Hits: 30

Kelly Kidman Salim

Pijar, Medan. Setiap mahasiswa memiliki cerita perjalanannya masing-masing. Ada yang langsung menemukan minat mereka sejak awal kuliah, ada pula yang harus melewati berbagai penyesuaian terlebih dahulu sebelum akhirnya menemukan jalan yang tepat. Hal itulah yang dialami Ronny, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) stambuk 2022.

Mahasiswa yang akrab disapa Ron saat ini, dikenal sebagai mahasiswa yang aktif mengikuti dan menjuarai berbagai kompetisi karya tulis ilmiah. Tidak hanya itu, Ronny juga sering menjadi mentor bagi mahasiswa lain yang ingin terjun dalam perlombaan esai, karya tulis ilmiah, hingga Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Meski begitu, perjalanannya menuju titik ini tidak dimulai dari dunia menulis.

Pada awal masa kuliahnya, Ron justru lebih aktif di berbagai organisasi. Ia pernah bergabung di organisasi kampus yang bergerak pada bidang debat dan public speaking, serta beberapa kegiatan kerelawanan. Bahkan, dunia debat sempat menjadi bidang yang paling ia minati dengan pernah mengikuti beberapa kompetisi debat.

Hingga pada tahun 2024, ia memutuskan untuk keluar dari semua organisasi dan sempat berpikir untuk menjalani kehidupan sebagai mahasiswa pada umumnya, yaitu segera menyelesaikan skripsi dan lulus secepatnya.

Meski begitu, keputusan tersebut malah mendorong keinginan Ronny untuk memperbaiki diri dan membuktikan bahwa ia mampu berkembang lebih jauh. Dari situlah Ronny mulai mencoba sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ia minati, yaitu kompetisi karya tulis ilmiah.

Ronny mulai belajar hal baru dan membuatnya mulai mendalami berbagai teknik penulisan ilmiah, mulai dari menyusun ide, mencari permasalahan yang relevan, hingga menulis paper secara sistematis. Ia harus melalui berbagai proses belajar, kegagalan, hingga pengorbanan waktu dan tenaga. Namun perlahan, ia mulai menemukan ketertarikan dalam dunia penulisan ilmiah dan kompetisi akademik.

Hingga saat ini, ia telah memenangkan 20 kompetisi karya tulis ilmiah. Beberapa pencapaiannya adalah Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Olimpiade Nasional Teknologi Laboratorium Medis Universitas Soebandi Jember tahun 2025, Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Aksara (Ajang Karya Ilmiah Nusantara) oleh Universitas Muhammadiyah Malang 2025, Juara 1 Tema Kesehatan Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Inosains Vokasi UNESA (Universitas Negeri Surabaya) 2025, dan berbagai kemenangan lainnya.

Temukan Minat dan Raih Puluhan Prestasi Kompetisi Ilmiah, Ronny: Jangan Takut Bersaing! - www.mediapijar.com
Juara 3 LKTIN Fastweek XI Peternakan Universitas Andalas tahun 2025
Sumber Foto: (Dokumentasi Pribadi Ronny)

 

Baginya, motivasi terbesar dalam mengikuti berbagai kompetisi adalah memiliki tujuan hidup yang jelas.

“Kita harus mempunyai tujuan hidup atau target yang ingin dicapai secara realistis untuk membuat kita semakin berkembang, dan fokus pada diri sendiri selama prosesnya berjalan. Jadikan setiap kegagalan sebagai suatu pelajaran dan ilmu yang berharga untuk mengikuti lomba berikutnya,” ujarnya.

Seiring dengan pengalaman dan prestasi yang ia raih dalam berbagai kompetisi, Ron mulai dikenal oleh mahasiswa lainnya sebagai seseorang yang memiliki pengalaman di bidang karya tulis ilmiah. Dari situlah, ia mulai diundang sebagai pemateri dan mentor dalam berbagai kegiatan pelatihan lomba.

Ron tidak hanya membimbing mahasiswa yang satu fakultas dengannya, tetapi juga mahasiswa fakultas lain hingga mahasiswa dari luar USU. Sebagai mentor, Ron membantu mahasiswa mulai dari proses brainstorming ide, menentukan judul inovasi yang kuat, hingga mengulas penulisan paper secara keseluruhan. Ia juga turut mendampingi tim yang ia bimbing dalam mempersiapkan presentasi dan menghadapi sesi tanya jawab dengan dewan juri, ketika berhasil lolos ke babak final.

Meski terlihat menjanjikan, Ron mengakui bahwa dunia kompetisi memiliki berbagai tantangan. Salah satu tantangan terbesar justru datang dari sisi internal, seperti kurangnya komunikasi, tanggung jawab anggota, hingga kesulitan membangun kerja sama yang solid. Menurutnya, keberhasilan sebuah tim sangat bergantung pada keterbukaan dan koordinasi antaranggota.

Sebagai orang yang banyak menghadapi mahasiswa di luar USU, Ronny berpesan agar mahasiswa USU dapat memanfaatkan kesempatan mereka untuk mau berusaha lebih keras.

“Bagi saya, mahasiswa USU masih takut bersaing, takut mencoba hal baru, dan takut tidak bisa mengatur waktu. Padahal, itu privilege kita sebagai mahasiswa dan kita harus berjuang lebih keras. Walaupun harus saya akui, mahasiswa USU masih tertinggal dari mahasiswa top di pulau Jawa dari segi kualitas, tetapi kita harus mampu mengejar ketertinggalan tersebut dengan melangkah 4 kali lebih cepat dan mau belajar, mau menambah relasi, serta mau mengikuti banyak lomba tanpa takut hal apapun,” tegasnya.

(Redaktur Tulisan: Michael Sitorus)

Leave a comment