Hits: 9

Diva Meilisa

Pijar, Medan. Jesica Delima Br. Surbakti, kerap disapa Cika, merupakan gadis multitalenta yang berasal dari Sumatera Utara (Sumut). Ia telah membuktikan bahwa dedikasi sejak usia dini bisa membawa seseorang meraih prestasi tinggi di tingkat nasional.

Gadis yang bertempat tinggal di Kabanjahe, Kabupaten Karo ini tidak sekadar atlet biasa. Ia adalah contoh nyata dari arti ketekunan, konsistensi, serta kerja keras yang dilakukan sejak kecil. Semenjak berumur 5 tahun, Cika sudah menggeluti dunia taekwondo, menjadikan sebuah perjalanan panjang yang membentuk karakter, mental juara, serta disiplin yang kini menjadi ciri khas dirinya.

Di lapangan pertandingan, Cika dikenal sebagai salah satu atlet taekwondo terbaik dari Sumut. Prestasinya memuncak ketika ia menjadi bagian dari tim teknik gerekan (poomsae) beregu putri yang berhasil mengharumkan nama Sumut pada PON XXI Aceh–Sumut 2024, dengan menyumbangkan medali emas bersama dua rekannya, Cyndi Patricia Figo dan Indriani Sembiring.

Capaian yang diraihnya tersebut menjadi momen luar biasa karena Cika masih berada di bangku pendidikan menengah atas, sehingga ia menunjukkan bahwa usia bukanlah halangan untuk bersinar di kancah nasional. Ia dan kedua rekannya yang bersama-sama berasal dari Karo, berhasil menunjukkan bahwa kerja keras dan sinergi tim bisa menghasilkan prestasi tertinggi di ajang olahraga nasional terbesar di Indonesia.

Selepas keberhasilan di PON Aceh–Sumut, semangat juang Cika tidak padam. Ia terus berlatih dan mengembangkan kemampuan, baik di arena taekwondo maupun persiapan masa depannya. Cika juga mengambil langkah besar dengan resmi menjadi mahasiswa angkatan 2025 di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU).

Keputusannya dalam menjadi mahasiswa tidak sekadar memenuhi tuntutan pendidikan, tetapi mencerminkan visi jangka panjangnya. Ia ingin membekali diri dengan ilmu perkuliahan, sehingga dapat mendukung kariernya di luar arena, seperti di bidang manajemen olahraga, citra diri, hingga dunia profesional lainnya.

Bukan hanya itu, di ajang PON Bela Diri II 2025 yang digelar di Kudus, Jawa Tengah, Cika kembali menunjukkan konsistensinya sebagai atlet taekwondo yang tangguh. Bersama rekan-rekannya di nomor poomsae beregu putri, ia berhasil mempersembahkan medali perunggu untuk kontingen Sumut setelah bersaing ketat dengan tim dari provinsi lain di semifinal. Prestasi ini menyusul sejumlah perolehan medali lain yang diraih kontingen sumut di ajang tersebut, menunjukkan kualitas dari kekuatan bela diri daerah Sumut di tingkat nasional.

Keseluruhan koleksi prestasi Cika kini tersimpan rapi dalam bentuk piagam, sertifikat, dan medali dari berbagai kejuaraan bergengsi yang telah diikutinya selama bertahun-tahun. Mulai dari medali emas prestisius di PON XXI, hingga podium perunggu di PON Bela Diri Kudus, menunjukkan perjalanan prestasi Cika merupakan bukti nyata bahwa kerja keras yang konsisten sejak dini akan selalu membuahkan hasil.

Kisah perjuangan Cika menjadi inspirasi bagi generasi muda Sumatera Utara dan Indonesia. Menunjukkan bahwa siapa pun yang memiliki visi, disiplin, serta kemauan keras bisa mencapai prestasi di olahraga sekaligus menyeimbangkan pendidikan dengan gemilang.

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment