Malaysia di Turki. Tidak berhenti di sana, pada 2025, timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia juga berhasil mengukir prestasi di Kejuaraan Asia Sepak Bola Amputasi 2025 di Dhaka, Bangladesh.
Secara keseluruhan, aturan mainnya sangat mirip dengan sepak bola biasa, yakni dengan mengungguli skor tim lawan. Namun, terdapat beberapa aturan dan penyesuaian khusus yang membuatnya unik. Pertandingan Sepak Bola Amputasi dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan tujuh orang pemain, termasuk satu kiper.
Olahraga ini dimainkan di lapangan dengan luas maksimal 60×70 meter, dengan gawang berukuran 2×5 meter. Pemain lapangan menggunakan kruk untuk bergerak, sementara kiper memiliki dua kaki dan hanya satu lengan. Dalam pertandingan ini, pemain tidak diperbolehkan memukul bola atau pemain lain dengan kruknya. Jadi, tendangan bola tetap dilakukan menggunakan anggota tubuh.
Sekilas, permainan Sepak Bola Amputasi ini mungkin tampak sederhana. Namun nyatanya, intensitas permainan ini sangat tinggi. Bayangkan, dengan hanya satu kaki untuk menendang dan dua kruk sebagai penopang, para pemain mampu berlari, menggiring bola, hingga menendangnya dengan kekuatan penuh. Luar biasa, bukan?
Sepak Bola Amputasi bukan sekadar olahraga biasa. Olahraga ini membawa pesan penting, bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk berkompetisi, berprestasi, sekaligus menginspirasi.
(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

