Abigail Limuria, merupakan sosok wanita yang belakangan ini menjadi perbincangan di kalangan anak muda dengan ragam hal yang dilakukannya. Hal tersebut melalui aktivitas yang ia lakukan dalam berbagai projek, seperti di media sosial, menulis, hingga menjadi pegiat isu-isu sosial-politik di Indonesia.
Tidak setiap orang mengartikan suatu keterbatasan sebagai tanda untuk berhenti melangkah. Ada yang justru menjadikan keterbatasan tersebut menjadi alasan untuk membuka jalan bagi orang lain agar bisa berjalan bersama.
Tidak semua orang menggunakan media sosial untuk menyebarkan pesan perubahan, tetapi Sadam Permana Wijaya menjadikan platform tersebut sebagai sarana untuk menyampaikan gagasan dan edukasi publik. Sadam merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia tahun 2023, dikenal melalui gaya debatnya yang tegas dan logis.
Sore itu, di ruang Pusat Unggulan Iptek (PUI) Mangrove Universitas Sumatera Utara (USU), Mohammad Basyuni tengah duduk menatap layar laptop sembari berbincang dengan beberapa mahasiswanya. Lahir di Sidoarjo pada 21 April 1973, beliau adalah guru besar dan peneliti Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara yang dikenal lewat kiprahnya di bidang bioteknologi hutan dan konservasi mangrove, sebuah jalan riset yang kini mengantarnya pada pengakuan nasional hingga internasional.
Di tengah derasnya arus informasi, ada satu nama yang kerap muncul di gawai anak muda Indonesia, yaitu Ferry Irwandi. Ia merupakan sosok yang menjadikan media digital sebagai ruang untuk bersuara.
Di tengah derasnya arus digital, nama Hari Kristian hadir sebagai sosok yang memadukan dunia edukasi dengan kreativitas konten. Ia dikenal sebagai pendidik dinamis, konten kreator edukasi, sekaligus pemasar digital (digital marketer) yang sudah empat tahun berkiprah.
Evan Abraham Harahap yang akrab disapa Evan, merupakan seorang pelajar di Sekolah Strada Slamet Riyadi 2 Tangerang. Terpilih sebagai Pameris di Pameran Kids Beinnale Indonesia, pria asli asal Medan ini sudah menunjukkan ketertarikan menggambar dan mewarnai sejak dini.
Berangkat jauh untuk kembali lebih dekat, itulah yang dilakukan Siti Hawarina Simbolon, perempuan tangguh kelahiran tahun 2000 yang berhasil menempuh pendidikan tinggi hingga ke luar negeri, dan telah meraih banyak pencapaian internasional di usia muda. Tak hanya mengejar gelar, ia pulang membawa visi untuk membangun masa depan perempuan Indonesia. Melalui Organisasi Women in The Future, ia menciptakan ruang aman dan nyaman bagi perempuan untuk tumbuh, bersuara, serta mengambil peran lebih besar dalam kehidupan.
Karin Austin Chandra tidak hanya dikenal sebagai pemengaruh (influencer) kecantikan di TikTok dan YouTube, ia juga menjadi representasi dari suara baru perempuan muda yang merawat diri bukan karena tuntutan, melainkan karena rasa sayang terhadap diri sendiri. Oleh karena itu, ia hadir sebagai figur yang membumi di tengah arus tren kecantikan yang serba instan.
Terkenal dengan berbagai karya luar biasa, kerap mendominasi rak di toko buku dengan sampul bertuliskan namanya, hingga diangkat menjadi film layar lebar. Ika Natassa, seorang bankir yang juga merupakan penulis legendaris asal Indonesia.
