Hits: 14

Dwi Garini Oktavianti

Pijar, Medan. Di tengah maraknya kampanye keberlanjutan yang sering dijumpai, Reza Andika Siregar hadir sebagai contoh nyata bahwa menjaga bumi bisa dimulai dari langkah sederhana. Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sumatera Utara (USU) ini pernah menorehkan prestasi gemilang sebagai Juara 1 Implementasi SDGs 2023 dalam ajang Manifestasi Green Growth Economy di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tingkat nasional.

Bagi Reza, isu lingkungan bukan sekadar tren atau proyek kompetisi semata. Ia melihatnya sebagai panggilan untuk berbuat lebih banyak bagi bumi dan sesama. Ketertarikannya pada isu tersebut muncul dari keinginan pribadi untuk melatih diri agar lebih peduli terhadap keberlanjutan hidup.

“Saya tertarik karena isunya sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, bahkan saya sendiri. Saya juga ingin melatih diri sendiri supaya bisa terus menjaga lingkungan dan berdampak positif bagi sekitar,” ungkapnya.

Lewat proyek yang diberi nama “10 Days Journey to Save the Earth”, Reza bersama peserta lain mendapat tantangan untuk melakukan kampanye penyelamatan lingkungan selama sepuluh hari berturut-turut di media sosial. Mereka menyebarkan pentingnya kesadaran (awareness) melalui video, foto, dan tulisan tentang aksi-aksi kecil yang bisa dilakukan untuk menjaga bumi. Mulai dari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menanam pohon, hingga menghemat energi listrik.

Namun, perjalanan Reza tidak berhenti di dunia digital saja. Di akhir rangkaian kegiatan, ia melanjutkan kampanye tersebut dengan aksi nyata di lapangan. Bersama komunitas Sobat Bumi dari Pertamina, Reza terjun langsung melakukan amal sosial (social charity) dan penanaman pohon mangrove di lingkungan pesisir. Aksi tersebut menjadi bentuk nyata dari semangat pertumbuhan ekonomi hijau (green growth economy), pertumbuhan ekonomi yang berpihak pada lingkungan dan masyarakat.

Reza percaya bahwa menjaga bumi tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Justru, langkah kecil yang dilakukan konsisten jauh lebih bermakna.

“Menjaga lingkungan tidak harus dari hal besar. Bisa banget dimulai dari hal-hal kecil, seperti sesederhana memilah sampah, mencabut stop kontak ketika tidak digunakan, atau memilih produk yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran dalam setiap pilihan hidup yang kita ambil.

“Seperti halnya pakaian yang kita gunakan, sebaiknya bukan berasal dari fast fashion, alat elektronik yang kita pakai pun harus lebih efisien dan ramah lingkungan. Semua hal kecil ini mendukung terciptanya Green Growth Economy,” tambahnya.

Bagi Reza, pengalaman di kompetisi Sustainable Development Goals (SDGs) bukan sekadar soal kemenangan, melainkan tentang perjalanan membentuk kesadaran diri. Ia belajar bahwa menjadi bagian dari solusi bisa dimulai dari kebiasaan sehari-hari dan kolaborasi dengan orang lain yang memiliki semangat serupa.

Kini, meski waktu telah berlalu sejak kompetisi tersebut, semangat Reza untuk berkontribusi pada keberlanjutan tidak ikut padam. Ia terus menginspirasi teman-teman sebayanya untuk mulai beraksi demi bumi yang lebih baik.

“Menjadi juara bukan tujuan akhir, tetapi awal dari tanggung jawab baru untuk terus berbuat baik bagi lingkungan,” tutupnya.

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment