Hits: 58

Tevy Ulani S Depari

Pijar, Medan. Berangkat jauh untuk kembali lebih dekat, itulah yang dilakukan Siti Hawarina Simbolon, perempuan tangguh kelahiran tahun 2000 yang berhasil menempuh pendidikan tinggi hingga ke luar negeri, dan telah meraih banyak pencapaian internasional di usia muda. Tak hanya mengejar gelar, ia pulang membawa visi untuk membangun masa depan perempuan Indonesia. Melalui organisasi Women in The Future, ia menciptakan ruang aman dan nyaman bagi perempuan untuk tumbuh, bersuara, serta mengambil peran lebih besar dalam kehidupan.

Berawal dari ketertarikan pada dunia kewirausahaan dan pemberdayaan perempuan, Hawa menemukan jalannya sejak usia muda. Ia juga memiliki ketertarikan di bidang bisnis, karena ia melihat bahwa perempuan juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya.

Dibesarkan dalam lingkungan keluarga Batak yang masih kental dengan budaya patriarki, keberanian Hawa untuk melangkah maju bukanlah hal yang mudah. Di tengah pandangan yang masih memosisikan laki-laki sebagai pemegang kendali, Hawa justru menerobos hal tersebut dengan keyakinan bahwa perempuan juga pantas bermimpi besar, dan mengambil peran penting.

Bagi Siti Hawarina, pendidikan tak pernah cukup jika hanya dibatasi oleh tembok dalam negeri. Ia memiliki kesadaran untuk benar-benar berkembang, seseorang harus berani menjemput ilmu lebih jauh. Pada tahun 2020 silam, akses belajar kewirausahaan sosial di dalam negeri belum terbuka seperti sekarang. Sebab itu, ia memilih jalan yang menantang, yaitu mencari beasiswa ke luar negeri.

Pilihan itu tak datang tiba-tiba. Sejak kecil, Hawa tumbuh dengan kisah-kisah inspiratif dari sang kakek, seorang teknisi pesawat yang pernah bekerja di London. Cerita tentang orang luar negeri yang berpikiran terbuka dan maju menjadi api yang mulai menyalakan mimpinya. Mulai dari situ, lahirlah tekad untuk menjadi pemimpin perubahan, di mana ia harus belajar dari dunia yang lebih luas.

Dengan semangat itu, Hawa sukses meraih berbagai beasiswa bergengsi dan menempuh pendidikan di tiga universitas ternama dunia, yaitu Harvard University, University of Texas, dan University of Leeds. Di sanalah ia menyerap ilmu, membangun jaringan internasional, dan memperdalam visi sosial yang kini membawanya untuk mendirikan Women in The Future, sebuah gerakan yang lahir untuk perempuan Indonesia.

“Tujuan pendirian Women in the Future adalah untuk membuat perempuan bisa menjadi independent tanpa harus bergantung dengan orang lain. Berawal di Medan, sekarang sudah ada di Jawa. Pelan-pelan kita juga mulai transisi untuk bisa mengajak laki-laki, karena tetap fokusnya kita adalah gender equality. Itu tidak bisa tercapai jika hanya ada satu pihak, harus ada keduanya,” jelas Hawa.

Lebih dari itu, ia adalah perempuan muda yang membawa nama Indonesia ke panggung internasional lewat kontribusi nyata di bidang kewirausahaan sosial dan pemberdayaan perempuan. Pada tahun 2024, namanya masuk dalam daftar lima wirausahawan muda terbaik versi ATX U.S. Embassy, sebuah pencapaian membanggakan yang membawanya mewakili Indonesia dalam ajang global South by Southwest (SXSW) di Amerika Serikat.

Tak berhenti sampai di situ, ia juga pernah tampil sebagai moderator forum internasional di Dubai Expo, dan berdialog dengan berbagai tokoh lintas negara. Ia membuktikan bahwa anak muda Indonesia bisa bersuara lantang di kancah dunia.

“Untuk sampai di tahap ini, banyak sekali yang direlakan. Seperti waktu, pertemanan, dan banyak lagi. Tantangannya adalah bagaimana cara kita agar tetap memutuskan untuk show up dan keep going di saat kita mengalami kegagalan. Kita harus tahu apa tujuan dalam hidup ini, agar kita bisa menerima kegagalan dan terus berkembang,” ucapnya.

“Aku selalu berkata pada diriku agar mau mencari pintu-pintu lain di saat gagal.  Aku selalu percaya sainganku bukan orang lain, tetapi diriku sendiri. Jadi, tantangan terbesar bagiku adalah meyakinkan diri sendiri untuk terus mencoba,” lanjutnya.

Hawa menyampaikan pesannya kepada seluruh perempuan Indonesia untuk dapat sukses seperti dirinya. Ia juga berpesan untuk terus mengejar mimpi dengan segala usaha yang dilakukan, karena semua perempuan mampu.

“Orang yang paling tahu tentang diri kita adalah kita sendiri. Tidak ada orang yang bisa membatasi kita. Be proud of who you are, just be you dan kejar mimpimu. Apa pun itu, tidak ada mimpi yang terlalu besar. Kalau mimpimu membuatmu takut, artinya mimpimu sudah cukup besar. Berarti, harus ada usaha yang dilakukan untuk mencapai itu. Day one or one day, you decide adalah salah satu kutipan kesukaanku,” pesan Hawa.

(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

Leave a comment