Pergeseran pola konsumsi hiburan masyarakat dalam hal menonton, terlihat jelas dalam dua tahun terakhir. Film Drama dengan bentuk vertikal berdurasi singkat, kini mendominasi hampir seluruh platform hiburan. Meningkatnya penggemar drama jenis ini membuat para produsen film juga ikut mengubah strategi dan bentuk produksi mereka, mengikuti perkembangan dan kegemaran para penontonnya. Drama pendek ini dikenal juga dengan sebutan drama mikro atau drama mini.
Cinta yang tulus tidak selalu membutuhkan kata-kata besar. Kadang, cukup dengan melodi lembut dan lirik yang hangat. Hal itu tergambar jelas dalam lagu “Teruntuk Mia” karya Nuh, sebuah surat cinta yang bertransformasi menjadi lagu penuh makna.
“Selama lima puluh tahun penduduk Suriah telah hidup dalam ketakutan, sulit memercayai siapa pun, dan memupuk niat memberontak di lubuk hati yang terdalam. Kami menegakkan kepala dan menanam pohon lemon sebagai lambang pertahanan”.
Jika biasanya wabah virus di film terjadi karena gagalnya suatu penelitian, siapa sangka film bertema zombie kali ini berhasil mencuri perhatian orang-orang, dengan menjadikan sebuah jamu sebagai asal mula dari wabah zombie.
Setiap perjalanan hidup selalu menawarkan ruang-ruang baru tempat seseorang belajar melepaskan, menata kembali, dan menemukan dirinya. Inilah napas utama yang berhembus dalam lagu “Ruang Baru”, sebuah karya dari Barsena Bestandhi bersama Hendro Djasmor yang mengajarkan untuk mengikhlaskan di tengah peralihan fase kehidupan.
Pernahkah terpikirkan olehmu bahwa selama ini mungkin saja kamu telah salah memahami sesuatu dan baru menyadarinya setelah bertahun-tahun berlalu? Dalam novel Hello, Tere Liye menghadirkan kisah sederhana tetapi menyentuh hati pembaca melalui cerita tentang dua orang yang terikat masa lalu, serta penyesalan yang lama tersimpan
Ada sebuah cerita yang menenangkan dari film Hear Me: Our Summer. Tidak ada teriakan, tidak ada konflik besar, tetapi hanya dua manusia muda yang bertemu di tengah musim panas yang menunjukkan bahwa dari keheningan, tumbuhlah sesuatu yang lebih dalam dari sekadar cinta.
We live in cities you’ll never see on screen, begitulah salah satu potongan lirik dari lagu “Team” oleh Lorde yang menggambarkan tidak semua hal indah harus tampak sempurna di permukaan. Banyak juga orang yang menampilkan kesempuraan palsu di dunia media. Namun, pada kenyataannya kita bisa merayakan kehidupan sederhana yang tidak pernah disorot oleh kamera, tetapi penuh keaslian dan kebersamaan.
Kamu pernah tidak merasakan sesuatu yang ada di batas kata “hampir”? Brian Khrisna, seorang penulis muda Indonesia yang dikenal lewat karya-karyanya, menulis sebuah buku berjudul The Book of Almost. Buku ini berisi kumpulan sajak-sajak pendek mengenai cinta, kehilangan, serta segala sesuatu yang hampir.
Sebuah rumah produksi film, bernama Miles Films Production akhirnya membawa kembali memori penonton ke awal 2000-an melalui film Rangga & Cinta (2025). Film ini dibuat kembali (rebirth) berdasarkan cerita dari film Ada Apa Dengan Cinta? pada tahun 2002.
