Hits: 74

Tasya Hapsari

Pijar, Medan. Bermain musik memang salah satu kegiatan yang mengasyikkan, tetapi sesuatu yang mengasyikkan terkadang menjadi membosankan ketika mempelajarinya. Namun, seorang guru seni musik bukan hanya dapat membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, tetapi juga menarik perhatian banyak orang, bahkan seniman dari berbagai mancanegara.

Tri Adinata, lulusan Pendidikan Seni Musik dari Universitas Negeri Medan (Unimed) dan kini menjadi guru musik di SMP dan SMA Swasta Al-Azhar Medan. Tri Adinata, kerap disapa Sir Nata ini memiliki keunikan saat mengajar musik. Pada unggahan video YouTube acara televisi TOP di NET TV melalui akun MDTV official pada 14 Februari 2020, terungkap bahwa Adinata mengajar dengan sangat ekspresif dan ceria karena ia terinspirasi dari ibunya yang merupakan seorang guru favorit bagi para muridnya.

Perkataan yang selalu ditekankan oleh Adinata kepada para muridnya adalah pelajaran musik yang mereka dapatkan bukan semata-mata untuk mendapatkan keahlian atau ketenaran, tetapi ia ingin para muridnya mengingat momen ketika mereka pertama kali dapat memainkan alat musik dan bernyanyi bersama. Ia ingin para siswa dan siswinya mengingat proses belajar mereka yang menyenangkan semasa sekolah.

“Saya selalu katakan bahwa saya mengajar kalian bukan untuk menjadi artis, tetapi ada pembelajaran yang akan kalian dapatkan ketika nanti di kemudian hari yang kalian ingat masa SMP dan SMA. Jadi, kalau kalian bermain gitar kamu ingat, oh dulu aku bisa bermain gitar karena Sir Nata,” ungkapnya.

Sejauh Adinata mengajar, ia tidak pernah mendapat komentar buruk. Ia justru mendapat banyak dukungan dari teman-teman sesama guru dan orang tua murid, serta dukungan dengan semangat belajar dari para muridnya. Bahkan, ia dapat dengan percaya diri mengungkapkan bahwa semua murid yang lulus dari kelas musiknya, dipastikan dapat bermain gitar atau alat musik lainnya.

Selain gitar, dalam mata pelajaran musik mereka juga diajarkan menyanyi, bermain pianika, piano/kibor, bahkan kajon. Adinata sendiri dapat bermain piano, gitar, dan bahkan bermain biola. Dengan kelebihannya ini, ia membuat kelas musik tersebut menjadi meriah, seru, dan gembira.

Ia tidak hanya menggunakan lagu kekinian dalam proses belajar, tetapi juga lagu nasional dan lagu daerah. Atas dedikasi dan kreativitasnya dalam mengajar musik, ia mulai dikenal sebagai guru dengan metode belajar yang seru sejak 2020, saat video ia dan para muridnya viral di media sosial. Video cover lagu “All I Want mereka bahkan diunggah ulang oleh Kodeline di Twitter dan menjadi pembicaraan yang hangat di salah satu stasiun televisi Eropa bernama RTE TV, serta diberitakan di Amerika atas unggahan video tersebut.

Adinata sangat bahagia akan hal tersebut. Ia berasumsi bahwa kemungkinan video tersebut viral karena seluruh siswa-siswi di kelas yang diajarnya dapat memainkan gitar serta bernyanyi dengan baik. Dengan keunikannya tersebut, ia bahkan mendapat hadiah menonton konser gratis seumur hidup oleh Anas Syahrul Alimi, CEO Rajawali. Selain itu, ia juga pernah diundang ke India, Hitam Putih TRANS7 pada 16 Maret 2020, Rumpi TRANSTV pada 9 April 2024, serta mendapatkan perhatian oleh musisi seperti Maroon 5, Rossa, dan sebagainya.

Bahkan, ia dan muridnya pernah dikunjungi oleh Alan Walker di Al-Azhar Medan pada tahun 2024. Hal ini karena Alan Walker melihat video ia dan muridnya yang menyanyikan lagu Alan Walker bersama Putri Ariani yang berjudul Who I Am. Alan Walker juga memberikan  tiket konsernya serta mengajak Sir Nata dan empat orang muridnya untuk berkolaborasi atau turut tampil dalam konser Alan Walker yang diadakan di Jakarta.

Kesempatan ini sungguh luar biasa bagi Adinata karena ia juga merupakan penggemar dari Alan Walker. Selain itu, salah satu siswinya, yaitu Eltasya Natasha pernah bertemu Alan Walker di Jerman karena memenangkan kompetisi menyanyikan lagu Alan Walker yang berjudul “On My Way”. Sejak saat itu, ia berharap untuk bisa bertemu dengan Alan Walker seperti siswinya tersebut.

Harapan itu menjadi kenyataaan karena kemahirannya dalam mengajar dan memanfaatkan media sosial. Momen ini pasti sangat membuat ia gembira, namun ia jauh lebih gembira saat melihat siswa-siswinya turut merasakan kegembiraan tersebut. Hal ini juga yang menjadikan beliau disenangi para muridnya dengan cara mengajarnya yang menyenangkan.

“Ketika saya membuat anak-anak saya bahagia, itu adalah kebahagian terbesar sebagai seorang guru,” ungkapnya.

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment