Hits: 80
Shafna Jonanda Soefit Pane
Pijar, Medan. Terkenal dengan berbagai karya luar biasa, kerap mendominasi rak di toko buku dengan sampul bertuliskan namanya, hingga diangkat menjadi film layar lebar. Ika Natassa, seorang bankir yang juga merupakan penulis legendaris asal Indonesia.
Ika lahir pada 25 Desember 1977 di Kota Medan, Sumatera Utara. Ia merupakan lulusan dari Universitas Sumatera Utara (USU) dengan gelar Sarjana Ekonomi, jurusan Akuntansi. Mengembangkan karier atas gelarnya, Ika bekerja sebagai seorang bankir di Bank Mandiri, dan kini sudah bekerja selama hampir 23 tahun.
Membuktikan bahwa dirinya tidak hanya menguasai dunia perbankan, Ika melebarkan sayap kariernya dengan mulai merilis buku pertamanya pada tahun 2007 yang berjudul A Very Yuppy Wedding. Meski minim pengalaman dalam dunia percintaan. Ika tetap dapat berkhayal dan berimajinasi akan kisah cinta melalui keseharian hidupnya, dan pengalaman orang-orang di sekitarnya. Hidup di keluarga yang penuh cinta dengan masa kecil yang sering menonton modern romance, Ika merasa hidupnya sudah dipenuhi dengan cinta.
Dalam sebuah podcast di YouTube bersama Makna Talk, Ika mengatakan, “Cinta itu menular dan begitu intoxicating. Even when you’re not in love, but when you see people in love, kau ikut happy.”
Ika mengungkap bahwa perasaan itu ingin ia tampilkan pada buku-buku dan film yang ia tuliskan. Selain itu, hal lain yang menjadi inspirasinya dalam menulis adalah permasalahan sehari-hari yang terjadi di sekitarnya.

(Sumber Foto: YouTube Makna Talks)
Seperti dalam buku pertamanya, yaitu A Very Yuppy Wedding, di mana tujuan utama Ika adalah untuk menuliskan bagaimana kehidupan seorang bankir, yang kemudian ia beri sentuhan cinta agar lebih terasa seperti dunia fiksi. Konflik di dalam cerita tersebut ia angkat dari kisah nyata temannya.
Ketika bukunya rilis, Ika mengatakan bahwa ia merasa begitu bangga ketika melihat sampul yang bertuliskan namanya ada di rak buku Gramedia.
“Waktu itunya [buku karyanya] keluar, keluar di toko buku nih, akhirnya Gramedia yang selama ini memajang buku lain yang dulu aku tabung habis-habisan, my book is there. So I go to the book store in Medan, and take pictures a lot. Kaya orang norak, lah,” cerita Ika.
Ika juga menjawab rasa penasaran pembaca tentang bagaimana caranya membagi waktu bekerja dengan menulis. Ika akan selalu menjawab dengan pernyataan, “if you really like it, you find the time”. Artinya, jika kita menyukai, tertarik, bahkan sayang dengan sesuatu, kita pasti akan menyempatkan waktu untuk hal tersebut. Ika selalu menyisihkan waktunya untuk menulis di akhir pekan, dan tidak terlalu menekan dirinya sendiri untuk menulis dengan banyak. Ia akan menulis semampunya, dan sebisanya di hari itu.
“Aku menulisnya weekend, Sabtu-Minggu aku nulis. And I tried not to push my self, karena buat aku, ini joy. So, if I find joy in three hours, then, three hours it is,” jelas Ika.
Pada Januari 2025, Ika Natassa kembali merilis buku dengan judul Satine. Pada akun X miliknya, Ika menuliskan, “Aku menulis #Satine untuk menjadi ‘teman’ dan ‘cermin’ bagi siapa pun yang pernah merasa kesepian. Tempat berkaca, dan belajar berkawan dengan kesepian itu. Karena justru dalam sepi, kita dimampukan untuk mengenal dan mencintai diri sendiri.”
(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

