Hits: 46

Tamara Laisa Damanik / Adinda Amelia Putri Br. Tarigan

Pijar, Medan. We live in cities you’ll never see on screen, begitulah salah satu potongan lirik dari lagu “Team” oleh Lorde yang menggambarkan tidak semua hal indah harus tampak sempurna di permukaan. Banyak juga orang yang menampilkan kesempurnaan palsu di dunia media. Namun, pada kenyataannya kita bisa merayakan kehidupan sederhana yang tidak pernah disorot oleh kamera, tetapi penuh keaslian dan kebersamaan.

“Team” merupakan salah satu karya ikonik dari penyanyi asal Selandia Baru, Ella Yelich-O’Connor, yang dikenal dengan nama panggung Lorde. Lagu ini dirilis pada 13 September 2013 sebagai bagian dari album debutnya yang berjudul Pure Heroine. Ia menulis lagu ini bersama produsernya, Joel Little yang berhasil menarik perhatian dunia karena liriknya menyuarakan tentang keberanian seorang remaja untuk menolak adanya citra palsu yang dibangun oleh budaya populer dan lebih memilih menjalani kehidupan yang sederhana.

“Team” dalam lagu ini digambarkan sebagai sebuah hubungan persahabatan. Menunjukkan sebuah kelompok yang saling memahami dan mendukung, untuk tidak perlu memiliki kehidupan mewah hanya agar merasa berarti dan dihargai. Melalui lagu ini, Lorde percaya bahwa kekuatan cinta sejati umumnya berasal dari hubungan tulus orang-orang di sekitar kita.

Wait ‘till you’re announced, we’ve not yet lost all our graces

Pada awalan lirik lagu ini, Lorde menyampaikan pesan kepada sekelompok anak muda yang sering dipandang sebelah mata oleh dunia, bahwa setiap orang memiliki waktunya sendiri untuk diakui, sehingga tidak perlu berkecil hati ketika hal itu belum terjadi. Sepenggal lirik tersebut juga mengajak mereka untuk tetap sabar, percaya diri, dan tetap menjaga keaslian meski belum mendapat pengakuan dari dunia.

We live in cities you’ll never see on screen

Not very pretty, but we sure know how to run things

Living in ruins of a palace within my dreams

And you know, we’re on each other’s team

Potongan dari lirik ini menjadi salah satu bagian paling populer dari lagu “Team” karena sering digunakan untuk menggambarkan bahwa dunia nyata tidak selalu sama dengan apa yang ditampilkan di media. Sepenggal lirik tersebut memberikan gambaran bahwa kehidupan kita tidak selalu indah seperti film yang ditonton di layar televisi. Meski mungkin tidak terlihat indah di mata dunia, tetapi kita tetap tahu bagaimana cara bertahan, berjuang dan menjalani hidup dengan cara kita sendiri.

Dilansir dari whatthebeat.com, bagian reff jelas menjadi inti dari lagu ini, yaitu saat Lorde menyampaikan bahwa mereka hidup di kota-kota yang jarang terlihat di layar. Ia menonjolkan keindahan dan ketangguhan tempat-tempat yang sederhana namun penuh kehidupan. Kota tersebut mungkin tidak memikat secara visual, tetapi memiliki kekuatan untuk bertahan dan terus tumbuh di tengah keterbatasan. Melalui lirik ini, Lorde juga menegaskan arti persatuan dan kesetiaan dalam “tim”-nya, dengan menyoroti dukungan serta kebersamaan yang saling mereka berikan.

So all the cups got broke shards beneath our feet but it wasn’t my fault

And everyone’s competing for a love they won’t receive

Cause what this palace wants is release

Susunan kata dari lirik ini merepresentasikan bahwa meski terkadang kehidupan meninggalkan luka dan kekacauan, ada kalanya kita tidak harus selalu bersedih memikul semua kesalahan yang terjadi, tetapi tetap melangkah dan menjadi kuat. Jangan mencari cinta dari dunia yang tidak benar-benar memberikan ketulusan, tetapi temukan nilai dan kebersamaan di antara orang-orang tulus, yaitu “tim” yang sesungguhnya.

Lagu ini diakhiri dengan sebuah pengulangan pada bagian chorus, yang menekankan pada persatuan dan loyalitas dalam tim. Lorde juga mengingatkan kita bahwa keindahan tidak selalu datang dari kesempurnaan dan kebahagian. Dengan menjadi diri sendiri dan saling mendukung, kita bisa menemukan makna sejati dalam kehidupan yang sederhana namun jujur.

(Redaktur Tulisan: Dwi Garini Oktavianti)

Leave a comment