Berangkat jauh untuk kembali lebih dekat, itulah yang dilakukan Siti Hawarina Simbolon, perempuan tangguh kelahiran tahun 2000 yang berhasil menempuh pendidikan tinggi hingga ke luar negeri, dan telah meraih banyak pencapaian internasional di usia muda. Tak hanya mengejar gelar, ia pulang membawa visi untuk membangun masa depan perempuan Indonesia. Melalui Organisasi Women in The Future, ia menciptakan ruang aman dan nyaman bagi perempuan untuk tumbuh, bersuara, serta mengambil peran lebih besar dalam kehidupan.
Karin Austin Chandra tidak hanya dikenal sebagai pemengaruh (influencer) kecantikan di TikTok dan YouTube, ia juga menjadi representasi dari suara baru perempuan muda yang merawat diri bukan karena tuntutan, melainkan karena rasa sayang terhadap diri sendiri. Oleh karena itu, ia hadir sebagai figur yang membumi di tengah arus tren kecantikan yang serba instan.
Terkenal dengan berbagai karya luar biasa, kerap mendominasi rak di toko buku dengan sampul bertuliskan namanya, hingga diangkat menjadi film layar lebar. Ika Natassa, seorang bankir yang juga merupakan penulis legendaris asal Indonesia.
Rizki Mitra Hamdani merupakan seorang praktisi multimedia dan digital creator yang berfokus pada bidang editing gambar dan video. Ia adalah lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU), angkatan 2013, dan menyelesaikan studinya pada tahun 2017. Saat ini, ia dipercaya sebagai Duta Canva untuk wilayah Sumatera Utara.
Ryan Adriandhy, sutradara dari film Jumbo ini mengambil langkah yang berbeda dari kebanyakan pelaku industri hiburan. Pria yang akrab disapa Ryan ini awalnya dikenal publik lewat panggung komedi. Sekarang, ia berkecimpung di dunia animasi, mimpinya sejak kecil.
Tri Adinata, lulusan Pendidikan Seni Musik dari Universitas Negeri Medan (Unimed) dan kini menjadi guru musik di SMP dan SMA Swasta Al-Azhar Medan. Tri Adinata, kerap disapa Sir Nata ini memiliki keunikan saat mengajar musik. Pada unggahan video Youtube acara televisi TOP di NET TV melalui akun MDTV official pada 14 Februari 2020, terungkap bahwa Adinata mengajar dengan sangat ekspresif dan ceria karena ia terinspirasi dari ibunya yang merupakan seorang guru favorit bagi para muridnya.
Bermain musik memang salah satu kegiatan yang mengasyikkan, tetapi sesuatu yang mengasyikkan terkadang menjadi membosankan ketika mempelajarinya. Namun, seorang guru seni musik bukan hanya dapat membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, tetapi juga menarik perhatian banyak orang, bahkan seniman dari berbagai mancanegara.
Di tengah sibuknya kehidupan, banyak kelompok rentan yang menghadapi sejumlah tantangan untuk berekspresi. Dari banyaknya kelompok rentan yang selalu siap menghadapi rintangan serta tantangan, disabilitas tunarungu (Teman Tuli) menjadi salah satu yang siap menjalani hidup dengan semangat, meskipun terbatas pada kemampuan mendengar.
Di balik keterbatasan yang dimiliki, terdapat potensi besar yang sering kali luput dari pandangan. Sri Dewi Fitriyani Natadiningrat menjadi seseorang yang mampu melihat potensi besar itu.
Sebagai lulusan Program Studi Ilmu Komputer Universitas Sumatera Utara (USU), Muhammad Farhan Siagian menjadi sosok yang menginspirasi lewat karya-karyanya. Farhan bersama sekelompok temannya menciptakan sebuah aplikasi yang memberikan dampak positif bagi penyandang disabilitas. Aplikasi ini bernama Literaku USU, yang ditujukan untuk meningkatkan literasi di kalangan penyandang tunanetra.
Mahasiswa angkatan 2021 dalam jurusan Administrasi Bisnis dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) ini memiliki segudang prestasi yang diraihnya selama menjalani masa kuliah. Sosok yang akrab disapa Bubil oleh teman-teman dekatnya mengaku sudah memiliki ketertarikan di bidang bisnis sejak ia masih sekolah dan hal tersebut mendorong dirinya untuk masuk ke jurusan yang relevan dengan hobinya.
