Hits: 31
Amanda Citra Ayu
Pijar, Medan. Jika biasanya wabah virus di film terjadi karena gagalnya suatu penelitian, siapa sangka film bertema zombie kali ini berhasil mencuri perhatian orang-orang, dengan menjadikan sebuah jamu sebagai asal mula dari wabah zombie.
Dilansir dari databoks.katadata.co.id, saat ini Abadi Nan Jaya menjadi film zombie tersukses dan terpopuler se-Indonesia. Tidak sampai sepekan sejak film ini dirilis pada 23 Oktober 2025 lewat Netflix, film ini telah ditonton sebanyak 11,4 juta kali. Tidak hanya di Indonesia, film horor dengan nuansa zombie ini juga berhasil menduduki peringkat satu dalam kategori film non-bahasa Inggris terpopuler secara global di Netflix.
Film yang disutradarai Kimo Stamboel ini secara garis besar menceritakan tentang keluarga pengusaha jamu di suatu desa terpencil. Pendiri usaha ini berambisi untuk menciptakan sebuah jamu awet muda dengan nama “Jamu Abadi Nan Jaya”. Sayangnya, jamu tersebut malah menjadi pemicu terjadi wabah zombie. Ketenangan desa berubah menjadi ricuh, satu per satu warga terinfeksi hingga desa menjadi kacau. Inti dari film ini adalah bagaimana cara mereka berjuang menyelamatkan diri dari virus wabah zombie di desanya.
Salah satu kelebihan terbesar dari film ini juga dapat dilihat dari adanya perpaduan elemen budaya lokal Indonesia, seperti tampilan asri suasana pedesaan dan filosofi jamu yang menghasilkan kesan horor, namun bernuansa nusantara.
Selain ide ceritanya yang keren dan unik, proses di balik layarnya juga patut diacungi jempol. Tidak hanya proses dalam menentukan alur cerita yang menarik, penampilan zombie juga menjadi daya tarik tinggi bagi penonton karena menampilkan penampakan yang terkesan realistis.
Penonton diberi tahu bagaimana proses produksi di balik layar lewat YouTube Netflix Indonesia. Ada lebih dari 200 pemeran zombie yang tampil dalam film itu, dan terdapat seorang Special Make Up Effect yang bertugas menghias wajah para pemeran zombie agar tampak lebih menyeramkan dan nyata. Mengambil inspirasi dari tumbuhan kantong semar, proses pengerjaan ini memakan waktu sekitar satu sampai tiga jam, atau lebih untuk satu orang dengan tampilan detail luka yang lebih kompleks.

(Sumber Foto: YouTube Netflix Indonesia)
Demi menunjukkan kesan zombie yang tampak natural, sutradara menggandeng seorang koreografer khusus dalam Zombie Choreographer, Boby Ari Setiawan, yang telah melakukan riset selama enam bulan untuk mempelajari variasi gerakan zombie agar terlihat lebih alami dan tidak kaku.
Tidak hanya itu, beberapa adegan berbahaya dilakukan secara nyata, bukan dengan efek Computer-Generated Imagery (CGI). Seperti adegan ledakan di kantor polisi, pemeran dari zombie yang terbakar dipakaikan baju pelindung, dibalurkan gel dingin dan tahan api, disediakan matras dan alat pemadam api. Keamanannya dipastikan terjamin karena para pemainnya tidak mendapat luka selama pembuatan film berlangsung. Hal ini menunjukkan proses pengerjaan film tersebut dieksekusi secara keren dan totalitas.
Salah satu aktris, Eva Celia, juga mengungkapkan tantangan yang mereka hadapi selama proses syuting di lokasi.
“Salah satu tantangan terbesar adalah syuting di Piyungan. Panasnya luar biasa, rasanya satu matahari itu untuk satu orang,” ungkapnya di konferensi pers pemutaran film “Abadi Nan Jaya” oleh Netflix Indonesia.
Apresiasi tinggi diberikan untuk para pemeran zombie yang tetap totalitas berakting di bawah teriknya matahari. Di mana mereka juga harus berlari-lari dengan riasan wajah tebal berdarah-darah. Semua dedikasi dan kerja keras para aktor, tim perias wajah, koreografer, hingga kru produksi di balik layar membuahkan hasil yang sepadan. Film ini tampak memukau dan begitu realistis hingga penonton dibuat kagum dari awal hingga akhir.
Mengetahui antusiasme dari penonton yang luar biasa, tidak heran jika beredar kabar bahwa akan ada sekuel dari film Abadi Nan Jaya. Penonton seolah belum puas pada akhir yang diberikan dari film tersebut, dan masih menantikan kisah selanjutnya. Dengan penuh totalitas dan nuansa baru, film ini layak disebut sebagai film lokal terbaik dan membanggakan di tahun ini, menunjukkan bukti bahwa perfilman Indonesia kian berkembang dan mulai mendapatkan sorotan di kancah internasional.
(Redaktur Tulisan: Kelly Kidman Salim)

